Blogger atau Youtuber?

Sejak dua minggu kemaren. Gue jadi
dilema banget sama tujuan gue selanjutnya. Antara mengikuti yang sedang ramai
jadi perbincangan atau justru gue tetep fokus dengan tujuan yang mau gue
dapetkan selama ini. Kedua hal antara hati dan pikiran gue sedang saling
memberontak. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk fokus menjadi satu pilihan
yang akan gue pilih di akhir post ini.
—-o0o—-
Akhir-akhir ini, gue ngerasa
menjadi blogger bukan waktu yang sebentar. Membuat semuanya menjadi
sampai saat ini juga, bukan perkara mudah. Belum lagi harus menjadi konsisten
dalam berbagai hal. Itu yang mengharuskan gue memilih. Kalo difikir, sebenarnya
gue itu udah lumayan lama di dunia blogger ini. Sejak SMA pada tahun 2010 gue
udah kenal blog. Hanya saja, gue belum tau saat itu apakah blog bisa menjadi
salah satu pilihan yang tepat buat hidup gue nanti? Namun, pertanyaan itu
terjawab begitu saja. Gue sekarang bahkan sudah menjadi bagian penting di
Komunitas Blogger Personal di Indonesia.
Belum lagi, dua penghargaan yang
gue dapatkan selama 2 bulan. Prestasi yang sejatinya gak pantas membuat gue
mengeluh, malas atau bahkan meninggalkan dunia blogger. Meskipun, pada
kenyataaanya, gue sempet mengalami jatuh bangun di dunia blogger. Dari urusan
keuangan, waktu, dan banyak hal lain yg gue korbankan di luar layar laptop yg sedang
menampilkan Tulisan Wortel saat ini.  
Masalah, tantangan, ejekan,
jomloan. Yang terakhir anggap aja gak kalian baca.  Semua kondisi itu terus membuat mental seorang
Heru Arya menjadi begitu kokoh. Gue udah ngerasa seperti mimpi di siang bolong.
Punya pembaca dan viewer blog tembus ratusan ribu itu, dulunya tak ada terbenak
punya impin sejauh ini.
Tapi, begitulah hidup. Sesuatu
yang kalian jalani ketika kalian konsisten dengan apa yang kalian kerjakan,
kalian pasti akan mendapatkan sesuatu dari konsistensi itu. Banyak orang yang
menilai gue Aneh. Haters di luar sana juga banyak. Meskipun, kalo dipikir gue
bukanlah siapa-siapa. Tapi, selalu saja ada orang yang tidak suka dengan
karakter yang gue ciptakan. Seperti contohnya gue menamai diri gue sebagai
Pangeran Wortel. “Yoi, awalnya ini terkesan maksa banget.”
Hanya saja, kalo gue gak pernah
konsisten dengan karakter gue ini? Apakah kalian akan kenal siapa Pangeran
Wortel? Ya, mungkin kenal. Karena nama Pangeran Wortel sudah pernah menjadi
judul sebuah buku. Nah, di sini bukan artinya gue mengaku-ngaku dengan karakter
yang gue buat. Hanya saja, kalo blogger personal tanpa karakter. Percayalah,
kalian akan mati di tengah jalan.
Ada segenlit orang gak suka
dengan karakter gue. Mereka gak suka untuk menganggap gue adalah seorang Pangeran
Wortel. “Ah… ini udah gue lalui 6 tahun yang lalu.” Gue udah bodoh amat
dengan bacotan gak penting seperti itu. Secara, mereka yang gak suka sama
karakter ini, gue gak rugi kok. Emangnya, kalo mereka gak suka, kepala gue
ilang? Atau tangan gue ilang? “ENGGAKKAN??” Haters itu kayak bumbu. Gak seru
aja, dalam hidup semuanya suka. FLAT banget rasanya kalo gitu.
Gue emang butuh orang yang gak
suka sama karakter ini. Tujuannya apa? Supaya mereka menyesal suatu saat nanti.
Ya, meskipun kebanyakan sok tetap tegar dan mampu untuk bertahan dengan
sikapnya yang masih saja merasa “Aku jijik dengan panggilan itu.” Sekali lagi,
ini cuman bumbu buat hidup gue untuk jadi lebih berwarna. Percayalah, dari 100%
orang di dunia ini, akan ada 30% menjadi haters dalam hidup kalian. Gak
memandang mereka kenal atau tidak. Bahkan, dulu temen-temen gue di kampung
selalu membuat gue jadi bahan guyonan mereka karena suka share postingan yang
mereka gak pernah baca ditambah lagi karakter Pangeran Wortel. “Aslinya, gak
gampang membuat karakter itu. Harus kuat mental guys.”
Contoh terdekat ketika
blog Tulisan Wortel ultah untuk pertama kalinya. Gue membuat GA sederhana berhadiah pulsa. “Apa yang menarik dari GA itu?” Gak ada yang ikutan. Karena
gak ada yang ikut, beberapa minggu kemudian, gue pulang ke kampung. Temen-temen
sekampung gue ketika ketemu gue bilang “Eh,eh. Ada Pangera Wortel dateng…”
Gak selesai di situ aja, temen
yang lain menambahkan “Jangan gitulah.” Sambil menepuk pundak gue “Nanti pasukannya
dateng lho..” Semuanya menertawakan gue.
“ANYING!!!!” Kata gue dalem hati.
—-o0o—-
Terlepas dari semua hujatan itu,
gue tetep bertahan. Gue semakin konsisten, bahkan lebih tepatnya GILA. Bukan
gila beneran. Tapi, GILA POST. Ada salah satu bulan di tahun 2014 kalo gak
salah, gue tembus 31 post selama 31 hari. Artinya, dalam sebulan gue bisa
ngeblog setiap hari. “Anjir!! Gue lega banget rasanya. Pengen peluk Raisa pokoknya..” XD
Hanya saja, nasib masih belum
berpihak ke gue. Pembaca masih segitu-gitu aja. Gue hampir pasrah membangun
karakter itu. Sampai, akhirnya gue memberanikan JOIN di Blogger Energy : Rumah
para Blogger Personal. Satu bulan kemudaian guepun diterima. Semuanya tiba-tiba berubah drastis.
Pembaca berdatangan, baik dari dalam komunitas, maupun dari luar sampai Tulisan
Wortel ultah ke-2 kalinya. Perkembangan yang di luar ekspektasi gue. Belum
lagi, gue sempet kaget gak jelas, melihat view gue per hari tembus 200. “Waw…
ini awal yang luar biasa banget.”
Perjuangan itu gue teruskan, gue
udah mulai memahami makna menjadi seorang blogger yang sesungguhnya. Tumbuh,
dikenal, dan dibesarkan oleh BE merupakan sesuatu kebanggaan gue yang gak bisa
gue jelaskan. Banyak sekali orang di BE berjasa dalam berkembangnya blog ini, apalagi saat dikenalnya karakter Pangeran Wortel. “Terus, masih adakah orang yang gak suka
dengan karakter gue?” Ya banyak bangetlah. Tapi, gue semakin gak peduli dan
semakin gak ngurus sama orang-orang yang gak suka sama gue. Mungkin gue harus
menanyakan kepada mereka satu per satu untuk mengetahui atas dasar apa mereka
tidak menyukai karakter gue? Rasanya gue gak ada merugikan hidup mereka. Gue juga gak perlu membenci mereka. Mungkin, tanpa
sikap mereka yang tidak suka dengan karakter gue ini. Gue juga gak akan jadi
seperti saat ini.
Terutama temen-temen di kampung.
Gue memang udah jarang menemui mereka, tapi, ketika mereka bertemu gue. Seakan
mulut mereka tertambal oleh LEM yang tidak bisa dilepas. Mereka tidak banyak bicara.
Bahkan, mereka malah bertanya “Ru, kalo ngeblog itu gimana caranya? Terus, bisa
dapet apa dari ngeblog?”
Pikiran gue udah jauh dari apa
yang mereka lakukan ke gue dulu. Ya, sekarang gue juga gak perlu menjadi
sombong atau merasa paling bisa. Gue tetap dengan santai memberikan penjelasan
kepada mereka tentang dunia gue. Setelah semuanya mendengarkan. Ya, mereka
berdecak kagum dan salut sama perjuangan gue. “Semoga saja, mereka gak jadi
blogger juga. Biar gue gak ada saingan.” Hahaha, enggak gitulah. Becanda.
—-o0o—-
Hari ini, gue sedang berada di
sebuah perpustakaan terbesar di Pekanbaru, yaitu : Perpustakaan Soeman H.S. Terduduk
berhadapan dengan kumpulan mahasiswi berparas manis dan ditemani instrumen (Christina Perri) A Thousand Years. Enggak, gue gak ngegombal
mereka dengan “Bapak kamu …” Enggak pake gitu. Gue hanya melempar senyum dan
melanjutkan menulis materi ini.
Sebenarnya, keresahan yang gue
ceritakan di opening tadi adalah tentang passion baru gue. Sejak beberapa bulan
yang lalu, gue sering sekali membuka channel youtuber dari para creator
Youtubers di Indonesia. Selama gue nonton, gue selalu bertanya dalam hati kecil gue. “Lo
bisa gak ru? Mereka aja bisa. Kenapa lo gak nyoba?”
Sesaat gue diem dengan pertanyaan
yang timbul dari hati kecil gue. Tapi, setelah mengumpulkan beberapa informasi.
Ternyata menjadi Youtubers itu gak gampang. Gue butuh alat, setidaknya kamera
dengan resolusi yang baik supaya bisa menghasilkan Video yang tidak kotak-kotak
saat dilihat. Setelah berfikir panjang, sebenarnya gue tetep bisa berkarya
dengan Gadget yang gue punya. Secara, resolusi kamera gue udah Full HD. Cuman… gue
dalam projek ini gak bisa sendiri. Gue butuh waktu buat ngedit, nyari lagu,
ngedit lagi, jomlo lagi. Eh, maksudnya gue butuh pengetahuan baru lagi.
Akhirnya, setelah terkumpul semua pemikiran baru gue dan gue memutuskan untuk
tetap menjadi BLOGGER.
Kenapa tetap menjadi Blogger?
Jawabannya simple. NYAMAN. Mungkin, menjadi Youtubers bukan perkara sulit buat
gue (bukan sombong). Hanya saja, banyak sekali pertimbangan yang harus gue
pilih. Gue yakin, ketika gue menggarap satu video. Blog gue akan terbengkalai.
Sehebat apapun gue, tetep aja gue butuh makan, tidur, minum dan istirahat. Dari
pertimbangan itulah, gue akhirnya memutuskan untuk tetap menjadi Blogger.
Mungkin, gue bukan orang yang
pandai tampil di depan kamera. Bahkan, dari beberapa foto yang ada guenya,
malah justru rasanya gue pengen pergi aja dari kumpulan foto itu? Bukan karena
muka gue Mirip Kingkong. Bukan. Tapi, karena gue ngerasa lebih nyaman gue
bercerita melalui tulisan dibandingkan sebuah video. Makanya, Blogger adalah
pilihan gue.
—-o0o—-
Menjadi apa yang kalian suka,
sebenarnya bukan juga pekerjaan mudah. Karena, banyak orang yang bekerja tidak
sesuai dengan apa yang mereka mau atau apa yang menjadi hobi mereka. Tapi,
masih banyak orang di luar sana bertahan dengan apa yang mereka dapatkan.
Mereka berusah menikmati pekerjaan mereka. Bahkan, ada yang awalnya gak suka.
Mendadak nyaman dan menikmati perkerjaan mereka masing-masing. Begitulah hidup.
Gue, dulu rasanya gak pernah
terpikirkan Ngeblog adalah hobi gue. Jangankan itu, kemampuan gue menulis,
mengalisa, mencari materi, boleh dibilang sangat buruk. Tapi, gue berusaha
untuk tetap memberikan yang terbaik untuk pembaca gue. Gue terus belajar,
belajar dan belajar. Dengan siapapun yang menurut gue bisa gue tanya dan mereka
mau menjawab.
Hingga saat ini, gue sudah
menjadi bagian dari orang-orang yang disebut blogger. Ya, sebuah impian gue
yang gak pernah tertuliskan, justru menjadi bagian dari hobi gue saat ini.
Memang, gue bukanlah artis yang populer dengan jutaan followers, tapi gue
yakin. Berbagi adalah bagian terbaik dalam hidup. Gue seneng ketika pembaca
bisa melebarkan kedua ujung bibirnya atau bahkan tertawa geli. Itu sebuah pernghargaan besar banget buat gue.
Di Anniversary Tulisan Wortel
yang ke-3 ini, gue mau ngucapin terimakasih buat kalian yang udah suka dan buat
kalian juga yg udah gak suka sama gue. Tanpa kalian, gue tidak akan pernah
menjadi blogger  seperti apa yang gue
mau. Tanpa kalian, gue juga bukanlah tempat berbagi yang menyenangkan. Tanpa
kalian, ngeblog bukanlah hobi gue. Berkat kalian semua, gue bisa sampai seperti
saat ini. Terimakasih banyak buat dukungannya selama ini. Gue akan terus
berusaha memberikan yang terbaik buat kalian.
Sebelum gue tutup, izinkan gue untuk
memerkan suara gue yang cetar membahana ini. Dijamin aman untuk didengar karena
sudah diuji di IPB dan ITB lho.. Selamat mendengarkan. Jangan lupa Like,
Comment, Share and Subscribe supaya kalian gak ketinggalan post terbaru di
Tulisan Wortel.


Soundcloud  di atas adalah hasil rekaman ke-3 setelah
melalui gangguan yang banyak, dari ibu-ibu jerit-jerit senam pake TOA Masjid.
Ditambah suara manasin mobil. Tapi, setelah perjuangan yg panjang. Akhirnya rekaman
selesai dengan tjakep. Terimakasih sudah mendengarkan.

Sampai jumpa di post selanjutnya.. Bye….

Heru Arya

Blogger kelahiran Bengkalis yang sudah jadi mantan Mahasiswa Pertanian. Sekarang sedang sibuk diam biar punya banyak emas.

80 thoughts to “Blogger atau Youtuber?”

  1. gue juga kadang kepikiran buat bikin vlog gitu karena tiap gue nonton youtuber favorit gue, rasanya gue pengen banget jadi kayak dia. tapi yah cuma sekedar kepengen aja sih, padahal kata Agnes Moica mah dream, believe and make it happen kan hahahahaha cuma untuk saat ini gue masih belum percaya diri untuk itu semua. dan yah, sama seperti lo, gue masih tetep pengen jadi seorang blogger ajah.
    tapi kalau dipikir2 dari sisi lain, lo bisa kok jadi youtuber, lo bisa belajar hal hal baru, lo bisa improve skill lo, yahh coba aja sekali kali bikin, liat pendapat orang orang gimana. lo gak bakal tau kalo lo gak pernah nyoba, right? heheheh

    1. Duh… Samaan jadinya, pengen nyoba jadi youtuber juga ya? Kalo kita kolabirasi gimana? Hahahaha

      Nah.. Nanti tetep gue bakalan buat Vlognya. Bener katamu, coba upload dulu, nanti setelah tau responnya, baru mikir lanjut atau udahan aja. "Lah.. Kok malah jadi baper gini."

      Btw, makasih masukkannya ya.

  2. ooow jadi pilih blogger nie, tapi bisa juga lho kadang2 buat aja postingan video di blog.. kan bisa saling melengkapi, siapa tau malah bagus vlognya.. jadi menarik orang juga untuk liat blog dari vlognya

  3. Keren perjalanannya, dimulai dari banyaknya celaan dari berbagai pihak.. tapi tetep konsisten make nama Pangeran Wortel, bener udah jadi ciri lo bang pang ..
    Dan sekarang udah hampir 3 tahun ada di jalur blogger personal ..
    semoga gue bisa ngikutin jejak lo bang pang ..

    Why Not Both bang pang, jadi blogger sekaligus Youtubers ?? kan asyik tuh, saling promote ..
    ketika bikin vlog kita promoin blog, ketika bikin post kita promoin video kita .. muahahaha
    Gue sih kepikirannya gitu, ini aja masih gerilya ngumpulin personil buat diajakin bikin video web series ..

    1. Iya bro, gue awalnya antara yakin dan enggak. Tapi, gue coba belajar dari banyak-banyak blogger yg sukses, mereka selalu punya nice yg baik supaya pembaca mudah mengenalnya. Alhamdulillah sekarang nama Pangeran Wortel udh jadi nicenya gue di blog.

      Aminn Azka. Semangat terus berkarya ya. Jangan pernah nyerah sama bacotan gak penting.

      Iya juga ya. Nantilah gue coba buat team untuk ngurus Vlog gue nanti. Semoga bisa ya. 🙂 Dan semoga gue bisa liat video lo.

  4. Wah kaget lho ternyata Pangeran ada juga hatersnya.
    Padahal apa yang harus dibenci dari pangeran, sudah lucu, tulisannya keren, jomblo pula..

    Ini bacanya kayak flashback gini ya, dari dulu yang belum ada apa-apanya sampai bisa jadi sukses kayak sekarang. Mungkin beberapa tahun lagi akan ada penulis yang ngebikin buku biografinya pangeran.

    Kalo untuk jadi youtubers kenapa gak dicoba dulu, kalo suka lanjutin kalo nggak ya udah. Soalnya fokus ke 2 hal itu susah.

    1. Hahahaha. Namanya artis baru ki. "Kenapa gue jadi kampret gini ngomong."

      Hahahaha kok bawa2 jomlo ki..

      Aminm ya Allah. Semoga ada yg mau ngebukukan cerita gue ya ki. 🙂

      Sedang nyiapin materi dsn bahan ki. Iya, bener banget. Fokus 2 hal itu gak bisa keduanya sama2 bagus. Pasti ada yg dilebihkan.

  5. Kayaknya Pangeran ini banyak banget hatesnya. Semangat, bang, wortel selalu kuat kok. Jangan dengerin mereka yang menjatuhkan.

    Kalo buat Youtubers, gue mah nyerah. Fasilitas gak ada. Tampang seadanya. Cewek gak punya. Halaah, apa ini 🙁

    Selain ngeblog, gue mulai ngembangin lagi nih, bang. Gue mulai nyoba Podcast. Ayolah, bang, kunjungi soundcloud gue (Kok malah promosi?). Mending nyoba podcast aja bang kalo mau ngembangin blog. Soalnya, gak semua orang suka baca, jadi harus bisa bikin karya yang lebih dari satu media

    Waduh kepanjangan ya

    1. Hahahaha. Kayaknya aja rob. Gue udh bodoh amat rob.

      Cewek gak punya, kenapa malah curhat??? -_-

      Hahahaha. Podcast juga rob. Samaanlah kita. Udh gue follow tu. Awas aja gk difollowback. 😀

  6. gue baru tau blog lu kemaren-kemaren, ru. Tapi gue manggil nama aja ya,udah biasa manggil nama soalnya hhehe.

    kayaknya emang gitu deh ru, sifat manusia. liat ini pengen nyoba, liat itu juga mau nyoba, kalau lu masuk youtube, otomatis dari nol lagi, kalau blog, lu tinggal jalanin doang. Gue juga pernah pengen jadi youtuber, gara-gara sering nonton chanel-chanel kampret, tapi, malu gue didepan kamrea gede banget, ya jadinya mending nulis, kalaupun tulisan gue kampungan, toh gapada bisa ngeliat gue pas buatnya haha.

    so, lanjut lah, ru m/

    1. Wajarlah er. Blog guekan emang blog tempat org nyasar. Hahah. Gak apa2 sih, gue ngerti mana yg haterz sama mana yg friend.

      Bene juga ya er, ngeliat org ngomong di depan kamera itu, keknya gampang banget. Eh, setelah mau dibuat. Malah malu, inilah, itulah. So, gue coba jalani aja dulu..

  7. saya juga pernah pengen jadi youtuber sama seperti youtuber lainnya, tapi kembali lagi saya ke inget pesan dosen saya, kalau mau sukses fokus dulu sama tujuan km sekarang, jangan kelain jalan dan kemana-mana yang ada tujuan sebenarnya ga akan pernah kecapai atau gagal,

  8. Menurut gue sih lebih enak dan gampang ngeblog. Ga perlu banyak peralatan dan modal. Tapi boleh lah sekali-kali bikin vlog kali aja bisa sekalian. Cuma ya bikin vlog susah kalo sendiri, mesti ada team sih.

    Salam kenal dari Bukttinggi

    1. Sebenarnya iya juga bro. Gak banyak alat. Tapi, itukan progres aja, sih. Siapa tau gue bisa buat Vlognya jadi kerenkan.

      Yoi, perlu team yg buat ngurusnya jadi lebih lancar.

      Wah… Urang awak. Salam kenal.. 🙂

  9. "karena gue ngerasa lebih nyaman gue bercerita melalui tulisan dibandingkan sebuah video. Makanya, Blogger adalah pilihan gue." gue banget nih kalimat. Keren.

    Soundcloud??? Hmmmm.. Gue juga jadi Kepikiran main di soundcloud nih.

  10. dan saya mengapresiasi pilihanmu untuk tetap menjadi blogger, mas. dengan adanya blog besar seperti tulisan wortel ini, membuat dunia blogger tidak gampang dianggap remeh. setidaknya, bagi saya yang baru memulai dan mendapat tekanan dr orang lain semacam "untuk apa sih ngeblog2 itu?" saya bisa menjawabnya dengan memberi contoh blog ini.

    1. Asekkkk, gue dikasi apresiasi. *Naik podium*

      Aduh… Blog gue blm pantes disebut blog besar mas. Masih banyak yg perlu dipelajari. Semoga gue terus bisa menginspirasi kalian untuk tetap semangat. Karena, menurut gue, orang yg selalu konsisten dgn dunia mereka, akan ada hadiah di kemudian hari. Percayalah.

  11. Memilih bukan perkara mudah. Memang. Tapi dalam hidup, kita tentu sering dihadapkan pada berbagai pilihan. Sebenarnya, saya juga ingin sekali mempelajari banyak hal. Mungkin tentang photography, pemrograman, atau bahkan menjadi seorang Youtuber.

    Tapi, ada satu hal yang saya pegang sebagai prinsip hidup. Filosofi huruf T. Untuk menjadi huruf T yang sejati dan benar-benar kokoh, yang seharusnya dipanjangkan adalah tangkai huruf yang memanjang kebawah. Bukan dua tangkai atas yang terus dipanjangkan. Sebab jika terlalu lebar, ia akan sulit dikenali sebagai huruf T.

    That's why i like to share good ideas and great story at my blog. :))

    1. Aslinya emang iya, sih mas. BEgitulah adanya hidup. Kita selalu ditakdirkan untuk memilih. 🙂

      Btw, filosofi huruf T itu, jujur gue baru tau dan itu keren. Salut sama filosofinya. "Catet ah…'

      Pilihan tepat mas. 🙂

  12. HIDUP BLOGGER!!

    Ternyata perjalanan mas pang sangat lah rumit di dunia perbloggeran. apalah aku ini yang junior, cuma upil kering dibawah meja warung.*sungkem dulu* :')

    kalo aku jadi temen di kampung nya mas pang mau ngeledek gini ah :
    " Wah ada pangeran wortel dateng, liat dulu sini di belakang nya bawa tuan kentang, putri kol, si daun bawang sama mas tetelan gak?
    Lah malah bikin sop -_-

  13. Wah ngebahas yang akhir-akhir ini sering gue kunjungin, Youtube!
    Banyak ya sekarang youtuber youtuber kreatif yang memasuki ranah youtube. Sekarang liat aja tuh Chandra Liow, Laurentius Rando, Aulion, dll yang masih banyk lagi…

    Tapi disini yang gue peratiin, mereka diatas gak punya blog, gak semuanya ya, yg gue sebutin diatas aja. Mereka lebih fokus nge vlog, fokus ke youtube. Yah dapat disimpulkan kalo hidup itu harus memilih, kita milih A atau B. Yaa gak menutup kemungkinan sih kalo Blogger bikin vlog dan ngeyoutube juga. Intinya pilihan sih pangeran

    Soundcloud nya keren, tjakepppp tsaaaah

    1. Buwanyak banget kalo dibahas fif. Malahan kalo kepikiran gak sempet mau ngitungnya. Dari yang newbie, sampe yang udah populer.

      Yoi, fif. Semuanya kembali ke masing-masing orang. Karena, mengerjakan dua hal dalam satu waktu bukan pekerjaan mudah. Di mata gue, mau milih apapun, asalkan bisa konsisten. Itu udah keren banget.

      Tsaaaaaa. Makasih kerennya fif. 😀

  14. Gue jujur aja baru kenal pangeran, coba kalau gue g ikuta gabung di BE, gue pasti bakal tahu lu lama banget.

    Gue bersyukur, pangeran lebih milih ngeblog aja ketimbang ngeyoutube, kenapa? Soalnya gue semakin kesengsem sama postingan lu dan dari cara lu berinteraksi dengan blogger lainnya. Gue salut sama cara pemikiran lo, yg gue tangkep lo tuh orangnya positif thinking, gue berharap bisa ketularan cara berpikir yg positif itu. 🙂

    1. Hahaha, yuk kenalan lagi. Atau kita ketemuan aja, biar lebih deket. "EH…." 😀

      DUh.. kenapa cuman sama postnya Pangeran aja kesemsemnya. Alhamdulillah, gue selalu berusah berbagi dan membuat semuanya tetap positif thinking. Karena, kadang orang selalu nyerah ngeblog cuman alasan BLANK. Amin… semoga tertular, ya.

  15. untuk bisa konsisten buat ngeblog itu susah banget buat gue pangeran. dan langsung kaget waktu elu bisa nulis satu postingan dalam satu hati. gilee..gilee..gilee

    sebenarnya mau jadi blogger atau youtuber tapi gak konsisten hasilnya udh ketahuan juga. ngeblog aja yaa pangeran hehe. teruss tambah produktif 😉

    1. Gak ada yang susah Feb. Kuncinya niat lo ngeblog itu apa? Kalo gue, niatnya udah beneran jadi tempat curhat. Serius. Setelah ngeblog, gue bakal ngerasa lega maksimal. Makanya, gak ngeblog ngerasa gue terkekang dengan apa yg gue jalani.

      Hahaha, iya Feb. gue ngeblog aja. Gak tau nanti. hahaha. Amin..

  16. kita sama bang, gue juga punya daya tarik sendiri buat jadi youtuber. Tapi entah kenapa, tiap mau ngerekam, eha ada aja nggaguan. Sama kayak tiap mau nulis blog.
    Jadilah sekarang gue nggak mikirin youtuber lg, gue cuma fokus ke satu tujuan gue. yaitu NGEBLOG

    1. Tapi….. lagi-lagi gak jadi, ya. Hahahaha. Kalo gue, sih. Emang belum cukup peralatannya. Kalo udah, keknya bakalan buat. 🙂

      Nice. Yuk, fokus ngeblog, biar semakin banyk blogger personal yang punya nama di Dunia Perbloggeran. 🙂

  17. Eniwey.. Perasaan baru kmren dah message Pangeran masalah "Konsistensi" ini hahaha.. Akhirnya ane nemuin 'sesuatu' yang menjadi acuan ane untuk ngeblog..
    Btw.. Rupanya pangeran juga pernah ngerasain visitor yg bisa bikin nyesek yak XD Pernah pengen bikin channel cover juga sih ane, cuma sadar nggak bisa main alat musik apapun, hahaha.. Cuma modal suara gimana coba wkwkww

    1. Hahaha, iya, ya. Baru kemaren banget. Syukurlah kalo lo udah nemu sesuatu yang buat lo semangat ngeblog lagi. 🙂

      Ya pernahlah. Emang lo aja yg pernah. -_-

      Hahaha, kalo udah gak bisa, ya mau gimana. Gue kira bisa main, tapi gak punya alat. Itu masih bisa dikasi solusi. 😀

  18. Waaaaahh sumpah, aku salut sama ceritanya, Pange. Dari menciptakan karakter, diejek temen di kampung, sampai akhirnya Pange bertahan dengan karakter yg unik ini. Keren ih.

    Jadikan haters sebagai motivasi aja, Pange. Wkwkw
    Bodo amatan lah sama haters, nggak ada untungnya juga ngeladenin orang seperti mereka. Tetep berkarya dan sukses selalu Pangeran :))

    1. Aduh… Pangeran juga salut sama senyum kamu lan.. "Lah. Gagal fokus." XD Makasih kerennya. Gue bisa bertahan karena pembaca. 🙂

      Yoi, udah gak ngurus mereka mau ngomong apa. Kan gue juga gak ngerugiin hidup mereka. Soo.. terus berkarya. 🙂 Aminnn

  19. Salut deh sama perjuangannya..moga hatersnya nambah. haters nambah berarti semakin banyak yg baca blog ini..semakin terkenal pulakkk..ye kan pangeran ?
    sekarang ngembangin sayap ke dunia soundcloud..semoga semakin sukses dan menginspirasi 😀

    1. Ah… jadi malu sama Artis papan atas. Atas gilingan. XD Yoi… Aminn ya Allah, semoga semuanya juga terkenal bareng. Biar kalo kumpul, diidolakan bareng2. 🙂

      Iya, ni Agnes. Biar ada sesuatu yg baru di Tulisan Wortel. 🙂

  20. Warbyasaaah sekali ya tulisan pangeran ini, memotivasi blogger bolgger baru buat gak pantang menyerah

    Sama kaya lu, gue juga sering diledekin karena sering share tulisan blog yang kata mereka sih garing. tapi liat gue sekarang tiap share artikel….masih tetep dikata-katain. Ya Allah, harus sabar.

    btw gue belum bisa denger soundcloudnya nih, jadi gak bisa dikomentarin

    1. Hahaha. Gue mah cuman curhat jeh. Jadi malu kalo dibilang memotivasi. Gue tu, bisanya mencitai.. "EAAAA."

      Hahaha, gue kira udah gak dikatain lagi. Ternyata masih. hahaha, sama seperti yg gue bilang : Selagai lo gak merugikan orang lain, lanjutkan aja. Haterz adalah bumbu.

      Entar dengerin ya jeh. Biar bisa komentarin. 🙂

  21. Aku dulu pernah punya hasrat pengen jadi youtubers juga sih, tapi kadang bingung mesti dimulai dari mana. Awal liat bayu skak dulu rasanya pengen bikin video-video juga, terus habis itu liat kevin anggara, tambah pengen. Eh sampai akhirnya, tetep bingung mesti gimana. Akhirnya, ngeblog ajaaa~~~

    1. Gak usah bingung Feb. Mulai dari merekam, edit, dan upload. Selesaikan?

      Dicoba aja dulu, merekam wajah sendiri. Lalu tonton sendiri. Apa yg terjadi? kalo lo ngerasa geli, artinya sukses. 😀

  22. Sebelumnya aku ngucapin happy annyversary yang ke 3 ya pangeran.
    sama halnya kayak kamu pangeeran, aku juga ngalamin hal yang sama, dibuly gara-gara bikin blog nista, untungnya enggak sampe dikucilkan dari masyarakat.
    bener banget apa yang pangeran bilang, dari 100% akan ada 30% yang jadi haters, dan kadang ada beberapa haters yang enggak tanggung-tanggung menghina, ngejelekin, ngeludahin dll.
    Tapi dengan adanya haters kita bisa tumbuh jadi lebih tangguh. Selama kita nyaman sama yang kita kerjakan dan selama itu baik dan enggak merugikan orang lain jalanin aja. Semoga blognya tambah jaya pangeran, dan Semoga blogku lebih jaya.. haha

    1. Wah.. terimakasih ucapannya. 🙂 Yaelah, gitu amat Masyarakat lo, sampe bikin blog aja, malah dikucilkan. XD

      Yoi, intinya 30% itu penyemangat ketika kitanya ngedown. Kalo gue sih, gitu.

      Amin…. Semoga semuanya Jaya, biar bisa senyum dan bahagia bareng2. 🙂

  23. Selamat ulang tahun yang ke-3 untuk blog nya! o/

    Terharu baca tulisannya. Semoga gue bisa nulis se-keren dan konsisten panggeran wortel ini. Jujur, gue masih suka males-malesan dan kurang konsisten nge-blog, bisa dibilang masih angin-anginan. Semoga blog dan author-nya sukses selalu deh! 😀

    1. Terimakasih ucapannya Deden. 🙂

      Aduh.. gue gak mau buat pembacanya malah terharu. Gue pengen pembaca bahagia. 😀

      Rahasianya gampang kok. Jangan deket-deket kipas, biar gak angin-anginan. "EH, beda ya?" 😀

      Aminnn. Semoga lo juga sukses ya bro.. Btw, salam kenal.

  24. Komennya udah banyak dan udah pada disebut semua heuu. Pokonya selamat ulang tahun yang ke-3 semakin lancar nge-blognya. Di depan sana masih banyak cobaannya hihi.
    oh ya, sebentar lagi kami (Paybill.id) akan mengadakan lomba blog, jangan lupa Pangeran Wortel ikutan yaa 🙂

  25. Ya, sah-sah aja setiap orang pengin memilih karakternya kayak gimana. Jadi pangeran, ya bebas. Cuma emang pasti ada orang yang gak suka. Ehehe. :))

    Gue juga milih jadi blogger aja. Gak tahu kenapa, lebih suka di belakang layar. Kalo tampil di depan orang-orang, energi gue terkuras habis. Efek gue introvert kali, hehe.

  26. Wih hebat banget om. Saya sendiri juga ngerasain hal yang sama terutama dalam konsistennya ngeblog. Udah berkali-kali saya ganti blog cuma gara-gara jarang posting dan kehilangan pengunjung. Semoga aja saya bisa konsisten di blog saya sekarang. Btw makasih udah share pengalamannya, bikin saya termotivasi untuk ngeblog lebih baik lagi.

  27. Apa yang kamu rasain sama kayak saya, Ru. Saya juga punya karakter pangeran. Hehe. Sebab waktu itu saya punya cewek namanya Putri. Dan sampai sekarang, temen-temen deket saya di sosmed manggil saya pangee. Tapi kalau sama temen kampus, saya diledekin. Pangeran apaan. Gitu deh. Tapi jangan baper. Namanya temen, becandanya emang begitu sih. Mereka tetep temen kita, jangan dianggap hater ya. 😉

  28. Pangeran, kalau ini dijadiin vlog, aku kasih saran backsoundnya pake lagu Shake It Off-nya Taylor Swift aja. Ntar aku ikutan di vlog itu, sumbangin tarian keras kajung ala Taylor Swift, bahkan lebih kajung. Trus Pangeran cuap-cuap deh ngomong di vlog itu. Dijamin, orang yang katanya haters Pange jadi haters-nya aku. Hahaha. Huhuhuhuhu.

    Wuidiiih itu gila ngepos yang sampe sebulan setiap hari. Nulis apa aja itu, Pangeran? Wow.

    Ya, kita nggak bisa maksain semua orang buat suka sama kita. Aku juga ngerasa nggak semua orang suka sama personaku di blog yang, yah Pangeran tau sendiri kan. Tapi fokus aja sama orang yang menyukai kita. Dan sayang sama kita. Dan buat yang blogger atau youtuber itu, aku lebih milih jadi blogger. Soalnya mukaku nggak Youtube-able banget. Huhuhu.

  29. Kalo aku sendiri sih Om, lebih seneng ngeblog. Kalo ngevlog lebih buat dokumentasi sendiri aja. Ntah, aku juga pemalu. Maksudnya pe-malu-maluin kalo tampil di kamera 🙁

    Menurutku sih Youtube sejauh ini masih enak aku nikmatin. Belum mau captain. Apalagi kan youtubers banyak yang kece-kece tuh. Terutama anak-anak Indovidgram sama Arip Poconggg. Mereka terfavorit banget. Rasanya kalo stress banget ya video mereka tuh bias ngobatin gitu loh 😀

    Wah perjuangan kamu ternyata udah panjang banget ya Om. Tiga tahun. Padahal blogku udah hamper 6 tahun tapi belum ada perayaan apa-apa haha. It's okay lah, aku menyusul!

    Selamat ulang tahun ya Tulisan Wortel. Semoga di umur baru ini bisa lebih berkah dan… lebih keren!

  30. Ngebaca perjalan hidup nya untuk menjadi seorang pangeran wortel berasa kayak ngebaca perjalanan kisah pengusaha sukses.

    Saya malah mengenal blog dari tahun 2009, juga waktu SMA. Hanya saja saya tidak bisa konsisten kayak kamu, jadinya ya blog saya acak2kan.

    Seperti yg kamu katakan kalo blog personal tanpa karakter itu alan mati di tengah jalan. Sesuai banget dengan blog saya yang tanpa karakter, kadang suka minder kalo pas blogwalking. Apalagi kalo ketemu blog segokil punya kamu ini.

  31. Banyak banget yang komen… warbyaza.. 🙂
    Saya sudah komen di twitter ya.. yang malem itu di direct message…. # halaaahhh kesannya pembicaraan pribadi gitu ya… hahahaha…

  32. "kalo blogger personal tanpa karakter. Percayalah, kalian akan mati di tengah jalan". Entah mngapa kata2 diatas sngat mnginspirasi saya.

    jujur gw sndiri blum punya karakter di blog gw her. Gw bingung cari dmana, krna klo kita buat krakter pasti hrus konsisten, ya kan? Hmm.

    Knapa kita g bkin blogger ini lbih populer dri youtber? Kita smua bisa kan? Gw snditi brpikir diblog kita nulis dan mnulis itu budaya leluhur kita untuk mndokumentasikan stiap kejadian, dn itu mnurt gw viral bnget dbanding video. Jujur gw brharap gnerasi yg kan dtang lbih bnyak hobi mmmbaca dripada nnton.

    Prjuangan mas heru ini mmberi sya smngat untuk slalu konsisten dlam brkarya.

    sukses terus pngeran (y)

  33. Biarkan orang berkata apa, hiduplah seperti Syahrini… hater mau ngomong apapun dia tetep santai kayak di pantai. Haha

    Lu mikirnya terlalu jauh her, jadi youtuber gak harus ngevlog, kan lu punya keterampilan desain…kasih tips-tips gitu kan bisa. Gak perlu kamera keren, atau lu bisa bikin gambar kayak channel "Kok Bisa?".

    Sukses her. 😀

  34. Saya tipikalnya sama kayak pangeran nih, suka gimana gitu tampil sok kece di depan kamera hehehe. Lebih suka menikmati hasil karya vlog dari para youtuber aja, lumayan lah bisa sekalian dapet materi buat tulisan yang baru.

  35. wah berarti tipe setia juga ya kalau kamu pilih jati blogger. secara youtuber sekarang ini lagi rame dan konon katanya juga lebih mudah menghasilkan uang.
    btw, kenapa ga ada pilihan satu lagi untuk menjadi IG-mer? bisa berpotensi lho jadi selebgram 🙂
    salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *