Selamat Hari Pendidikan Nasional 2014

Sebagai seorang mahasiswa yang
baik, tentunya hari Pendidikan Nasional adalah hari dimana banyak orang
menyuarakan apa saja yang mereka rasakan terhadap perkembangan di dunia
Pendidikan, entah itu dalam bentuk dukungan terhadap Pendidikan, ataupun dalam bentuk
komentar yang manis hingga yang pedas untuk dunia Pendidikan.
Terus bagaimana Pendidikan di
Indonesia menurut Pangeran?

Soal pendidikan ya, gue sendiri
masih belumlah pantes jika ditanya soal pendidikan, masih banyak orang yang
berkuasa yang mampu menjawab pertanyaan itu. Tetapi pada dasarnya pendidikan
adalah tiangnya negara, yang menjadi faktor negara itu akan maju terus atau
berjalan ditempat.
Selama ini, yang gue ketahui
tentang pendidikan di Indonesia ini sangat baik ya, maksudnya presiden kita
sudah melakukan pemerataan yang baik, meskipun belum benar-benar merata, tapi
sebagai seorang mahasiswa, gue salut sama Bpk. Susilo Bambang Yudoyono, yang
terus membangun negeri dan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dan
tentunya lebih berkembang.
Banyak sekali rasanya
program-program yang telah dibuat beliau, tetapi banyak juga yang gagal, bukan
kesalahan Presiden, tapi sebenarnya itu kesalahan dari para oknum yang sudah
mendarah daging di negara kita, sudah tidak asing lagi “KORUPSI” meskipun hanya
6 karakter, tapi mampu membuat negara kita miskin, keluarga tidak mampu menjadi
menderita.
Bukan itu yang seharusnya kita
bahas setiap hari, hampir setiap waktu pasti ada media yang membahas tentang
KORUPSI, mengapa ini harus di Indonesia, apakah karena kami tidak pantas
mendapatkan pendidikan yang dikatakan layak. Meskipun demikian, gue sendiri
hingga saat ini masih optimis terhadap apa yang telah berkembang di dunia
Pendidikan kita.
Dulu Irian Jaya sangatlah sulit
mendapatkan pendidikan, tapi saat ini sudah banyak anak Irian mendapat
pendidikan dan menjadi orang-orang penting dalam sebuah perusahaan,
entertaiment, dan sebagainya. Walaupun itu masih belum merata, kita harus tetap
optimis bahwa pendidikan di Indonesia akan terus mambaik.
Lima belas tahun yang lalu, gue
sendiri bukanlah orang yang pintar, jangan mengerti, untuk mengenal Komputer
saja, gue membutuhkan dana puluhan juta jika ingin memiliki benda yang bisa
menghubungkan kita dengan siapapun, dengan semua kemudahan yang diberikan. Tapi
gue optimis untuk terus belajar dan belajar, meskipun kalo ujian masih
pura-pura nanya soal sama guru, padahal gak ngerti sama pertanyaanya dan gak
tau mau jawab apa. #ModusYangBuruk
Dulu gue juga dilahirkan dari
pendidikan yang minim, setiap ngeliat komputer katrok banget, pengen megang,
pengen meluk, pengen dimakan juga kadang. Tapi waktu itu iklan mulai lapar
belum ada. Berawal dari semua keterbatasan itulah gue mempunyai optimisme untuk
merantau setelah tamat SMA ke Kota Pekanbaru.
Rasa canggung, takut, dan gak
yakin selalu menyelimuti gue, syukurnya orang tua gue selalu memberikan
optimisme yang hebat untuk membuat gue bisa bertahan serta mampu mengahadapi
semua yang ingin gue capai.
Kita juga jangan lupa mengucapkan
terima kasih kepada Ayah dan Ibu kita yang telah berusaha membuat kita
mengenyam pendidikan, meskipun mereka tidak merasakn itu, makanya kita harus
membuktikan bahwa kita bisa membahagiakan mereka dengan kita memahami dan
serius untuk mendapatkan pendidikan.
Percayalah, dengan pendidikan,
kita bisa mengenal dunia lebih dari apapu, kita bisa mengenal siapapun, dengan
pendidikan kita bisa kemana saja, dan dengan pendidikan juga, kita bisa
membahagiakan orang-orang yang kita sayangi.

Kata bijak kali ini “Pendidikan
mengajarkan kita mengenal dunia secara lebih dekat.” Heru Arya

Terima kasih buat yang sudah
membaca hingga habis tulisan ini, semoga ilmu-ilmu ini bermanfaat buat kalian
dan semua orang, sekian dari gue, salam Wortel. 🙂 

Heru Arya

Blogger kelahiran Bengkalis yang sudah jadi mantan Mahasiswa Pertanian. Sekarang sedang sibuk diam biar punya banyak emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *