13 Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik dan Disukai Pembaca

Berbicara tentang membuat atau menulis sebuah artikel yang baik dan disukai pembaca (serta google), memang bukan suatu hal yang mudah. Cukup sulit.

 

Karena gini, suka itukan soal selera. Kita gak bisa tau semua karakter pembaca kita seperti apa, yang kita tau hanya jika banyak viewnya, artinya konten yang kita tulis itu bagus.Tapi, tetap saja jumlah view belum benar-benar bisa jadi patokan utama.

 

Jadi, gimana caraΒ menulis artikel yang baik dan disukai pembaca Pangeran?

 

Oke. Pangeran akan jelaskan mulai dari bagaimana menemukan ide tulisan, kemudian membuatnya menjadi sebuah tulisan yang menarik dan tentunya meningkatkan kemungkinan pembaca menyukai artikel yang kalian tulis.

 

Semua tips ini adalah hasil dari pengamatan Pangeran selama kurang lebih 3 tahun ngeblog (ya, masih dibilang pemula). Tapi, semoga bisa membantu kalian membuat konten yang banyak disukai pembaca.

 

Mari kita mulai membahasnya.

13 Tips dan cara menulis artikel yang baik dan benar

 

1. Menuliskan Ide Pokok dan Ide turunan

 

Untuk membuat sebuah konten yang disukai pembaca, kalian harus menuliskan mana yang disebut ide pokok dan mana yang disebut ide turunan. Biar jelas, kita langsung ke contoh :

 

Begini, misalnya kalian ingin menulis konten tentang Makan (ini contoh ide pokok). Tentunya, kalian membutuhkan sebuah proses mengambil makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Itulah yang disebut Cara Makan (ini contoh ide turunan).

 

Jadi, ide pokoknya yaitu : Makan dan ide turunannya yaitu Cara Makan.

 

Biasanya, untuk memudahkan dalam proses menulis, Pangeran akan memperbanyak menuliskan ide turunan. Supaya ketika tiba-tiba blank, ide turunan bisa membantu kita melanjutkan tulisan. Oke. Biar makin paham, Pangeran kasi contoh lagi, ya :

 

tips menulis artikel yang baik dan disukai pembaca

 

 

2. Mengumpulkan Sumber Pendukung (jika diperlukan)

 

Terkadang kita ingin menulis sebuah konten yang bersifat edukasi. Tapi, karena kurangnya sumber pendukung, pembaca jadi merasa tidak yakin dengan apa yang kalian tulis. Belum lagi, jika kalian tidak terlalu memahami apa yang kalian tulis.

 

Jadi, jika kalian ingin menulis yang melibatkan Pengertian, UUD, atau apapun yang bersifat keilmuan, kumpulkan sumber pendukung sebanyak mungkin. Supaya apa?

 

Supaya pembaca yakin bahwa tulisan kalian tidak sembarangan dibuat.

 

3. Pahami Konten yang Akan Dibahas

Ini sangat perlu sekali. Karena, ketika kalian tidak memahami Topik atau Konten yang kalian tulis, pembaca juga akan merasakan hal yang sama.

 

Orang yang benar-benar mengerti dengan apa yang ia tulis, jelas beda jauh dengan orang yang hanya sekedar tau atau lebih parahnya sok tau.

 

Jika rasanya konten kalian terlalu berat, coba imbangi dengan bertanya kepada orang yang tau. Sesuai tips yang kedua tadi.

 

4. Mulai dengan Membuat Kerangka Tulisan (Outline)

 

Kerangka tulisan ini punya pengaruh yang besar terhadap sebuah konten yang akan kalian tulis. Tentunya, sebuah konten yang dibuat hanya asal-asalan akan sangat berbeda jauh dengan konten yang punya konsep bagus.

 

Cara membuat kerangka tulisan itu tidaklah sulit. Tapi, jika tidak kalian terapkan, maka bisa jadi tulisan kalian dianggap ngalor-ngidul (ke mana-mana). Tidak fokus.

 

Semoga contoh kerangka tulisan (outline) yang biasa Pangeran terapkan ini bisa membantu :

 

contoh kerangka tulisan atau outline

 

 

5. Tulis Artikel (dan Posisikan Diri Sebagai Pembaca)

 

Ini adalah bagian tersulit. Dan jujur menjelaskannya pun lumayan sulit. Tapi, akan Pangeran usahakan supaya kalian tetap paham dengan tips yang ke-5 ini.

 

Begini, dalam menulis sebuah konten, ada baiknya kalian sudah memposisikan diri kalian seperti pembaca. Biar gampang, kita langsung ke contoh.

 

Misalnya Pangeran ingin membahas tentang Mantan :

 

Contoh 1 : Mantan itu sebenarnya bukan orang yang kita harus takuti atau jauhi. Tapi, mantan itu orang yang harus kita lupakan. Bener gak?

 

Contoh 2 : Mantan itu harusnya bukan dijauhi, tapi dilupakan. Bener gak?

 

Menurut kalian, mana yang lebih enak dibaca? Kalo dua-duanya gak enak. Yaudah, Pangeran pamit undur diri aja. πŸ˜€

 

Tentu kalian akan memilih Contoh yang ke-2. Kenapa? Karena cara menulisnya lebih gampang dimengerti oleh pembaca. Ya, meskipun kedua contoh punya makna yang sama, tapi karena cara menulisnya berbeda, tingkat mengerti pembaca juga akan berbeda.

 

Intinya, Pangeran jelaskan di tips selanjutnya.

 

6. Hindari Terlalu Banyak Basa-Basi

 

Terlalu banyak membuat opening basa-basi, besar kemungkinan konten kalian akan apa?

 

 

Basi.

 

Jadi, hindari terlalu banyak basa-basi. Misalnya mau menceritakan perjalanan dari rumah ke kampus. Jangan ceritakan dari mulai bangun tidur, bersih-bersih kamar, nyuci piring, ngepel, nonton Mama dan AA. Curhat dong…

 

Jangan lakukan itu. Tulis konten yang ingin kalian sampaikan secepat mungkin. Ini internet.

 

7. Jangan Membuat Paragraf yang Terlalu Panjang

 

Dalam penulisan konten di Internet, kalian gak bisa mengikuti aturan Guru Bahasa Indonesia kalian. Dalam 1 paragraf harus ada 3 kalimat.

 

Ingat! Ini Internet. Orang-orang butuh informasi yang cepat. Jadi, jangan buat mata mereka lelah harus membaca 1 paragraf yang panjangnya bikin mata memar.

 

Oke, biar jelas, kita masuk ke contoh. Menurut kalian, tulisan mana yang lebih enak dibaca :

contoh penulisan paragraf yang benar di blog

 

 

Tentunya Contoh BΒ akan lebih enak dibaca daripada yang Contoh A. Jadi, udah ngertikan bagaimana menuliskan paragraf yang benar?

 

8. Gunakan Bahasa yang Dipahami Banyak Orang

 

Maksud dipahami semua orang adalah konten yang kalian tulis tidak menggunakan istilah yang ribet dan sulit dimengerti orang lain.

 

Nah, parahnya lagi Pangeran pernah ketemu konten yang judulnya apa, bahasnya apa. Buat konten yang mudah dipahami pembaca. Saran dari Pangeran, gunakan bahasa yang mudah dimengerti semua orang.

 

Karena, jika bahasa yang kalian gunakan seperti ini β€œC4r4 M3nj4d1 8lo993R Kon5i5t3n” besar kemungkinan blog kalian akan seperti kuburan. Sepi.

 

Pokoknya gunakan bahasa yang mudah dimengerti, jangan alay dan jangan berbelit-belit. Sampaikan apa yang pembaca mau.

 

9. Libatkan Pembaca

 

Sadar atau nggak, pasti kalian sering membaca kata β€œkalian” atau β€œkita” di postingan blog tulisan wortel. Itulah alasan supaya konten yang Pangeran tulis, seolah-olah mengajak pembaca ngobrol.

 

Libatkan mereka. Jangan terlalu sering menggunakan kata β€œSaya, Gue, Aku, dan Aku” seolah-olah pembaca gak ada. Emang kalian ngeblog buat dibaca sendiri?

 

Kalo iya, silahkan lakukan seperti itu. Jika tidak, silahkan libatkan pembaca. Biar gak pada kabur terus pembacanya. Gitu…

 

10. Lakukan Pengeditan Sebelum Publish

 

Ada beberapa teknik yang sering Pangeran terapkan dalam cara mengedit sebuah konten.
  1. Bacalah dengan menggunakan suara keras (bukan artinya menjerit-jerit). Hal ini untuk menghindari kalimat atau kata yang tidak nyambung. Terkadang saat menulis kita sudah merasa nyaman. Tapi, setelah dibaca keras, kok rasanya kurang enak dan sulit dipahami.
  2. Cek kembali kesalahan penulisan (typo) minimal kalo Pangeran 3x. Itupun kadang masih ada aja yang terlewatkan.

 

11. Tambahkan Gambar, Grafik dan Video

 

Tentunya sebuah konten tidak akan pernah menarik jika 100% isinya hanya teks. Ingat! Buatlah pembaca senyaman mungkin untuk membaca konten kalian sampai selesai. Contohnya seperti menambahkan gambar ini :

 

foto anak kecil keren
Lumayan untuk menyegarkan mata pembaca

 

 

Jangan rusak mata mereka dengan menuliskan konten yang isinya hanya teks. Beri mereka visualisasi dalam bentuk Gambar, Grafik (jika kalian membahas hasil survei). Nah, biar lebih keren lagi, tambahkan Video.

 

Tentunya harus berkaitan dengan konten. Jangan judulnya A, videonya Z.

 

12. Tambahkan Humor Ringan

 

Memberikan unsur komedi dalam sebuah konten tidak menjadi kewajiban. Ini bisa kalian lakukan jika kalian benar-benar bisa memberikan reflek ketawa sesaat.

 

Misalnya dengan memajang foto Doraemon Jualan Galon.. Misalnya lho…

 

13. Be Yourself (Jadilah dirimu sendiri)

 

Sungguh sangat penting dalam menulis konten adalah jadi diri sendiri. Kenapa?

 

Karena ketika kalian menulis atas dasar keterpaksaan atau ada unsur LAGI NGETRAND, besar kemungkinan konten kalian akan terlihat kaku dan kurang bisa dinikmati.

 

Pembaca setia biasanya paling bisa mengerti tentang ini. Hal ini sering Pangeran temukan di beberapa email masuk yang menanyakan :

 

β€œPangeran kok gak kek biasanya nulis cerita kemaren?”

 

β€œPange, kenapa aku ngerasa tulisan kemaren gak ngerasa ada Pangeran ya? Kek tulisan orang lain. Bener gak, sih?”

 

Kesimpulan

 

Untuk bisa menghasilkan sebuah konten yang disukai pembaca, memang membutuhkan sebuah proses. Proses di mana kalian gak cukup cuman membaca 13 tips cara menulis artikel yang udah Pangeran kasi.

 

Silahkan Praktek, Praktek, Praktek, Action, Action dan Action.

 

Jika kalian sudah menerapkan tips ini dan berhasil menuai banyak komentar (karena tulisan kalian menarik) atau banyak view (karena tulisan kalian memang enak dibaca), jangan lupa kabarin Pangeran, ya.

 

Apapun yang terjadi, #terusbelajar untuk sampai ke tahap yang kalian inginkan. Tips ini juga gak cuman untuk blogger, tapi untuk siapapun yang ingin membuat tulisan banyak disukai oleh pembaca di media internet.

 

 

Jangan lewatkan Tips Blogging lainnya :
—-o0o—-

 

Sebelum ditutup, Pangeran mau tanya dulu. Apakah kalian merasa bosan dengan konten sepanjang ini? Atau justru gak sadar sudah tiba-tiba ada di kesimpulan? Jawab di komentar, ya..

 

Seperti biasa. Terimakasih sudah membaca, semoga semakin banyak konten yang kalian tulis disukai oleh pembaca kalian dan disuka juga oleh google tentunya. Sampai jumpa di tips selanjutnya. Pangeran Wortel pamit. See you…

 

Image by :Β 
  • pexels.com

Heru Arya

Blogger kelahiran Bengkalis yang sudah jadi mantan Mahasiswa Pertanian. Sekarang sedang sibuk diam biar punya banyak emas.

79 thoughts to “13 Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik dan Disukai Pembaca”

  1. Dari 13 poin, mungkin aku cuma baru bisa sampai 5. Poin terakhir mungkin udah kaliya. Yang lainnya masih cakcakan. :')
    Baca ini serasa menampar diri sendiri karena… Halah, yang penting #terusbelajar #terusbelajar dan. #terusbelajar.
    Untuk aku, poin yang paling susah itu no 12. Aku orangnya susah untuk berhumor. Kalau baca sendiri juga suka "ini flat banget". Selalu gitu huhuhu.

    Btw makasih ya Pange, aku semakin termotivasi untuk #terusbelajar!

    1. Ayo Riska.. Ditambahin poinnya. Biar nambah banyak. Terus rapornya bagus, deh. πŸ˜€

      hihi Maaf, ya Riska. Gue jadi nampar lo tanpa nyentuh. Benar sekali. Tetap #terusbelajar

      Sama-sama. Selamat belajar.

    1. Hehehehe. Benar sekali, mas Citra. Itu sedikit ilmu editor Gue terapkan dalam menulis konten. Dan mudah-mudahan bisa membantu temen-temen lain untuk menghasilkan konten yg menarik. πŸ™‚

      Duh.. Tiba-tiba udah selesai aja, ya mas. (y)

  2. #terusbelajar

    Kebetulan gue problem utamanya adalah typo dan tanda baca, jadi jawabannya sudah jelas, gue orangnya males buat baca ulang, kelar ngetik, baca sekali lagi, publish, kalo lagi niat ya kasih gambar, kalo nggak, ya, teks semua dah.

    Oh iya, menurut gue mindset soal banyak komen atau banyak views itu agak kurang tepat, soalnya kalo orang kaya gue ngeblog mah buat hepi2 aja. Di baca sukur nggak dibaca ya selow. Kalo mikirin komen atau view baru bisa di bilang sukses emang ada benernya, tapi bukan itu goalnya eheheh #terusbelajar, Horash

    1. Gaungkan lebih keras untuk #terusbelajar. πŸ™‚

      Waduh… Keknya sikap lo ini emang gak baik, sih, San. Tapi, gue yakin kalo lo bisa berubah.

      Hem… Soal goal itu, setiap orang punya persepsi masing-masing. Jadi, biarkanlah mereka bersama tujuan mereka sendiri.

      Semua orang punya HAK kok, mau punya goal gimana aja. (y)

  3. Keren nih mas, memang penting sebelum publish tulisan itu perlu di edit. Bahkan tidak hanya sekali saja, karena dengan sekali terkadang masih ada saja yang salah.. πŸ™‚
    Nice post mas πŸ™‚

  4. Ada beberapa poin yang nampar banget.
    Lumayan bisa dijadikan perenungan dan pelajaran.

    untuk ku sendiri, sampai sekarang masih belum puas dengan tulisan sendiri,
    Masih banyak yang harus diperbaiki.
    yagitu deh

    1. Maaf ya bg Leon. Gue harus nampar lo tanpa pake tangan. hihi

      Alhamdulillah kalo gitu, bg. Semoga setelah baca tips ini, bisa lebih baik lagi kontennya.

      Bagus itu. Jangan pernah puas sama hasil yg udah dicapai. #terusbelajar (y)

    1. Tipsnya adalah Cara SEO paling baik yang diterpakan di Blog ini.

      Sebenarnya masih ada banyak sekali jika membahas SEO. Namun, tips ini sudah mewakili dari trik SEO untuk mendapatkan pembaca.

      Saran Pangeran, untuk mengoptimalkan konten, gunakan cara ini :
      1. Lakukan Riset Keyword yg benar
      2. Buat konten yg lebih baik dari pesaing
      3. Bagikan kepada viewrs blog yang benar-benar membutuhkan informasi tersebut.

      Sejauh ini, 3 cara di atas sudah diterapkan di blog ini dan terbukti mampu meningkatkan jumlah view dari pencarian Google.

      Bahkan, banyak yang berada di Pageone Google.

      Selamat belajar dan mencoba. (y)

  5. Intinya, selain karna menunya, cara mehidangkan juga harus menarik, seperti tulisan agan ini, tidak ada jubelan paragraf yang bisa membuat pembaca malas membaca, tapi di pecah jadi sub-sub singkat…kerren dah, banyak belajar saya, thanks

    1. Betul sekali, mas Herman. Menuliskan konten harus dibuat semenarik mungkin. Ya, agar pembaca nyaman dengan apa yg kita hidangkan.

      Wah… Seneng bisa membuat tips ini menjadi bahan pembelajaran. Sama-sama mas. Semoga sehat selalu.

  6. Nggak bang Pang, nggak bosan dengan content ini. Justru aku berharap lebih banyak ngepost yang beginian.
    Tips dari bang Pang yang udah berkecimpung di dunia blogger selama 3 tahun (dan Konsisten) pasti berguna sangat, buat aku yang mau sedikit demi sedikit buat jadi content writter

    #TerusBelajar

    1. Hehehee. Jangan terlalu banyak berharap, Ka. Gue gak mau dicap pemberi harapan palsu. XD

      Aminn.. Semoga tips selanjutnya bisa ngebantu dirimu buat memahami content writter yg baik itu seperti apa? Gue juga masih belajar, kok. Jadi, mari #terusbelajar.

  7. Keren nih artikelnya…nambah" ilmu juga gmana caaranya mnulis yg baik.

    Sya setuju dngan mnambahkan gmbar kedalam postingan sama mmbuat outline dulu. Itu wajib sebagai dasar dan acuan klo mau nulis postingan!

  8. Makin hari makin berisi ya tulisanmu. Seneng deh bacanya.Dipi jg menerapkan langkah2 yg disebutkan ade wortel di atas… Dan kerasa bener bahwa utk mngasilkan tulisan yg bagus butuh effort yg ga asal. Aku ini bener2 masih tahap belajar. πŸ™‚
    Nulis terus ya de, semangattt!!!

    1. Makasih kakak. Semoga tips ini bisa menjadi pelajaran buat diriku sendiri dan orang lain.

      Nah, setuju banget kak. Untuk buat tulisan yg benar-benar baik (dalam aspek apapun), jelas butuh banyak pendukung. Yuk, sama-sama belajar kak.

      Siap kak.. Semangat!!!

  9. Kalo kebanyakan gambar nggak boleh juga ya Om? Kasian nanti keberatan loadingnya. Malah ditinggalin deh blognyaaa.

    Tapi memang bener sih Om tips-tipsnya. Aku lagi menerapkan yang ide turunan nih. Kalo nggak dalam bentuk poin-poin, ide turunan ini berfungsi banget loh ya. Soalnya kadang kan suka nyeroscos nggak jelas, tiba-tiba lupa deh mau nulis tentang apa lagi. Dan kadang dari paragraf 4 ke 5 suka mendadak nggak nyambung. Kalo udah dibikin kerangkanya, ide pokok dan ide turunannya, ya minimal nggak akan lupa mau nulis apa lagi. Hehe.

    Makasih Om her, bermanfaat sekali. Aku lagi praktekin lagi tipsnya.

    1. Ya kalo peletakknya bagus dan gambarnya dioptimalkan, nggak masalah, wi. Tapi, ya tetep, sih. Banyak gambar bikin loadingnya gitulah.. XD

      Wah… Bagus itu, wi. Ide turunan emang kelihatannya cuman turunan. Tapi, buat gue sih, biasanya ide turunan yg bisa menguatkan ide utamanya. πŸ˜€

      Nah, sebenarnya inti tulsan yg baik itu ya terkonsep dengan baik dan ditulis dengan cara yang baik pula.

      Sama-sama, wi. Semoga bisa meningkatkan kualitas tulisannya, ya. Yuk, sama-sama belajar. πŸ™‚

  10. Jujur pangeran, sebagian besar tips2 diatas gak pernah aku lakuin.. Contohnya yg ide pokok, ide turunan, terus bikin outline gak pernah sama sekali… Aku biasanya dapet ide, tulis, edit, publish…
    Haduh…
    Dan setelah aku liat2 tulisan aku jaman dulu, ternyata aku banyak pake basa basi, paragraf pembuka kepanjangan dll… Jadi kasian sama para pembaca..
    Ini tulisan penting bgt nih, pembelajaran.. Makasi pangeran.

    1. Hehehe. Nggak apa-apa mas Irwan. Pange juga dulu begitu. Malah lebih parah. Sudahlah tulisannya acak-acakan, tapi karena terus belajar dan banyak praktek, sekarang sedikit lebi baik dari sebelumnya. πŸ™‚

      Sama-sama Mas. Semoga bisa dimanfaatkan, ya. πŸ™‚

  11. Menurutku ini bukan pakem sih. Banyak blogger bisa sukses walau paragrafnya panjang. Karakteristik pembaca kan ada banyak. Ada pembaca yang emang suka baca (novel khsususnya) yang paragrafnya juga bisa panjang dan banyak halaman.

    Kalo di platform blog yang khusus personal blog, menurutku paragraf panjang ga masalah. Tapi tentang outline itu setuju, ini penting biar lebih fokus untuk konten/cerita yang ingin disampaikan.

    1. Betul. Ini bukan ilmu pasti. Tapi, maaf sebelumnya, di konten ini gue nggak ada bahas blogger yg bisa sukses. Ini hanyalah tips.

      Nah, pemahaman ini bukan tanpa dasar. karena, media buku dan internet bukan hal yg bisa disamakan. Mereka beda dunia. Artinya, di internet itu konsepnya orang-orang membutuhkan informasi secara cepat.

      Lain cerita, jika memang konsep kontennya memang khusus membahas tentang cerita. Tapi, tetap saja, pelajaran Internet Marketing manapun yg pernah gue pelajari, penggunaan paragraf sebaiknya jangan dibuat terlalu panjang.

      Internet gak sama kek buku. Orang membaca di internet tentunya di perangkat yg bisa menimbulkan efek yg tidak baik untuk mata. Makanya, kurangi membuat pembaca lelah dengan paragraf yg panjang.

      Nanti deh, hasil studinya Google dan para pendukung lainnya gue sampaikan dalam 1 konten.

      Ya, ini hanya sebuah tips. Kembali ke diri bloggernya. Kalo merasa paragraf panjang (masih enak dibaca) baik. Ya silahkan. Karena, setiap blogger tentu punya cara tersendiri untuk mengembangkan blognya. masing-masing.

  12. Be your self itu emang penting banget!
    Banyak yg nulis artikel tu bahasanya ngikut orang. Logatnya.terus tata bahasa nya. Misal tinggal di medan, eh blog nya malah pake logat betawi. Kaan aneh jadinya. Kita baca blog ny kebayang si orang penulisnya lagi ngomong depan kita, krn logatnya beda. Jadi aneh bacanya
    (Tapi ini kasus nya untuk blogger yg kita kenal lo ya)

    At least, tips nya banyak dan berguna banget.. πŸ™‚

    1. Banget kak. Harus malah. πŸ™‚ Nah, itu setuju banget, kak. Tapi kembali lagi ke personal bloggernya, kak. Mungkin karena pembaca mereka banyak anak muda dan dari kalangan yang masih nyaman menggunakan kata ganti orang pertama seperti itu, buat Pange sih, nggak masalah.

      Cuman bener juga, sih, kalo kasusnya udah kenal deket. πŸ˜€ Agak gimana gitu, ya kak?

      Semoga bermanfaat, ya kak. πŸ™‚

  13. Aku baru nyadar nih ya de… Poin 7 soal paragraf… Tulisan kita kan bisa diakses pake lepi atau pake sematpon. Pas pake sematpon enak dibacanya krn terdiri dri 2-3 kalinat sj, tpi begitu diakses pake lepi itu paragrap kan space baca nya melebar jdi keliatannya malah ga berbentuk paragrap… Rada jelek klo mnurutku. #jadimikirnih

    1. Ini udah Heru jawab di PM kemaren, ya kak. Sebenarnya yang harus jadi patokan itu versi webnya. Jika versi web sudah enak dibaca. Biasanya akan tetap enak dibaca pada mobile. Kecuali tampilan blognya belum resposive. πŸ™‚

  14. Waduuuh, tipsnya banyak yang belum aku terapkan, ternyata ada cara-caranya seperti itu. Mulai sekarang harus lebih fokus dan teliti lagi sebelum mempublikasikan postingan.

    Tips yang bermanfaat om, salam kenal.

    1. Nah, mudah-mudahan dengan tips ini, bg Santo lebih peduli lagi dalam menulis konten. Supaya pembaca semakin betah berlama-lama membaca konten yang bg Santo berikan.

      Senang bisa berbagi. Salam kenal kembali bg. πŸ™‚

  15. Keren nih tipsnya. Sepanjang gua baca blog lu, mungkin ini adalah salah satu tips paling lengkap dan paling bagus yg pernah aku baca.

    Hal-hal di atas gua sering lakuin tanpa gua sadari. Cuma biasanya kalo inspirasi lagi dateng, gua suka nulis tanpa nulis outline. Kayak kemaren nulis kisah Zhen Zhu Nai Cha, semuanya mengalir begitu saja, total gua cuma 15 menit nulisnya (dan sekitar 45 menit untuk revisi, kasih warna font, dan nyari gambar) dan hasilnya lebih bagus daripada postingan2 yg gua tulis pake outline.

    Tapi ya itu kan bentuknya cerpen. Kalo mau nulis tips-tips kayak di postingan ini sih biasanya gua juga bikin outline dulu, hehehe.

    1. Wah… Terimakasih, bg. Senang bisa berbagi. πŸ™‚

      Nulis 15 menit, edit 45 menit. Nih, salah satu bukti blogger yang peduli dengan konten. Sebenarnya nulis itu memang harus begitu, bg. Harus mengalir aja.

      Tapi, nggak setiap saatkan kita bisa mengalami fase ngalir nulis. Ya contohnya seperti gue kalo lagi nulis kadang ada kendala kerjaan dadakan, kan bikin mood berantakan tuh, nah, makanya gue menerapkan outline.

      Biasanya nggak terlalu dipake banget. Cuman, kalo lagi blank. Tetap bisa ngelanjutin, karena udah tau jalan ceritanya harus dibawa ke mana. πŸ™‚

      Hehehe. Sejatinya perlu itu relatif keknya, ya bg.

  16. Wihh makasih tipsnya, berguna banget buat improve skill ngeblog aku. Jujur, blogwalking kaya gini juga ngebantu banget bikin post kita jadi lebih bagus, semacam pencerahan. Dan setelah aku liat liat, blog post aku beberapa bulan lalu dibandingin sama sekarang jauuuuh banget haha. Masih belajar nih bikin konten yang menarik buat pembaca. Btw, kunjungan pertama nih kesini, salam kenal!

    1. Sama-sama Rhena. πŸ™‚ Senang bisa berbagi. Nah, bener banget. Dengan BW, kita jadi tau, ternyata masih ada langit di atas langit. πŸ™‚

      Bagus dong.. Ada kemajuan. Semoga kontennya terus meningkat dan membuat pembaca makin betah, ya.

      Eh, iya nih. Salam kenal dari Pangeran Wortel. πŸ™‚

  17. cIEEEE sekarang bikin tips menulis, kerenlah kau ini, apalagi sekarang makin rapi blognya
    Sukese terus yaaa Her
    btw aku juga sering cek dulu sebelum publish, tapi pas udah share kadang masih ada yg typo aduuuh

  18. Poin satu sih sering aku lakuin, tapi kalo aku nyebutnya mind mapping. Soalnya lebih kelihatan memancing imajinasi gitu. Ada anak panah anak panah soalnya, hahaha.
    Agak kurang setuju sama poin 9.. karena aku malah sering menggunakan kata "aku" dari pada kalian. Itu karena kata "aku" sampe saat ini sudah dirasa pas dan tujuannya supaya pembaca bisa melihat dari sudut pandang orang pertama, yaa semacam ikut merasakan apa yang penulis rasakan..gitu. hehe

  19. matang bener ya bro, proses penulisannya. kelihatan, kualitas tulisan lo dijaga betul di tulisan blog. gue juga selalu mikirin apa yang mau dibahas, tapi apa yang mau di turunin itu gue buat secara natural aja.. sekali nulis langsung ditulis apa aja yang mau ditulis :")

  20. wah lengkap sekalii ini, gue gak pernah make outline kalo lagi ngomongin keseharian ato kegelisahan, mengalir begitu saja. Tapi kalo cerpen, baru gue bikin outlinenya dulu.

    Intinya #terusbelajar.

  21. Penjelasan nomor 6 wkwkwkkw.. ngakak.. curhat doong.. >.<
    Iya ini ngebantu banget buat temen-temen yang kesulitan. Memang yang basa basi itu perlu diperhatiin. Nulisnya juga jangan kaku-kaku. πŸ˜€
    Nice post, ^^

  22. ada yang setuju ada juga yang nggak setuju sih tapi setuju sama tips terakhir jadilag diri sendiri itu penting bagi blogger tapi gue juga kadang nggak bisa yang terakhir masih lihat-lihat dulu postingan orang lain yang keren kemudian mencoba untuk menerapkannya 'gaya' pada tulisan sendiri

  23. Tips nomer tujuh sering gue lakuin tuh, manjang-manjangin kalimat. kadang bikin orang bosen. Namun di setiap nulis di draft pasti selalu gue buat begituan.

    Tapi ini akan gue usahain buat ngerubahnya, di setiap gue nulis di draft gue bikin minimal dalam satu paragraf gue tulis empat point, terus gue enter kebawah bikin paragraf lagi, biar gak panjang gitu πŸ˜€

  24. Penting banget kalo ada outline kayak gini. Nggak kayak aku yang nulis di blog cuma sekedar nulis apa yang ada di kepala aja. Nggak terlalu mikirin kontennya berbobot apa engga. Kebanyakan sih nggak berbobot.

    Kalo udah ada kerangka-kerangka pasti lebih jelas apa yang disampaikan penulis kepada pembacanya. Sepertinya lain waktu aku harus nyoba pake kerangka-kerangka biar isi tulisannya nggak ngalor ngidul.

  25. heee, kok aku kalo nulis langsung aja tanpa pake outline.
    emang sih lebih tertata dan tau mau k mana arah tulisan kita.
    tapi karena aku sukanya outline d kepala jadi gak perlu di tulis hehe.
    kelamaan, beda sih kalo skripsi harus d outline biar gak bingung nyambunginnya haha

  26. satu kata : “Hebat!”.

    jadi menginspirasi saya untuk terus nge-Blog. Thanks banget pangeran
    kepincut terus baca dari atas sampai bawah memang tak terasa πŸ™‚

    saya hanya seorang blogger kecil yang lagi nyari ilmu πŸ˜€

  27. masalahku adalah, aku nga suka baca ulang tulisanku sendiri dan emang typo itu udah mendarah daging buatku.
    kalau kebanyakan blogger lain,mereka bikin draft tulisan, kalau kau, hari ini nulis, langsung publish. hehe

    salah banget ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *