5 Keadaan yang Harus Kalian Hadapi Ketika Skripsi

Hallo semua. Sebelumnya Pangeran mau ngucapin makasih banget buat komentar yang udah masuk di post sebelumnya. Tapi, mohon maaf ya. Belum bisa replay semua. Kegiatan Pangeran sekarang lagi dikejar sama waktu. Mending dikejar mantan, ini waktu yang ngejar.

Mudah-mudahan, setelah post ini kalian baca, Pangeran bisa replay semua komentar masuk di post sebelumnya.

—o0o—

Akhirnya setelah bertahun-tahun, Pangeran bisa menuliskan perjalanan panjang selama menghadapi Skripsi. Pangeran berharap, postingan ini bisa memperbaiki semangat kalian yang akan/sedang menjalani proses menuju Skripsi, atau bahkan kalian sendiri belum tau apa itu skripsi dan keadaan apa saja yang akan kalian hadapi.

Makanya, di kesempatan ini Pangeran ingin berbagi beberapa keadaan yang akan kalian hadapi ketika Skripsi. Supaya ketika menjalani Skripsi nanti, kalian tidak akan merasa kaget dengan tekanan mental yang kadang bisa membuat seorang mahasiswa/i rela untuk tidak melanjutkan kuliah.

 

Apakah memang sesulit itu menjalani Skripsi?

TIDAK. Itu adalah kata yang harus kalian ingat-ingat. Ya, mungkin bukan perkara mudah supaya kalian menganggap menjalani Skripsi itu mudah. Tapi, Pangeran salah satu dari jutaan mahasiswa/i yang sudah berhasil menaklukkan Skripsi dengan segala kisruh di dalamnya.

Memang, ketika kalian masih baru menjadi Mahasiswa/i, akan beranggapan Skrispi itu bagian paling sulit dalam perkuliahan. Semua itu rasanya tidak terbalas dengan ratusan lembar tugas dalam bentuk berbeda-beda yang sudah kalian kerjakan. Sekali lagi, Skripsi nggak sesulit yang kalian bayangkan.

Okelah, supaya kalian juga nggak semakin pusing dengan materi opening ini, Pangeran akan langsung menjelaskan 5 Keadaan yang Harus Kalian Hadapi Ketika Skripsi. Have fun..

1. Pengajuan Judul

Pengajuan Judul Skripsi

 

Mengajukan judul merupakan keadaan pertama yang harus kalian hadapi. Sebelum benar-benar bertemu dengan Skripsi, kalian akan mengalami proses pembuka untuk lebih mengenal diri kalian di pengajuan judul ini.

Kebanyakan, mahasiswa/i selalu berasumsi untuk memilih judul yang itu-itu saja. Dalam artian, ketika melihat seniornya bisa lulus cepat dengan judul A, maka akan dengan mudah seorang mahasiswa/i berasumsi untuk mengambil judul dengan tema yang sama, tapi konsep atau perlakuan yang berbeda.

Apakah salah jika kalian melakukan itu? Kan itu tujuannya juga supaya bisa lebih cepat selesai kuliahnya. Tidak akan ada yang menyalahkan jika kalian mengambil judul yang memiliki Tema sama dengan senior kalian tadi, tapi percayalah akan ada kesulitan yang akan kalian hadapi ketika kalian tidak menguasai itu.

Gini, menentukan judul itu sama dengan menentukan arah akan ke mana kalian mendalami materi kuliah kalian. Misalnya kalian mahasiswa Pertanian, tentu akan membahas tema yang bisa diaplikasikan ke masyarakat, mampu meningkatkan hasil dan lain-lain. Mungkin kalian mahasiswa Keguruan, tentu kalian harus menemukan cara bagaimana mengajar yang baik, menerapkan aplikasi ke siswa/i supaya lebih mudah menerima pelajaran dan lain-lain.

Apakah segitu rumitnya menentukan Judul? Jawabannya TIDAK. Saran Pangeran, untuk menentukan atau menemukan judul, ada baiknya kalian kenali diri kalian. Bidang apa yang sekiranya kalian mampu dan itu patut untuk dikembangkan. Karena, banyak mahasiswa/i terjebak dengan judul yang sebenarnya mereka gak suka dengan materi itu.

Bukan cuma itu, bahkan terkadang ada yang berpikir “Yang penting LULUS.” Kalo pola pikir kalian seperti yang Pangeran sebutkan barusan, hidup kalian setelah itu tidak akan semudah kalimat itu.

Pangeran percaya, setiap orang punya potensi masing-masing yang sebenarnya jika ia gali potensi itu, akan menjadi sesuatu yang besar. Inilah keadaan awal yang harus kalian mantapkan supaya selama menjalani prosesnya nanti, kalian siap dengan keadaan selanjutnya.

Saran dari Pangeran, terapkan teknik CTPP (Cari, Tentukan Potensi dan Pilih). Jika kalian menerapkan teori sederhana ini, Pangeran yakin kalian akan siap menghadapi keadaan selanjutnya. Tapi, jika di tahap ini kalian gagal atau belum berhasil menentukan arah kalian seperti apa? Besar kemungkinan kalian harus kuat dengan jutaan krikil di jalanan.

2. Proposal

Proposal Skripsi

 

Setelah kalian sudah mantap dengan JUDUL, maka kalian akan mengalami keadaan selanjutnya, yaitu PROPOSAL. Proposal itu, seperti pengajuan judul untuk dijadikan SKRIPSI. Jadi, di keadaan ini kalian akan dihadapkan dengan 2 poin tambahan, yaitu Revisi dan Penguatan Latar Belakang.

Biasanya, penulisan proposal memang tidak serumit Skripsi dalam bentuk utuh. Proposal ini gunanya untuk membuat kalian untuk yakin dengan apa yang ingin kalian dapatkan dari judul yang kalian pilih. Biar gampang, Pangeran kasi contoh aja, ya.

Misalnya judul kalian “Pengaruh Smartphone Terhadap Kecerdasan Anak-anak Sekolah Dasar.” Nah, judul inilah yang harus kalian pertahankan di Seminar Proposal nanti. Supaya, kalian segera dipertemukan dengan Skripsi.

Untuk bisa mempertahankan itu, kalian akan diminta Dosen Pembimbing untuk membuat Proposal yang isinya lebih kepada apa yang melatarbelakangi kalian memilih judul ini untuk dijadikan Skripsi.

Gampangnya, hal mendasar apakah yang membuat kalian memilih judul yang ingin kalian ajukan. Nah, dari situlah kalian harus membuat latar belakang sekuat mungkin dengan didukung hasil penelitian orang lain, baik dalam bentuk Jurnal, Skripsi, Thesis, ataupun Buku.

Ini proses yang lumayan sedikit menguras waktu, tenaga, dan pikiran kalian. Kalian akan diminta membuat sebuah latar belakang dengan seluruh kemampuan kalian, dan kemudian akan direvisi oleh Pembimbing. Sungguh, revisi adalah tahap paling menguji kesabaran kalian, nanti akan Pangeran jelaskan di poin selanjutnya.

Pada dasarnya, Proposal adalah keadaan kedua yang akan mulai menguji kesabaran kalian dalam tahap 10%. Jadi, ketika kalian sukses di Proposal dengan melalui Seminar Proposal, artinya kalian siap menuju keadaan selanjutnya.

3. Penelitian

Peneltian untuk Skripsi

 

Proposal sudah selesai dan kalian sudah semakin dimantapkan dengan saran dari penguji dan dukungan dari pembimbing. Inilah saatnya kalian masuk ke tahap yang mulai sedikit berat dan percayalah, ini akan berlalu.

Ketika selesai seminar Proposal, maka kalian akan lanjut untuk melakukan Penelitian dari Proposal yang sudah kalian seminarkan dan pertahankan sebelumnya. Kalian akan terjun ke dunia yang ngeri-ngeri sedap. Yoi, ngerinya dua kali, sedapnya cuman sekali.

Masuk dalam keadaan Penelitian ini, kalian akan dituntut untuk melakukan semua hal sesuai dengan proposal yang sudah kalian ajukan. Jika terjadi kesalahan selama penelitian, ada dua kemungkinan yang terjadi : Pertama, kalian akan mengulang dari awal. Kedua, kalian akan lanjut dengan cara yang entah bagaimana untuk bisa membuatnya tetap lanjut.

Selama menjalani Penelitian, ada 2 hal yang harus kalian pegang : Ketelitian dan Kejujuran. Jika kedua hal itu tidak kalian pegang dan tanamkan dalam hati. Percayalah, segala kesulitan akan datang bertubi-buti. Mungkin tidak langsung saat itu, tapi nanti. Pada waktunya.

Setelah proses penelitian selesai, kalian akan lanjut untuk mengolah data penelitian. Mengolah data ini biasanya dalam bentuk angka. Jadi, mau bagaimanapun kuliah kalian, keknya tetep ketemu ama Matematika deh. Jadi, jangan benci pelajaran ini, cukup nikmati aja.

Pada tahap pengolahan data inilah yang akan membuktikan dan sekaligus menjadi sebuah keputusan tentang kabar Skripsi kalian. Hasil Penelitian adalah jawaban dari judul yang sudah kalian pertahankan di Proposal. Apakah hasil penelitian kalian lebih baik atau justru malah menjadi tidak ada pengaruhnya.

Apakah jika tidak ada pengaruh dari perlakuan di penelitian akan membuat mengulang kembali untuk menemukan judul baru?

Kalau kalian berpikir seperti itu. Bisa benar, bisa salah. Nah, Bisa salah jika memang data yang kalian amati hasilnya seperti itu dan tentunya kalian sudah melakukannya dengan benar sesuai prosedur. Bisa benar, jika kalian tidak jujur dan tidak teliti selama penelitian.

Gini, hasil penelitian itu selalu diharapkan memiliki pengaruh dari perlakuan yang kalian berikan. Pangeran kasi contoh paling sederhana, misalnya kalian pengen memberi gula ke dalam secangkir kopi. Penambahan gula adalah perlakuan. Secangkir kopi adalah penelitian kalian.

Jika setelah ditambahkan tidak ada pengaruh perbedaan rasa. Mungkin, karena jumlah gula yang kalian masukkan terlalu sedikit. Atau, air yang di dalam kopi sudah dingin. Sehingga, gula lama larutnya.

Intinya, segala kemungkinan bisa terjadi. Makanya, penelitian adalah poin di mana kalian harus dituntut untuk teliti dengan prosedur, dan jujur dengan angka-angka. Gampangan?

4. Hasil

Hasil Skripsi

 

Nah, ini keadaan yang akan semakin mendekatkan kalian untuk bertemu dengan Skripsi. Jadi, apakah semua proses penjang tadi belum bisa disebut skripsi? Jawabannya Hampir. Itu masih proses menuju Skripsi.

Yang disebut skripsinya ketika kalian sudah menyelesaikan hasil. Inilah keadaan paling berat yang bisa membuat mahasiswa/i seperti yang Pangeran katakan di awal. Berhenti kuliah, Alfa Studi, bahkan hilang dari peredaran dunia perkulihan.

Dari semua proses menuju skripsi yang utuh, Hasil adalah keadaan paling berat yang akan menguji KESABARAN, KETABAHAN, KETANGGUHAN, UJI MENTAL, UJI NYALI dan PIKIRAN kalian.

Biasanya, pada hasil, kalian akan mengalami banyak sekali Revisi (perbaikan) dari apa yang sudah kalian kerjakan berhari-hari. Bahkan, nggak jarang sampai begadang untuk menyelesaikan Hasil ini. Tapi, kalian akan mengalami shock berat setelah melihat hasil kalian dioret-oret oleh pembimbing atas kerja keras yang panjang.

Nah, itu poinnya. Kalian harus siap menerima kondisi apapun, kemungkinan apapun dan percayalah ada pelangi yang menunggu setelah hujan. Kuatkan hati kalian, terima saja pekerjaan kalian yang sudah siang malam harus dicoret-coret. Kenapa? Karena setelah semuanya kalian perbaiki. Percayalah, akan dicoret lagi kalo kalian gak teliti. Hahahaha.

Tapi tenang, tetap usahakan selama Revisi untuk selalu tenang dan teliti. Jangan ada yang terlewatkan, meskipun ada, namanya juga manusia. Usahakan jangan terlalu banyak dan akhirnya kalian akan mendapat ACC (persetujuan dalam bentuk tanda tangan) untuk diajukan ke seminar selanjutnya.

Beberapa Universitas, sistemnya berbeda-beda. Ada dua tahapan yang sering Pangeran temui, tapi jika ada tambahan, silahkan masukkan di komentar, ya. Biar diupdate.

1. Seminar Proposal > Seminar Hasil > Ujian Skripsi.

2. Seminar Proposal > Ujian Skripsi (Seminar Hasil digabung).

Jadi, tahapan seperti ini harus kalian pehami, supaya kalian siap dalam keadaan apapun. Jika kalian sudah melawati tahap ini. Barulah kalian dipertemukan dengan namanya Skripsi.

5. Revisi

Revisi selama Skripsi

 

Sengaja keadaan terakhir ini Pangeran pisah dari yang lain. Kenapa? Karena, yang sebenarnya bisa membuat seseorang gagal di tengah jalan atau pasrah dengan dunia Skripsi, biang keroknya adalah Revisi.

Sekuat-kuatnya Deddy Corbuzier, tetep aja rambut di kepalanya gak sekuat ototnya. Sama halnya dengan semangat. Revisi itu moment paling membosankan, menjengkelkan, menjomlokan. Serius!!! Ini adalah bagian yang paling Pangeran gak suka.

Gak jarang Pangeran begadang 2 hari tidur cuman 2 jam demi memperbaiki hasil revisian. Tapi, yang terjadi apa? Tetep aja pulang membawa oret-oret yang kadang pengen bilang ‘Pak, Bu, gak capek apa, ngerevisi mulu?’ Hanya saja, hati kadang masih ingin berjuang.

Jadi, Pangeran berharap, kalian yang akan atau sedang menjalani proses menuju skripsi, jangan pernah menyerah pada keadaan yang terakhir ini. Memang, menuliskan ini tidak semudah melakukannya. Tapi, Pangeran membuktikan dan alhamdulillah berhasil.

Jujur, temen-temen seangkatan yang sudah tamat duluan semakin banyak. Sedangkan, Pangeran masih tetep saja mondar-mandir di kampus untuk Revisi. Apa Pangeran pernah prustasi? Jujur, ya : SERING.

Prustasi itu tetap akan kalian alami ketika mengerjakan sesuatu yang sudah penuh semangat dan berakhir pada keadaan yang gak pernah kalian duga, keadaan yang semakin membuat kalian jatuh.

Terus, kenapa Pangeran gak nyerah? Kan temen-temennya yang udah Sarjana duluan banyak.

Karena gue selalu percaya akan ada pelangi setelah hujan. Sederhana. Pangeran percaya, semua masalah itu ada solusinya. Bahkan, masalah yang kadang terlihat sudah tidak ada celah untuk diatasi, tetap pada akhirnya bisa dipertemukan dengan pelangi.Baca juga : Satu Cerita yang Selesai

Memang, dunia Skripsi gak cuman soal bagaimana kalian mengatur waktu atau menemukan judul yang paling keren. Tapi, Skripsi juga memperbaiki sikap mental kalian. Percayalah, orang-orang yang tangguh selama menghadapi segala macam keadaan Skripsi, pada akhirnya akan dimudahkan. Amin…

Pangeran bahkan berkali-kali gagal seminar hanya karena perkara kecil. Jelas bikin Down banget. Hanya saja, Pangeran gak nyerah di situ aja. Pangeran percaya, ketika Usaha dan Doa dilakukan dengan sungguh-sungguh, kemudahan itu akan datang dengan sendiri.

Jadi, apakah sekarang sudah siap melewati 5 keadaan itu untuk sampai di Skripsi? Jawab di komentar ya.

—o0o—

Maaf banget, kalo materi kali ini agak lumayan membuat kalian pusing. Apalagi buat kalian yang masih baru kuliah. Tapi, semua ini Pangeran tulis supaya kalian bisa belajar dan tetap selalu optimis menyelesaikan sesuatu yang sudah kalian mulai dengan susah payah. You can do’it guys..

Sebenarnya, cara paling sederhana yang Pangeran lakukan untuk memperbaiki semangat adalah Orang Tua. Jika sudah mengingat sulitnya perjuangan mereka, sejatuh apapaun rasanya, Pangeran akan kembali semangat dan yakin semuanya akan segera berlalu. Semoga kalian tetap semangat ya..

Terimakasih buat kalian yang sudah mau membaca setiap paragrafnya. Tapi, buat kalian yang membaca poinnya saja, maafkan jika banyak keadaan yang kalian sudah lewatkan. Semoga materi kali ini bermanfaat. Pangeran Wortel Pamit.. See you….

Pangeran Wortel

Blogger dari Kab. Bengkalis. Sukanya ngisi waktu luang untuk buat video, nulis di blog, desain feed instagram #bukanfakta dan kadang suka sendiri di pantai. Salam kenal..

70 thoughts to “5 Keadaan yang Harus Kalian Hadapi Ketika Skripsi”

  1. Kampusku awal-awalnya Seminar Proposal – Ujian skripsi yang digabung sama seminar hasil. Tapi setelah aku dipisah. Jadi berulang2 deh ujianny.

    Aku termasuk mahasiswi yang pas ujian skripsi disuruh ganti metode penelitian di revisi. Yang sebenernya itu adalah Nggak Lulus secara halus. Jika dalam 1 bulan gak bisa ganti metode, ujian ulang.

    Alhamdulillah 2 minggu kelar dengan semangat tinggi. Aku bisa. Pengorbanannya adalah bobot tubuh yang kian cungkring. xixixi. Itu sudah lewat…

    1. Semangat Vin… Pasti bisa kok… 🙂

      Hahaha, tapi alibinya gitu ya Bin. Biar gak terkesan nyesek.

      Wah.. keren 2 minggu kelar. Tapikan bisa sekalian Diet Vin. XD

  2. Pange, ada temenku yang lagi di posisi tingkat akhir kuliahnya eh liat mukanya kayaknya stres gitu nyusun skripsi kasian bener deh kayaknya butuh piknik :))

  3. Mungkin untuk gelar S1 emang sederhana bang. Membuktikan fenomena yang ada berdasarkan landasan teori. Sehingga kita bisa melihat pengaruhnya ketika suatu variabel atau parameter tadi divariasikan. Mungkin untuk yang tingkat lanjut, agak berbeda dan lebih mendalam.

    Nice share by the way!

    1. Tapi, sesederhanapun, butuh kekuatan juga mas Jung. Gak semua orang bisa tangguh ngejalani hal kek gini. Meskipun Skripsi gak sesulit Thesis atau lainnya, tapi tetep aja. Secara personal, mereka harus mantap.

      Nah, bener mas Jung. Untuk Tahap lain, mungkin akan lebih rumit. Jadi, sejauh ini yang gue rasakan, berusaha untuk dibagikan. 🙂

      Makasih mas Jung.. Semoga bermanfaat ya..

  4. baca postingan ini jadi ke inget waktu skripsi dulu, pas tahap pertama kah judul hampir di tolak, terus saja saya debat dan akhirnya dosen mengiyakan judul saya,

    tahap kedua saya sidang skripsi atau bisa di bilang pra skripsi, semua penelitian cuma sampe bab 3 doank, dosen cuma mau tau seberapa pengetahuan kita tentang judul yang di tulis,

    setelah lulus masuk tahap 3 , penulisan skripsi, disini mental mahasiswa hampir ancur ya, you know lah ru, mahasiswa di kerjain oleh dosen, tpi pada akhirnya seminggu sebelum deadline saya di nyatakan, bsa sidang skripsi

    tahap 4 dan 5 sidang skripsi lancar sekali, cuma revisi 5 halaman aja

    dan lulus2

    1. Iya bro. Sama, gue juga sambil nulis juga sambil mengenang perjuangan dulu.

      Nah, soal dikerjain itu, gue juga kenak bro.. Hahaha, serius itu nyesek banget kalo inget. XD

      Tapi akhirnya kelar juga ya.. Nice…

      Nih, contoh juga orang yg sudah berhasil menaklukkan Skripsi.

  5. Hmmm….
    Semua paraghrap nya penting, kebetulan gue gak lanjut kuliah/belum, tapi dilihat dari perjuangan pangeran ini,gue yakin gak ada yg gak mungkin.. Skripsi itu kayak hidup emang, banyak prosesnya, banyak gagalnya, terus aja direvisi. Coba lagi, coba lagi… Intinya emang ketelitian dan kejujuran itu; BENAR. Bahkan dalam dunia kerjapun hampir sama kayak gitu.

    Jadi gimana rasanya udah lulus? Kayak pecah bisul nih kayaknya.. Plooong 😀

    Maaf, paraghrap pertama ada yg typo tuh (lagi di kerjar), hihi

    1. Hem…. XD

      Emangnya kenapa bro, gak lanjut kuliahnya? Yoi, kurang lebih sama dengan cara menjalani hidup. Butuh jatuh bangun juga.

      Rasanya, ya? Ya gitu… Biasa aja,sih. Nggak deng. Seneng bangetlah.. Kek ada yg copot di pundak. XD

      Hehehe. Sorry bro, yang itu kesalahan gue. udah diperbaiki.. Makasih udah ngingetin..

  6. Salam kenal Pangeran 🙂

    Ini postingan pas sekali dengan kondisi saya sekarang yang sedang menjalani proses skripsi. Dan semuanya yang disampaikan tepat sekali, meskipun ada beberapa perbedaan kebijakan di kampus saya.

    Alhamdulillah saya sudah melewati tahap pencarian judul, proposal, dan seminar. Sekarang sedang proses mengerjakan skripsi termasuk di dalamnya penelitian dan revisi yang banyak memakan waktu dan tenaga. Seminar hasil nanti digabung sama sidang skripsi.

    Mohon doanya yaa semua 🙂

    1. Salam kenal Enda… "Kamu udah mengendakan hati Pangeran keknya.." Eaaaaa XD

      Wah… serius?? Alhamdulillah kalo sudah sampai tahap sejauh itu. Tinggal sedikit lagi sampai ke Skripsi tuh.. Ow.. Di kampusmu digabung, ya.. Oke2. Artinya, cuman beda 2 itu aja ya..

      Oke, Pangeran Doakan semoga Enda Lestari segera Lulus dengan Nilai yang baik. AMin…

  7. Whoaaahh pas sekali temanya sama apa yang aku alami saat ini, bang! Sayangnya, dari kemaren-kemaren masih di tahap proposal mulu. Ngga lanjut-lanjut..

    Mau ngga mau, harus siap menjalani semua tahap itu. Dari tulisan ini, sedikit demi sedikit semangatku mulai ada lagi. Hati ini mulai tergerak. Yang membuatku semangat adalah, orang lain aja bisa melaluinya, aku juga harus bisa dong 🙂

    1. Wah.. Jadi nyambung banget dong.. 🙂

      Gini ya Nur. Sekedar berbagi. Sejujurnya Pangeran untuk menjalani proses pembuatan Proposal itu menghabiskan pergantian judul berkali-kali. Dan butuh 1 Semeter untuk meyakinkan Dosen Pembimbing kalo Pangerna siap untuk Seminar Proposal.

      Jadi, Isnanur harus semangat ya… Nah… gitu dong… Kamu pasti bisa..

  8. Kalo gue sih ngga pernah kuliah pangeran.. jadi sangat nggak tau menau soal skripsi.. pangeran adalah org kedua yang ngasi inpo tentang skripsi ini.. org pertama adalah emak gw… dia sering cerita betapa sulitnya nyusun skripsi.. sampe lupa ngurus anak.. haha
    Tapi ada hal familiar nih sama hal2 tentang skripsi ini.. ternyata skripsi itu seperti simulasi kehidupan.. banyak tekanan.. banyak revisi dan sangat menguras mental dan fisik… ngeri-ngeri sedap lah.. tapi jika kita berhasil melewatinya, kita bakalan ketemu pelangi.. bener kan pangeran? Haha

    1. Ya nggak apa2 bg Irwan.. Kuliah itukan soal pilihan. 🙂

      Hahaha, ternyata Emak abang juga galau soal Skripsinya. Jangan lupa abang kasi tulisan ini, biar Emak abang semangat lagi. 😀

      Yoi bg. Gak jauh-jauh sama menjalani hidup. Ada jatuh, ada bangkit, ada menyerah. Semuanya sama seperti kehidupan. Yoi bg… Pelangi = Keberhasilan..

  9. Waduh, masbroo, aku masih kecil jadi belum nyampe skripsi nih, masih ada di tahap awal perkuliahan hehe. Tapi setelah baca kelima tahap diatas kayaknya skripsi itu nggak terlalu susah. Asalkan kitanya bisa sabar, nggak putus asa, dan terus berjuang.

    Setiap poinnya aku baca perlahan-lahan masbro, siapa tahu aku bisa dapat bekal buat skripsiku besok. Ternyata memang setiap tahapan ada tantangannya sendiri ya. Apalagi di tahapan yang ke lima itu paling menguras tenaga, waktu dan kesabaran banget.

    Salut aku sama kamu Masbro, meskipun temen-temen sudah pada sarjana duluan, tapi kamu masih terus berjuang untuk bisa menyelesaikan skripsi. memang sih, orang tua itu senjata yang paling ampuh buat bangunin semangat kita lagi yang sudah mulai loyo. Akhir kata, selamat ya!

    1. Halah, gaya banget lo zam. Mentang2 udah kerja. -_- Yoi, Skripsi itu butuh perhatian. Sama kek dia..

      Emang beneran lo belum Skripsi zam? Nah… bener banget, tahapan ke-5 itu paling menguji banget. Kalo nggak kuat, keknya bisa hilang dari peredaran.

      Terimakasih.. Nah, terkadang kebanyakan orang terlalu pesimis soal kapan dia lulus ketimbang dia mikir sudah pantaskah dirinya lulus?

      Itulah kenapa banyak yg bisa bener-bener berhasil dan bener-bener gagal. So, berjuanglah sebaik mungkin.

      Selamat kembali zam..

  10. Gue jadi semakin takut akan skripsi bang, perasaan dari kemarin nulis tentang skripsi mulu. ganti topik napa bang.

    Kasih judul kaya di ftv "cintaku kecantol skripsi"
    "skripsi judul cinta" haha

    1. Gak usah takut. Semua akan berlalu. Nggak juga keknya. Lo aja, bacanya pas yg Skripsi. Makanya, sering2 baca yg lain. *Malah promosi..

      Gue gak mau menjebak pembaca dengan judul begituan bro..

  11. Ini penting banget pangeran buat gue, karena bentar lagi bakal masuk ke dunia perkuliahan. dengan ketakutan dengan skripsi, padahal ospek aja belum _-

    pengen gue save deh ini artikel, biar gue semangat juga kuliahnya hhe. emang bener sih revisi itu bikin pusyingg, dengar cerita tmn gue juga. haha

    1. Ya, setidaknya lo orang beruntung udah gue kenalkan Skripsi dibanding temen-temen lo nanti. Yang jelas, lo akan jadi lebih tau kalo Dunia Skripsi itu seperti apa. Ya, mungkin sekarang belum berasa pentingnya postingan ini. Tapi, percayalah di masa mendatang, lo akan mengingat ini.

      Baiknya gitu feb. 🙂 Tenang, mudah-mudahan gue bisa jelasin satu per satu untuk lebih detail dan kalian juga ngerti soal Skripsi itu apa aja dan gimana?

  12. Cukup pusing juga membaca postingan pangeran yang satu ini, tapi, tapi gue percaya bahwa postingan dan beberapa point diatas akan berguna bagi gue 2 tahun lagi ke dunia perkuliahan.

    Mental sangat diuji sekali ya, dan juga usaha sama do'a paling terpenting 😉

    1. Hahaha, yaiyalah. Lokan belum kuliah fif. Tapi, percaya aja, nanti lo pasti akan merasa bermanfaat kedepannya karena sudah kenal Skripsi ketimbang temen-temen lo.

      Nah.. makanya siapkan semuanya ya Fif..

  13. Wih recommended banget ni post buat para pejuang pejuang skripsi kek gue bang pang !!
    Yang pertama sebenernya mindset kalo Skripsi itu susah itu salah sih bang. Yang nyusahin sebenernya bukan skripsinya. Tapi dosen pembimbingnya 🙁
    Judul nggak di acc, padahal udah ngendap di ruangan belio selama hampir 1 bulan. Kusedih 🙁
    Malah jadi curhat !!

    Kalo di fakultas gue, kita penelitian dulu baru boleh bikin judulnya, Kalo nggak penelitian dulu takut datanya nggak valid. Soalnya kampus gue, kampus pendidikan. Jadi harus penelitian ke sekolah2 dulu.

    Sejauh ini mentok di Judul. Semoga cepet proposal !!
    Aamin w/

    1. Jos!!! Yaudah, jangan lupa dishare ke temen-temennya ya ka. 🙂

      Nah.. kan gue bilang. Skripsi itu gak susah. Tapi, proses di dalamnya yang membuat susah. 😀 Tenang Azka, nanti gue harap kedepannya bisa menjabarkan satu per satu dari bagian ini. Biar, ya para pejuang skripsi tetep bisa berhasil dalam keadaan apapun.

      Wah… karena pendidikan, jadi Penelitian dulu ya ka? Nambah ni. Gue update deh, enar.

      Semangat Azka. Lo pasti bisa… AMin…

  14. oke, setidaknya ada gambaran tentang langkah membuat skripsi. sepertinya bagian revisi emang salah satu bagian paling ngekiin. kayaknya jarang banget ada skripsi yang bis alangsung lolos tanpa revisi. hmm, kalau dipikir2 bagian nyari judul juga kayaknya agak ribet ya. mantap lah, tips dari orang yang baru lulus! hohohoho

    1. Ya orang sehebat apapun, tetep aja Skripsi harus lewat proses Revisi Jef. Logikanya, ilmu terus berkembang, jadi semuanya juga harus disesuaikan dengan perkembangan itu sendiri. Biar penelitiannya sejalan sama kemajuan ilmu teknologi. Jadi, Revisi itu harus, tujuannya juga gak akan menyusahkan mahasiswa (bagi yg ngerti) Karena, sejatinya revisi Pembimbing yg banyak, akan memperkeci kemungkinan timbul banyak pertanyaan saat sidang.

      Jadi, nikmatilah proses Revisi untuk mendapatkan Skripsi yang berkualitas. BUkan soal seberapa cepat Skripsi itu selesai.

      Semoga bermanfaat ya..

  15. Alhamdulillah saya sudah melewati itu semua dengan muka riang gembira meskipun sedikit dipaksakan. Yah namanya skripsi emang butuh perjuangan bro mulai dari dosen yang bisa ngilang tiap waktu sampai dosen yang bisa menghentikan waktu juga ada.

    Intinya masa skripsi itu asyik, banyak hal bisa diceritain buat yunior atau teman seperjuangan. Saya jujur untuk urusan revisi saya gak bawa beban malah lebih nyantai karena dosbim saya mempercayai saya lebih berimprvisasi tentang penelitian saya.

    Kalau bicara susahnya itu yah pas di sidang bro, disitulah masa-masa tabungan saya cepat habis dan pikiran jadi drop abis kalau sudah presentasi pas sidang berakhir

    1. Dipaksakan ya mas?? Terkadang, urusan sukses perlu sedikit pemaksaan, biar sadarnya cepet. Gak kelamaan tidur. Bener gak mas? XD Kalo soal Dosen ngilang, gue udah katam mas.. XD

      Nah… Sebenarnya kalo semua orang punya pemikiran sama seperti mas Bimo, besar kemungkinan Skripsi itu gak sesulit yg terlihat. Bener gak mas?

      Hahaha, iya juga ya mas. Banyak pengeluaran di situ. Kalo pikiran mah, jangan ditanya. Gue aja beberapakli blak. XD Tapi, tetep optimis dan yakin bisa memberikan yg terbaik. 🙂

  16. Jadi penasaran gimana rasanya. Ini tuh sama aja kayak anak lelas 10 ngeliat ujian praktek kelas 12 itu ribet. Tapi kenyataannya malah ga sesusah yg dipikirin kok. Soalnya kan udah nyicil-nyicil buat nyiapinnya.

    Kadang emang ortu itu jadi penyemangat kalau kita udah mulai jenuh atau bosen.

    1. Masih sekolahkan? TUnggu aja ya Nad. Nanti pasti merasakan. 🙂 Nah.. sebenarnya hampir sama konsepnya gitu nad. Jadi, selamat bersenang-senang.

      Banget… Sering gue lemes dan serasa dicharger lagi kalo denger suara dan optimisme mereka.

  17. Kebetulan masa skripsiku juga sudah lewat. Lalu masa masa yang paling aku kenang di masa kuliah kemarin ya … skripsi.

    Terutama pas nentuin judul. Sampe ngubek ubek perpustakaan kampus, cari materi yang jarang dibahas orang tapi penelitiannya nggak terlalu susah. Selain itu, dapatin objek penelitiannya juga.

    Lalu masa yang sedih itu waktu revisi. Siap siap bye bye sama dosen pembimbingku yang baik banget.

    1. Ya.. ya… ya… Begitulah masa yang paling menyenangkan. Di awal selesai dapet gelar, gue ngerasa bebas banget. Tapi, makin ke sini gue ngerasa kalo gue itu mulai kangen kampus. XD

      Hahaha, semua kenangan itu begitu pekat di hati gue cha.. Serius! Jadi makin kangen.

  18. aku bukannya g siap skripsian her, tapi udah g jamannya lagi #eeaaaa #udahlulus #byemasakuliah

    kalau flashback masa skripsi, aku jadi inget ngajuin judul sampai 3 kali, soalnya yang 2 kali ngajuin ditolak her.. hiks. masa-masa bimbingan juga, bimbingan sama dosbing 2 berakhir dengan ketidaksukaan beliau padaku. sedih her.. aku sempet stres gara2 dia terang2an bilang kalau dari semua anak bimbingannya aku yg paling rendah.

    pengalaman ngerjain skripsi tuh heboh2nya pas pengajuan judul sama proposal, setelahnya kayak santai gitu, ngerjain bab bab selanjutnya lebih santai ketimbang pas awal-awal mulai. pas penelitian juga gitu, enak banget ngerjainnya.

    1. Ceileh….. Sombong bener lo pit.. -_-

      Hahaha, gue lebih malahan pit. XD Waduh… sampe segitunya ya dosen pembimbingmu pit. Sabar ya..

      Gue sih, gak ada yg santai. Semuanya butuh proses. Dan itu rumit. 😀

  19. Aku baca poin 1 2 3 kemudian ngeri ngeri sendiri.. ngerinya dua kali, skripsinya belom pernah hahaha.
    Tapi lebih susah milih judul apa milih jodoh pange?

    Aku baru tau, kalau udah milih judul harus ada seminar proposal. Kalau dalam tahap pernikahan, ini semacam lamaran gitu kah?

    1. Serius belum pernah skripsi Laili? Yaudah, sini Pangeran pandu… XD

      Milih kamu lebih gampang keknya. XD

      Ya….ya… Ini kenapa dikait-kaitkan sama nikah??? -_-

  20. Aku siap gak ya, entah deh. Tapi kalau sudah yakin mau lanjut ke perguruan tinggi siap gak siap pasti ya menghadapi apa yang namanya skripsi.

    Gak bisa ngebayangin jiwa dan raga mahasiswa itu semuanya bakal tercurah ke skripsi. Benar-benar menakutkan deh. Kalau misal menyerah gitu kan ya percuma, padahal sedikit lagi selesai tinggal menyingkirkan batu yang bernama skripsi. Tapi batunya gede kek batu kali.

    Eh, Pangeran jurusan pertanian ya? Samaan dong sama Melody jeketi48, sekarang dia baru masuk sidang penelitian sih. Berarti tahapannya masih panjang banget ya.

    Ya udah deh, kapan wisuda nih, ditunggu fotonya pake toga.

    1. Harus siap ki, kalo memilih lanjut ke Perguruan Tinggi. Ya, mau atau nggak, harus siap.. Gampang kok!!!

      Jangan dibayangan, nanti dirasakan. 🙂 Sebesar apapun batunya, kalo dihancurkan pelan-pelan dan dipidahkan akan habis juga ki.. Jadi, semua tetap bisa..

      Yoi… Iya, dia kemaren ada Foto sama Temenku yg kuliah satu kampus ama Melody.. Ow… masih lama itu..

      Ditunggu aja updatennya ya ki..

  21. Baca ini jadi sedih inget skripsi gue cuekin udah berapa bulan :")

    Kalo di kampus gue prosesnya judul, proposal, hasil, dan terakhir kompre (sidang).

    Well, saran gue buat kalian yang (akan) menempuh skripsi harus cinta dan paham tentang judul skripsi yang akan kalian ajukan jangan menang keren judul tp blm bisa nyelesainnya dan dibuat bingung sendiri 😀

  22. Gue masih di pengajuan judul seminar proposal nih, doakan lancar ya pangeran. 🙂

    Materinya lengkap banget, saking lengkapnya setiap huruf nggak ada yang kelewat satu pun, postnya bermanfaat banget. 🙂

    Thanks udah nulis artikel tentang ini ya.

    1. Biar pembacanya juga gak ngerasa digantungin muth.. Jadi, harus lengkap.. Silahkan..

      Semangat ya buat pengajuan judulnya.. Semoga dimudahkan… Sama-sama, semoga bermanfaat.

  23. Asyik, dah. Siap-siap aja post ini jadi popular post di blog ini. Pasti banyak dicari. Huehehe.

    Gue mah belum tau apa-apa soal skripsi. Baca ini buat pengetahuan aja, karena suatu saat nanti gue juga bakal bertemu dengan keadaan itu. Kapan-kapan gue baca ulang deh ke sini. 🙂

  24. Omaigaaaat. Sebagai mahasiswi yg masih duduk di semester 3, baca ini sampai habis bikin aku deg degan penasaran, Pange 🙁 Hahhaaa :'D

    Apalagi pas baca di poin penelitian. Aku baru paham tentang itu. Nggak kebayang gimana jadinya kalo ada kesalahan dalam penelitian yg kita lakukan. Huuuhu

    Selain ngerasa deg-degan, baca ini bikin aku lebih mempersiapkan diri. :))

    Semangatnya Pange nih kereeen. Tetep berusaha, pantang menyerah. Prustasi dikit ya wajarlah. Manusiawi kok.
    Wisudanya kapan Pange?

    1. Jangan kaget gitu lan.. Hahaha, sampai habis lan? 😀

      Begitulah pentingnya selama Penelitian gak main-main atau becanda. Karena, niscaya akan nangis darah kalo disuruh ngulang penelitian. XD

      Nah.. harus gitu lan… Semangat ya..

      Makasih ya lan.. Kamu juga keren.. 🙂 Wisuda mudah-mudahan Mei ini lan.. 🙂

  25. Memang artikel ini penting sih, karena sekarang gue masih baru masuk kuliah. Itu artinya gue masih menjalani semester pertama sebagai mahasiswa. Tapi postingan ini akan gue save, dan gue yakin 2-3 tahun kedepan, postingan dari lo ini, sangat bermanfaat gue di masa depan.

    Nentuin judul skripsi yang tidak bisa kita kembangkan, sama seperti memaksa diri sendiri melakukan yang tak bisa dilakukan. Bener banget, cari judul yang memang sesuai dan bisa kita kembangkan secara mandiri. Dan, yang paling gue takuti selama ini adalah bagian revisinya.

    Selama ini banyak netizen di internet, melalui meme hiburan, mengungkapkan kekesalannya tentang revisi skripsinya yang tidak pernah kelar. Semoga gue yakin, dunia perkuliahan gak seserem yang gue bayangkann.

    1. Alahamdulillah bro. Harapannya emang gitu, sih. Supaya para pejuang Skripsi gak pesimis sama semua kisruh di dalamnya. Makasih ya udah mau save. 🙂

      Nah, bahkan sering banget ada yg memaksakan diri untuk tetep jalan. Nanti, di akhir baru nyesel. Makanya, boleh saja penelitian baru, tapi kitanya harus punya kapasitas di bidang itu.

      Itu cuman teori aja bro. Kalo lo emang kuliahnya serius, Skripsi gak males-malesan, yakin aja bisa cepet. Good luck ya bro..

  26. Sumpah, postingan ini bisa gua jadiin referensi buat dibaca sama temen-temen gua yang lagi ribet sama skripsi. Keren postingannya 😀

    Menanam mindset bahwa "skripsi itu tidak sulit" adalah poin utama, karena dengan mindset itu, semestinya kita ngga akan mentok di tengah jalan. Sayangnya, mindset itulah yang gua yakini waktu awal gua ngerjain skripsi. Alhasil, butuh waktu dua semester sendiri untuk gua meyakinkan diri sendiri bahwa gua bisa mengerjakan itu. Setelah yakin, gua memantapkan diri di semester berikutnya.

    Penentuan judul itu penting banget, karena akan menentukan arah skripsi ke depannya. Apalagi saat ini udah banyak bermunculan judul-judul penelitian, sehingga kita harus memutar otak biar penelitian kita berbeda dengan yang lain.

    Di kampus gua, malah ngga ada seminar proposal. Prosesnya cuma pengajuan proposal, penelitian, dan sidang skripsi (plus sidang materi komprehensif). Emang tahap revisi itu paling membuat emosi campur aduk, karena coretan dosen pembimbing adalah harga mati, padahal kita udah jungkir balik menyempurnakannya. Dan bener banget, biasanya yang membuat orang gagal di tengah jalan, biang keroknya adalah revisi.

    "Skripsi juga memperbaiki sikap mental kalian" –> ah, ini bener banget. Semua perjuangan akan terasa manis kalo akhirnya kita udah berhasil menaklukkan skripsi dan dapet gelar sarjana 😀

    1. Wah… Jangan lupa dikasi temennya ya yu. Biar yang lain juga bisa semangat.. Maasih kerenny. 🙂

      Nah.. bener banget yu. Kadang pengen beda, tapi gak tau konsepnya gimana, ngapain aja, dll. Intinya, boleh buat sesuatu yg beda, tapi harus punya kapasitas di bidang itu.

      Serius?? Wah.. enaklah yu. Hahaha, yoi, menguji banget semuanya. Luar dalem, mental semangat dll. Tapi, tetep harus kuat. Karena itulah proses.

      Yoyoi… Gue setuju bgt sama kalimat itu. XD Nah… Takaran kebeberhasilan itukan Ending, jadi harus semangat terus ya yu.

      SEMANGAT!!!

  27. harunya ada satu lagi ru yaitu siap di obrak-abrik perasaannya sama dosen pembimbing haha

    gue rasa proses-proses itu nggak mungkin bisa segampang yang kita gambarkan kepada calon skripsier (orang yang lagi skrispi) soalnya mereka otaknya udh ketutup duluan sama ketakutan mereka sendiri. sama kayak gue dulu.. haha malah curhat

    1. Hahaha, itukan Ending aja bg.

      Ya, sejatinya gitu bg. Tapi, paling nggak mereka yg belum atau sedang menjalani proses ini tau harus apa yang mereka lakukan. Bener gk, bg?

      Gue sih, nggak bg. Sejak awal sih positif aja. Karena penelitian gue emang tentang sesuatu yg gue suka. So, i am have fun..

  28. Argghhhh, males mikirin sekripsi. sudah cukup gue mengalaminya sekali. gue bertemu dengan dosen yang enggak enak, nilai gue jelek. ipk gue turun. gagal cumlaude. hiksss!!

    next thesis aja dah sama diserttasi ngomonginnya.

    tapi bener kata pangeran, semangat tuh naik turun. akan ada pelangi sesudah hujan. memang, setelah skripsi beres rasanya tuhh…. makin gelisah. nyari kerja pangeraaannn!

    tapi gue bersyukur, akhirnya gue sarjana juga. walau skripsi gue tertatih tatih.

  29. Terima kasih bang buat tulisannya, saya jadi semangat lagi ni..
    Untuk saat ini saya masih proses pengerjaan proposal skripsi, banyak banget yg harus direvisi, soalnya dosen pembimbing saya terkenal teliti kalo soal bimbingan, sampai sampai saya disuruh ganti judul, tapi saya gak mau semudah itu buat mengganti, sya masih mengusahakan berargumen untuk mempertahankan judul awal saya, mau dibilang keras kepala saya sudh gak perduli intinya saya berusaha dulu buat mepertahankan dan konsisten judul awal saya, dosen pembimbing saya juga mengatakan sebenarnya kmu sudh paham sma penelitianmu cuma cara penyampian mu aja yg masih buram, sehingga ibu tidak terlalu mengerti..

    Nah kira kira ini dosen pembimbing saya apakah hanya ingin mengetes kemampuan saya? Smpe dimana saya memahami judul saya, atau kah saya harus mengganti judul lagi? Karena sejujurnya saya paham banget sma judul asli saya, kalo buat judul baru lagi maka saya akan belajar lagi dri awal..

    Minta sarannya donk bang? Oiya saya imsan dari samarinda, saat ini saya kuliah di universitas mulawarman samarinda, sya saat ini sedang menjalani semester 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *