Maaf untuk Keputusan Ini

Maaf untuk pembaca Tulisan Wortel
Andai saja ada kata yang benar-benar bisa menggantikan judul kali ini, mungkin gue gak akan menulis ratusan atau ribuan kata kedepan nanti.

Ini seperti ingin mengatakan cinta kepada orang yang gue sukai dulu.

Butuh hening yang lama. Butuh waktu untuk berpikir sedemikian rupa, sampai akhirnya gue bener-bener bisa mulai untuk menuliskan ini.

Sedari 3 hari yang lalu, lebih tepatnya ini sudah gue pendam sejak 2 tahun yang lalu. Gue seperti mengalami fase di mana semua hal yang telah gue lakukan selama ini, hanya berbuah sia-sia.

Usaha yang berkepanjangan.

Doa yang terus dipanjatkan.

Sujud yang terus dilakukan.

Tapi, ini adalah kenyataan yang harus gue pikirkan.

Entahlah, gue masih belum habis pikir harus memulai pembicaraan ini dari mana. Bukan perihal gue sedang patah hati karena urusah cinta. Maaf, urusan cinta gue sampai saat ini masih baik-baik saja.

Lalu, apa yang membuat Pangeran begitu ragu untuk bicara?

Kekecewaan. Satu kata yang gak mau gue berikan kepada kalian semua. Pembaca. Tapi, jika ini gak kunjung gue ucapkan, justru gue yang akan menyiksa diri gue sendiri.

Mengalami bosan berkepanjangan. Ingin rasanya benar-benar pergi. Tapi, gue gak mau melakukan itu.

Gue masih butuh kalian. Yang sejak awal berada di sini. Bersama dan membuat blog ini sampai sejauh ini.

Sejauh yang nggak pernah gue bayangkan.

Sebelum semuanya benar-benar gue katakan, mungkin hal pertama yang harus gue tulis untuk paragraf selanjutnya adalah TERIMAKASIH DAN MAAF.

Terimakasih dan Maaf Semua Harus Berubah.

Gue sadar, beberapa hari ini. Mungkin entah kalian yang hanya mampir untuk iseng mengecek postingan di blog ini, atau yang benar-benar menunggu postingan di blog ini, merasakan ada sesuatu yang benar-benar gak sama seperti dulu.

Bukan Tulisan Wortel yang dulu. Bukan blog yang suka nulis cerita garing seperti Serial Heru dan Arya. Bukan blog yang cerpennya selalu menjadi pelajaran (mungkin) bagi pembacanya. Bukan juga blog yang selalu membagikan kisah nyata tentang cinta yang selalu jadi pelajaran di akhir paragrafnya.

Lantas. Jika kalian bertanya : Apa yang terjadi dengan blog ini?

Yang terjadi adalah gue akan kembali menjadi diri gue sendiri. Menjadi orang yang benar-benar melupakan masa di mana semuanya dulu pernah dimulai.

Gue dan blog ini akan bersama tumbuh menjadi diri gue yang sesungguhnya.

Dan… Gue juga akan mengurangi intensitas berbagi kisah hidup gue di sini. Membagikan catatan harian layaknya Tag Harian Wortel yang selalu jadi tag terbanyak dari koleksi postingan gue.

Menjadi blog yang selalu mengajak orang lain belajar melalui tag WortelBilangCinta. Beserta hal-hal lain yang pernah gue bagikan di sini.

Memang, sampai paragraf ini kalian baca, gue masih belum menuliskan apa yang akan gue lakukan setelah ini.

—o0o—

Beberapakali gue pernah mencoba pergi untuk waktu yang lama. Melupakan. Tapi, gue selalu berambisi untuk gak jujur bahwa gue sedang berusaha menenangkan diri dari masalah. Layaknya postingan beberapa waktu lalu.

Benar adanya. Semua itu hanya alibi gue untuk tetap bisa menjadi konsisten dengan apa yang pernah gue rencanakan dulu.

Tapi, roda gak pernah diam. Gue akan terus berputar dan akan merasakan posisi paling atas bahkan sebaliknya, posisi paling bawah dari hidup ini. Dan gue harus memilih. Berhenti atau lanjut?

Untuk itu, guepun akhirnya sadar. Bahwa ini memang bukan jalan gue. Makanya, gue akan minta maaf kepada semuanya jika blog ini nggak seperti dulu.

Pertama. Gue mau ngucapin terimakasih banget buat komunitas pertama Blogger Energy yang sudah mau menerima gue dan membesarkan gue sampai saat ini.

Mungkin, tanpa komunitas ini, gue gak akan pernah bertemu orang-orang yang luar biasa.

Pribadi yang selalu ngasi optimisme ke gue. Selalu ngajarin bahwa ketika dalam keadaan apapun, gue harus bisa menunjukkan bahwa gue bisa.

Sampai mereka sendiri yang meminta gue untuk selalu semangat, perlahan hilang dimakan waktu.

Kedua. Gue mau ngucapin terimakasih sebanyak-banyaknya untuk semua pembaca blog tulisan wortel sejak pertama blog ini selalu masuk ke chat kalian karena gue selalu jadi spammer kalian.

Sampai sekarang kalian menjadi (tekpaksa) nyaman dengan apa yang gue tulis. Menjadi selalu ingin menunggu dan menghabiskan waktu kalian untuk membaca kisah hidup gue yang, ya… gak begitu penting untuk hidup kalian.

Ya, gue sadar. Gak semua yang membaca blog ini selalu tertawa ketika gue berusaha melucu. Gak bisa baper ketika gue berusaha syahdu. Gak bisa marah ketika gue sedang kecewa.

Itulah kenapa gue juga harus sadar, bahwa gue harus jadi diri gue sendiri. Supaya apa yang gue rasakan, tetap benar-benar kalian yang membaca bisa merasakan hal yang sama.

Sekali lagi, maaf jika semua cerita yang udah pernah gue tulis gak bisa sesuai yang kalian harapkan.

Ketiga. Maaf untuk siapapun yang ingin gue kembali seperti Blogger Personal yang seharusnya. Bercerita bagaimana asiknya menertawakan kisah hidup ini.

Mencoba memeras ide mentah menjadi sebuah cerita yang patut untuk dipertimbangkan. Menyelipkan reflek tawa yang membuat perut tergelitik.

Gue gak bisa melakukan itu lagi.

Terus, Pangeran akan ganti genre blognya?

Mungkin. Tapi, sepertinya nggak akan benar-benar bisa move on begitu saja. Semuanya sudah gue lewati sejak pertama blog ini ada, sampai benar-benar blog ini sejauh sekarang dengan Genre Blogger Personal.

Dari yang dulunya cuman lalu lintas spam link ke chat temen FB, sampai bener-benar blog ini dicari dan punya rating yang patut untuk dipertimbangkan oleh beberapa orang di luar sana.

Sejujurnya, yang ingin gue lakukan adalah memperbaiki konsep dari blog ini. Mungkin, sampai kapanpun gue akan tetep melabeli diri gue dengan Blogger Personal. Namun, cerita tentang hidup gue atau pengalaman gue nggak akan selalu gue bagikan seperti dulu.

Ya, alasan ini berangkat dari patah hati yang sudah sejak dulu gue simpan rapat-rapat. Tapi, sepandai apapun gue menyimpan bangkai, akhirnya akan tercium juga.

Ini gak bisa dipungkiri. Menceritakan ini memang seperti membuka luka lama. Hanya saja, supaya gue merasa lega, semuanya harus gue ceritakan.

Pertama ngeblog tahun 2009. Gue membuat blog saat itu karena pengen jadi Penulis yang bukunya berada di antara rak yang ada di Gramedia dan bisa dibeli siapapun orang di luar sana. Bahkan, nama URL FB (heru.arya.penulis) dan FanPage (NovelHeruArya) gue patenkan dengan hal yang berkaitan di dunia kepenulisan.

Tapi, sejak pertama gue menulis naskah dan mengirimkan ke 3 penerbit yang berbeda dengan cerita berbeda. Nggak satupun yang memberi balasan. Guepun udahan dengan urusan blog dan naskah sampai akhir tahun 2010.

Namun, awal tahun 2011, gue kembali dikenalkan dengan blogger pertama (bukan orang Indonesia) yang sukses dengan cerita di blognya dijadikan buku. Lalu, sejak itu gue seperti mendapatkan semangat baru.

Tahun 2011 gue membuat blog Catatan Arya yang sekarang kalian baca menjadi Tulisan Wortel. Dulu, blog ini selama 1 tahun gak pernah ada satupun postingan yang gue tulis. Kenapa?

Karena selama 1 tahun gue hanya fokus menyelesaikan naskah gue. Dan setelah selesai 2 naskah dengan cerita yang berbeda dari 3 naskah sebelumnya.

Awal tahun 2012. Gue mencoba untuk meyakinkan diri bahwa apa yang gue tulis bisa diterbitkan. Tentunya saat itu gue udah lebih banyak belajar hal baru tentang bagaimana menulis yang disukai oleh pembaca. Guepun kembali mengirimkan naskah itu.

Tapi, di akhir tahun 2012 gue masih belum juga menerima satupun balasan dari naskah yang sudah gue kirim. Hanya saja, gue masih yakin bahwa gue bisa sampai ke tujuan yang gue mau.

Gue harus bisa jadi PENULIS.

Memasuki awal tahun 2013, gue sudah gak tau harus melakukan cara apa lagi. Ya, akhirnya guepun ingat ternyata sudah banyak blogger Indonesia yang sukses menerbitkan bukunya berangkat dari menuliskan ceritanya di blog.

Guepun mencoba melakukan hal yang sama. Menuliskan cerita keseharian gue dan seperti kata para penulis komedi, coba tertawakan cerita hidupmu.

Ya, bukan hanya itu, banyak hal yang gue pelajari. Gue terus menjadi blogger personal dan yakin bahwa gue tetep bisa jadi penulis.

Tahun 2014 gue diterima di Blogger Energy. Semangat gue bertemu blogger-blogger yang sudah menerbitkan buku semakin membara. Gue memperbaiki 5 naskah yang pernah gue tulis.

Mengirimkan 1 per satu naskah yang telah selesai ke penerbit yang tentunya sedang menyukai genre yang gue tulis. Sampai akhirnya gue mendapat 1 balasan.

Semangat gue membara. Gue buka suratnya dan setelah gue baca, naskah gue belum berkesempatan untuk diterbitkan (DITOLAK). Mereka meminta untuk diperbaiki dulu. Karena mereka suka temanya, hanya cara penulisannya masih banyak yang harus diperbaiki.

Guepun mengumpulkan ide lagi, belajar, bertanya ke sana dan kemari. Sampai akhirnya 1 tahun berlalu.

Naskah sudah selesai gue revisi. Guepun mengirimkannya kembali. 1 Bulan berlalu gue sabar. 2 bulan, 3 bulan, sampai 2 tahun berlalu.

GUE MASIH SABAR UNTUK SEGERA MELUPAKAN SEMUANYA.

Sejak saat itu, semangat ngeblog gue jujur mengalami penurunan yang luar biasa. Terlihat jelas dari jumlah postingan gue dari tahun ke tahun sejak kecewa yang nggak kunjung sembuh itu.

Gue kadang suka menghilang 1 minggu full gak ngepost. Bahkan pernah 1 bulan. Tapi, gue tetep nyoba untuk kembali dan mengumpulkan sisa-sisa semangat yang ada.

Berusaha menuliskan apa yang sudah gak gue suka. Berusaha cerita lucu tapi aslinya gue sedang meneteskan air mata.

Berusaha ngebuat cerpen yang buat orang ketawa, meskipun kenyataanya gue benci itu.

Sampailah gue di awal tahun 2016. Tahun di mana gue mengalami banyak sekali kegagalan yang pernah gue ceritakan di beberapa postingan sebelumnya.

Ya, mungkin untuk seukuran masalah. Semua orang punya masalah. Tapi, mungkin belum seberat yang gue alami. Meskipun begitu, masih ada masalah yang lebih berat di luar sana dari masalah yang gue alami.

Sejak saat itu gue seperti terus berkaca dengan masa lalu gue. Gue seperti terus mengingat-ingat cerita apa aja yang pernah gue tulis.

Membaca kembali, tertawa dengan apa yang gue lakukan dulu. Hingga kemaren gue dipertemukan satu postingan seorang penulis yang sudah menerbitkan banyak buku, tapi pada akhirnya beliau merasakan hal yang sama.

“Ini bukan jalan gue.”

Gue masih percaya, semua orang bisa berhasil. Tapi, mungkin ini bukan jalan untuk seorang Heru Arya. Selama ini gue sebenarnya bukan berada di jalan yang seharusnya, tapi gue berjalan di jalan yang gue paksakan.

Gue sadar selama ini yang menulis di blog ini adalah hasil dari sebuah pemaksaan. Dan gue sekarang mulai sampai ke titik itu. SADAR.

Ya, mungkin bagi mereka yang dulunya sudah bisa menerbitkan buku dari blognya, sekarang bisa bilang bahwa “Gue ngeblog ada yang baca syukur, nggak ada yang selow.”

Hem…

Untuk itulah, gue minta maaf jika blog ini gak bisa seperti dulu. Gue tetep akan ngeblog. Entah sampai kapan, biarlah Gue dan Tuhan yang tau.

Yang jelas, maaf banget jika label Blogger Personal dalam diri gue gak bisa gue tampilkan seperti dulu. Tapi tetep, gue sesekali akan bercerita tentang apa aja yang udah gue lewati. Tapi, entah itu hanya 1 bulan 1x.

Atau 1 tahun 1x. Gue gak pernah tau. Yang jelas, setelah postingan ini terbit, gue akan membagikan apa yang bener-bener gue suka untuk membagikannya.

Gue gak mau memaksakan untuk menyukai hal yang gue paksakan lagi. Gue capek sembunyi selama bertahun-tahun.

Ya, entah apa yang akan terjadi nanti. Mungkin gue bisa aja dikeluarkan dari Komunitas atas keputusan gue. Tapi, seperti apapun konsekuensi akan gue terima, gue siap atas semua itu.

—o0o—

Ya, mungkin itulah yang harus sahabat wortel tau tentang akan ke mana blog ini kedepannya. Mungkin di paragraf terakhir ini ada yang merasa gue begini, begitu atau apalah itu.

Atau mungkin kalian merasa usaha gue belum seberapa. Hem.. Ini hanya sekilas cerita, andai bisa gue ceritakan semua, mungkin kata “belum seberapa” gak akan pernah muncul di benak kalian.

Gue minta maaf. Maaf banget. Jujur, semua yang gue lakukan ini supaya gue gak merasa terbebani akan ke mana arah gue nanti.

Gue berharap semuanya bisa mengerti. Sampai sejauh ini, yang akan tetap gue pertahankan di blog ini adalah Tips Blogging, Wortel Bilang Cinta, Tutorial Blog, dan mungkin akan ada Tag baru atau Tag lama yang akan tetap gue tampilkan di blog ini.

Hanya saja, untuk Harian Wortel, mungkin gue tetep akan menulis Tag ini. Tapi, entah kapan akan gue mulai lagi.

Semoga semuanya bisa mengerti. Seperti biasa. Terimakasih sudah membaca. Pangeran Wortel pamit. See you..

 

Image by : 
  • pexels.com

60 thoughts on “Maaf untuk Keputusan Ini

  1. kakak nggak ngerti kenapa kamu harus minta maaf, ingatlah ini blog kamu
    kamu bisa melakukan apapun di dalamnya

    bersyukur merasakan patah hati karena dengan bekal perasaan itu kamu akan bisa menghasilka tulisan lagi

    banyak teman kakak yang penulis dan karena sudah menemukan zona nyaman kemudian tidak lagi bisa menulis. ini masalah hati nggak ada hubungannya dengan skill.

    anw heru, tetap menulis
    bukan karena orang lain, tapi buat diri sendiri

    1. Iya, kak. Ini memang blogku. Tapi, blog ini ada sampai saat ini, juga karena pembaca. Ya, karena di beberapa social media juga mereka sudah merasa resah kapan gue nulis cerita keseharian gue lagi.

      Makanya, atas dasar itulah gue minta maaf kalo gue gak bisa kek dulu lagi. ;-(

      Terimakasih buat supportnya kak. Gue akan tetep menulis karena gue suka untuk membagikan hal itu. Bukan karena terpaksa. 🙂

  2. Saya mendukung keputusan kamu, Her. Sebab saya perhatikan kamu unggul di tutorial dan pos informatif lainnya. Ternyata emang itu yang kamu sukai, sampai kamu pun menguasainya. Saya pernah baca cerita sehari-hari kamu, di situ kamu kurang luwes. Tapi dari pos ini, saya tau alasannya.

    Oke, mudah-mudahan keputusan kamu ini tepat. Yang penting jangan berhenti berkarya.

    1. Wah… Seneng rasanya mendapat dukungan. Makasih ya bg Haris.

      Ya, begitulah adanya bg. Alasan kenapa disetiap tulisan gue dulu, gak pernah ada gregetnya. Makanya, gue memilih untuk udahan dengan semua urusan ini.

      Aminnn bg. Gue akan terus berkarya. Tapi, yang jelas bukan di bidang itu lagi. 🙂

  3. Uhukk! Ambil jalan yang lo suka dan senangi. Klo jujur gue boleh nilai, lo emang lebih kece ngasih tips n tutorial gitu. Serius ini. Gue beberapa kali liat tutorial lo klo lagi bingung. So! Tetep semangat aja untuk ngeblog

  4. Apapun keputusanmu, lakukanlah selama itu baik dan membuatmu nyaman. Aku sih dukung apa yang mau kamu lakukan her, secara kamu juga udah dewasa dan bisa berpikir secara rasional atas segala pilihanmu. Pastinya kamu udah menimbang bibit, bobot, dan bebetnya kan. Semangat her, akupun masih ngilang belum mulai nulis XD

    1. Wah… Pipit kapan ngeblog lagi? jangan lama-lama atuh, ngilangnya. Kangen. 🙂

      Iya, Pit. Karena yang menjalani hidup adalah gue sendiri, ya gue harus tau mau ngapain untuk blog gue kedepannya. Aslinya, konten ini gak akan gue publish, tapi apalah daya sudah banyak yg menannyakan Kapan gue ngepost tentang personal lagi?

      Makanya, post inipun terbit. Terimakasih supportnya, pit. Gue akan selalu semangat seperti biasanya.

      Ayo dong.. Cepet ngeblog lagi.. 🙂

  5. Pangeran jangan sedih, aku jadi ikut sedih tau :')
    Aku nggak bisa bilang apa-apa, beneran. Kalau boleh jujur, Riska kan baru ngikut tulisan Pange belum lama banget gitu, dan alhamdulillah aku enjoy. Tapi aku dodol nggak bisa memahami secara tersirat tanpa bilang kalo… Pange merasa terpaksa.
    Pangeran, perjuangannya luar biasa. Jangan putus asa. Menulis itu bisa dari mana aja. Kudu sabar dan banyak tunjukin usaha lagi. Banyak belajar. Lah si Riska, sok iye aje.
    Aku bingung mau bilang apa lagi. Intinya, Pangeran harus tetap semangat! Semangat! Jangan pantang menyerah. Maaf kalo aku gampang "nyemangati" tanpa "menghayati" apa yang Pange rasakan. Dan… Jangan berhenti menulis! Lekas, Insya Allah cita-cita Pange yang sesungguhnya akan tercapai. Aamiin.
    .
    Udah ya, aku udah baper nih :'(

    1. Hem… Gimana lagi, Riska. Ini yang bisa gue ungkapkan. ;-(

      Gue setuju banget sama apa pendapat lo Ris. Menulis bisa di mana saja.

      Aminnn ya Allah. Gue akan tetep menulis kok, Riska. Tapi, ya mungkin gak akan berbau personal lagi. Mungkin ada, tapi ya entah kapan gue nulisnya lagi.

      Mungkin ketika gue sedang melakukan perjalanan nanti, baru gue cerita lagi.

  6. Hemmm layaknya mau ngomong sama orang yang disuka, perlu jeda panjang dulu.

    Yang jelas bang, gue mendukung apapun keputusan lo. Lo tau yang terbaik untuk hidup lo. Meski terakhir gue kesini sempet bertanya2 kemana jati diri wortel unyumu, tapi di postingan ini gue udah nemu jawabannya. Tapi gue salut sama lo, bener2 salut. Lo orangnya konsisten banget, gak gampang menyerah. Duh gue yg punya impian jadi penulis juga, belum usaha semaksimal lo. Jadi mikir kelayakan diri terjun di dunia tulis menulis. Dibanding lo, usaha gue belum ada apa apanya.

    Satu pesan dari gue bang, jangan menjadi apa yang orang lain harapkan. Jadilah sesuatu yang membuat diri lo nyaman. Menulislah untuk berbahagia bang. Inget berbahagia !!!

    1. Memang begitu adanya LD. Gue butuh hening lama banget setelah menuliskan judul.

      Terimakasih dukungannya LD. Semoga gue terus bisa membagikan hal-hal yang bener-bener gue suka.

      Nah, itu dia Pertanyaan lo di postingan sebelumnya. Benar sekali. Inilah jawabannya. Tapi, lo jangan pernah nyerah, ya LD.

      Lo punya tulisan yang patut untuk diterbitkan dibandingkan gue. Jadi, teruslah membaca dan menulis apa yang jadi impian lo.

      Siap LD!!! Gue kedepan akan membagikan apa yang bener-bener gue suka. Makasih banget buat dukungan dan sarannya. 🙂

    1. Ya, mungkin buat lo yang belum lama kenal Tulisan Wortel bisa bilng begitu. Tapi, buat pembaca gue. Gak gampang untuk pindah gitu aja.

      Makanya, daripada banyak yg nanya dan gue cuman diem aja. Mending gue berikan jawaban yang jelas.

      Kedepan gue juga bakal nulis apa aja yang gue suka bro. Makasih pendapatnya. (y)

  7. Hm… habis baca tulisan Roy ya lu? :))

    Gue juga paham, sih, rasanya ditolak penerbit. Ehehe. Tapi ya udahlah. Tanpa menerbitkan novel gue masih tetap hidup. Yang penting gue gak berhenti menulis. 😀

    Oh, jadi selama ini lu gak jadi diri sendiri di tulisan? Pantes ada rasa kurang greget di tulisan sebelumnya. Yowes, apa pun jalan yang lu pilih. Sukses, ya! Aamiin.

    1. Iya, Yog. Kemaren baca di Tweet lo. Dan semenjak itu, gue makin yakin untuk segera mengatakan yang sebenarnya. Meskipun sulit. ;-(

      Iya, Yog. Lo ngertilah gimana rasanya ditolak. Ya, mending sekali, aslinya lebih parah, Yog. ;-(

      Setuju banget. Ya, mungkin gue gak bisa punya buku yang bisa dibeli di rak Gramedia. Tapi, gue tetep punya buku online yang bisa dibaca di mana saja dan gratis. Makanya, gue juga akan terus menulis.

      Tapi, mungkin tidak lagi untuk bisa dijadikan sebuah buku.

      Nah… Lo ngerasain juga, ya Yog? Ya begitulah adanya. Makanya, mending gue jujur aja, sih. Daripada gue harus menyiksa diri gue sendiri.

  8. Ternyata gara-gara ini galaunya, masalah blog ini mau dibawa ke mana sih terserah, ini blog pange ya arahnya mau kemana silahkan tentukan sendiri. Bebas. Toh mau personal atau bukan sama-sama ngeblog kan? Sama-sama membantu dan menghibur orang, tentu dengan caranya sendiri.

    Jangan galau-galau lagi pange, galau itu ga enak yang enak itu soto mie. *kabur naek gojek*

    1. Galau sih, nggak Nad. Lebih kepada dilema sama diri sendiri. Keknya rasanya gue kok nyika diri banget, ya? kan pengennya ngeblog itu menyenangkan.

      Bener banget, Nad. Setuju banget sama pendapat lo. Apapun itu, tetep jadi diri sendiri aja, ya Nad. (y)

      Hehehe. hihi Iya, Nad. Maaf gue gak suka Soto Mie. Gue sukanya Kuah Soto aja. Mienya nggak. hihi

  9. Tetap semangat mas Heru, setiap apa yang kita lakukan tentu ada hikmahnya. Awal mengenal tulisan wortel aku sangat terinspirasi, sering kekeling di blognya dan ingin tahu juga siapa penulisnya..

    Setiap keliling rasanya nyaman membacanya, tapi entah kenapa akhir-akhir ini serasa ada yang kurang. Entah hanya perasaanku saja atau tidak.

    Tapi blog tulisan wortel ini membuat blogku jadi lebih rapih, ingin rasanya lebih tertata dan bagus dilihat. Dan itu aku banyak belajar dari sini..

    So, apapun yang mas Heru lakukan mudah-mudah bisa bermanfaat, dan terus selalu bisa mendekatkan kepada-Nya 🙂

    Semoga doa dan cita-cita mas Heru Arya dimudahkan dan tercapai.. aamiin..

    Good Luck (y)
    Sahabatmu,
    Andi Nugraha

    1. Waduh… Mas Andi, termakasih sudah menyampaikan pendapatnya. Seneng rasanya bisa mengispirasi.

      Benar sekali, mas. Jika beberapa waktu ini merasa kurang nyaman, wajar, sih. Semuanya hasil pemaksaan. ;-( Tapi, mudah-mudahan kedepan akan gue Perbaiki lagi.

      Iya, mas. Amin… Semoga apa yang Gue bagikan selalu jadi manfaat buat orang lain.

      Salam Wortel kembali.. (h)

      1. Sama-sama mas, biasanya selagi ada koneksi, meskipun tidak ada post terbaru di tulisan wortel, aku menyempatkan mengunjunginya 🙂

        Semoga mas, hari demi hari mulai dari sekarang bisa lebih baik lagi 🙂

  10. Gak ada maaf karena gak ada yang perlu dimaafkan.

    Kita semua manusia biasa yang tidak punya waktu dan energi yang banyak untuk menyenangkan hati semua orang. Lakukan saja apa yang kamu suka. Tidak usah menjadi orang lain. Ntar orang lain mau jadi siapa?

    Yaudah gitu aja deh, bingung mau bilang apa lagi.

    1. Hehehehe. Bener juga, ya. Kalo gue jadi orang lain, orang lain jadi siapa??? 😀

      Setuju sama kamu, Rum. Mudah-mudahan gue selalu bisa jadi diri sendiri. 🙂

      Makasih sarannya, Arum. (y)

  11. Setuju sama komennya Arum. Pange nggak perlu minta maaf karena nggak ada yang perlu diminta maafin.

    Baca ini udah kayak nonton video Confession-nya Awkarin. Mungkin kalau boleh kasih judul, ini postingan dikasih judul Confession of Heru Arya :(((

    Menulis sesuatu yang bukan kita banget atau nggak yang kita sebenarnya sukai tapi pembaca suka, memang nggak enak. Aku juga pernah ngalamin ini, Pange. Waktu project WIDY, aku ngerasa paling lemah di antara Yoga, Wulan, dan Darma. Ya, karena aku nggak bisa nulis fiksi. Huhuhuhu. Lah ini kok malah curhat sih. Bikin Pange tambah pusing aja. Maaf ya 🙁

    Tetap menulis, Pange! Tulis apa yang Pange suka. Jangan liat dari covernya! Maksudnya, jangan liat pembaca sukanya apa. Yang penting selama itu nggak merugikan orang lain, yaudah. Semoga patah hati Pange ini bukan patah hati terbaik ya. :')

    1. Tapi Cha.. Gue ngerasa bersalah aja, karena banyak yg kenal blog ini bukan seperti apa yg gue harapkan dan gue suka.

      Hehehe, bisa gitu, gue dikait2kan sama Awkarin.. 🙁

      Nggak enak, banget Cha. Hem.. Ternyata itu yang membuat lo seakan gak bener-bener jadi apa yang biasanya lo mau, ya Cha… Gak apa2, Cha, mungkin dengan curhat seperti ini, dirimu jadi lebih lega.. 🙂

      Siap Cha… Termakasih atas pendapatmu dan saranmu. Semoga blog ini selalu berguna buat orang lain. AMin.. 🙂

  12. Wah sayang banget ya? Padahal asik-asik aja sih lo nulis personalnya. Sebagai sesama blogger, gue turut sedih atas keputusan engkau wahai pangeran. :'(

    Dan kalau memang pingin pindah genre, semoga ada diselip-selipin personalnya yah! Biar tetep pange banget. 😀

    1. Hemmm.. Mau gimana lagi, Firdaus. Gue udah gak nyaman buat nulis kek gitu. Jadi, mendingan gue nulis yang bener-bener gue suka.

      Tenang aja. Nanti tetep ada kok, biar jadi selingan. Tapi, ya entah kapan gue postnya. hihi

  13. Gue kira minta maaf ini mau resign dari dunia blog, gue udah khawatir dari awal, blog ini kan udah keren menurut gue, ditinggalin gitu aja kan sayang banget. eh enggak, syukurlah.

    gak apa-apa sih, justru bagus lo ungkapin semuanya dari pada lo terus tersiksa karna terus-terusan keluar dari zona nyaman.

    Emang bener sih kalo lo bikin tutorial ato semacamnya itu jelas dan gampang paham, pokoknya cihuy lah.

    Tapi gak melenceng seluruhnya sih gak masalah lah ya, intinya tetep nulis 🙂

    1. Hihi. Keknya emang lo sih, yang ngerasa sampe segitunya, Yog. Ya gaklah gue bakalan pergi dari dunia blogging. Gue sudah menikmati banget berada di dunia ini.

      Tapi, mungkin konteksnya aja, yang diganti. 🙂

      Syukur, deh. Kalo panduan gue jadi gampang dipahami. Bener banget. Intinya tetep nulis. (y)

  14. Setuju sih sama Bang Haris. Blog ini emang keren kalo bahas tutorial. Kalo dibanding blog-blog yang lain, yang ngasih tutorial juga, rata-rata mereka kayak copas doang. Kalo di sini bener-bener ditulis dari pandangannya Pangeran.

    Apa pun keputusannya, yang penting tetep ngeblog. Jangan kalah sama Yutuber.

    1. Alhamdulillah, Rob, setiap panduan yang gue tulis, akan berusaha gue terapkan ke blog demo dulu. Tujuannya, supaya ketika digunakan, pembaca gak merasa tertipu atau kecewa.

      Bener banget, setiap tutorial yang gue buat emang gue tulis semudah mungkin. Karena, banyak blogger yang suka bingung dengan panduan (ya, yg lo bisa kebanyakan copas gitu).

      Siap Rob.. yg penting Tetap Ngeblog. (y)

  15. Udah bang Her, jadi seperti yang dimau aja, jangan dipaksakan. Baca beberapa komen, memang bener sih kadang cerita abang terlihat 'memaksa' kata-kata.

    Kalo ngeliat dari tampilan blog dan konten, udah cocoklah jadi pro blogger atau blogger ahli. Kan semuanya sama aja, masih dalam dunia penulisan. Bahkan, kalo udah ahli banget, bisa nerbitkan buku tutorial.

    KEREN!!

    1. Ya gitulah, Yu. Karena faktor itulah, gue selalu memaksakan sesuatu supaya menjadi lucu, gitu. Dan ternyata itu sangat buruk. ;-(

      Aduh… Gue mah, belum bisa jadi Pro Blogger, Yu. Masih newbie banget. Amin… Mudah-mudahan bisa, ya Yu. Makasih doa dan supportnya.

      Gue akan bagikan yang terbaik. 🙂 (y)

    1. Setuju banget sama pendapatmu, bro. (y)

      Wah… Kaget sih, kalo blog ini bisa menjadi bagian dari Inspirasimu, bro. Btw, makasih banget sudah menjadikan blog gue sebagai inspirasi.

      Tapi, lo gak perlu khawatir, sih. Gue gak bener-bener menghilangkan 100% konten yang bersifat Harian Wortel. Tetep gue akan tulis.

      Hanya saja, mungkin dalam 1 bulan hanya 1 atau 2 postinganlah. Karena, terlalu banyak menulis content seperti itu, gue jujur gak nyaman.

      Jadi, tetep terus baca TUlisan Wortel, ya. Siap!!! (y) Gue akan selalu semangat, kok. 🙂

  16. jadi ini yang lo bilang pengin kembali tapi sulit waktu itu. Hmmm… kalo emang dari awal gak nyaman, daripada terus dipaksain akhirnya nyiksa ya mending tulis yang nyaman aja. Siapatau biarpun gak bisa nerbitin buku personal, jadinya bisa bikin buku tutorial. o/

    1. Iya, Yog.. Sulit banget rasanya. Gue sendiri udah berusaha, tapi ya begitulah hasilnya. Makanya, mending gue jadi diri sendiri aja, sekarang.

      Amin… Tapi, kalo nerbitin buku Tutorial keknya males. Ngetiknya capek. hihi

  17. Kenapa naskahnya nggak diterbitin secara indie aja. Misalnya diupload terus yang pengen bukunya tinggal donlot aja. Supaya apa yg lo kerjain bisa dibaca orang lain.

    1. Gue pengennya diterbitkan oleh penerbit. Biar tau, seberapa berkualitas tulisan yang udah gue buat. Kalo Indie, takarannya cuman menurut diri sendiri.

      Mungkin suatu saat nanti akan gue terbitkan Indie, jika memungkinkan.

  18. Hmmmm jadi ini alasan dari rame2 di Twitter yak, gue gak nyimak sih kemarin hahah. Banyak yg kecewa loh ini kalo pange gak mau/berhenti/jarang nulis daily blog lagi.

    Btw ada kalimat gue di postingan ini hahahah tapi gue mah selow, kadang orang yg keliatannya begitu mudah buat melakukan ini itu, kita gak tau di balik prosesnya dia ngapain aja. Semangat pokoknya, blog tutorial atau blog personal yg penting ngeblog untuk indonesia aja, asyique.

    1. Iya, San. Ya mau gimana, San. Daripada gue juga makin larut-larut sama urusan kecewa. Mending gue sudahi.

      Tapi, ya tetep nanti akan ada postingan yg membahas keseharian. Cuman gak seintens dulu.

      Hahahaha. Iya, San. Setiap orang punya prinsip masing-masing. Terimakasih supportnya. Ayo buat Indonesia lebih baik.

    1. Hemm… Tapi akhirnya lo ngertikan?

      Sedih banget, sih, nggak. Tapi, Sedih aja. 😀 Nggak kok, masih Personal Blogger. Cuman skrg ditambah jadi Personal Guide Blogger. 🙂

  19. Keep Spirit saja mas Arya, Meskipun saya orang baru berkunjung di blog ini… Belum pernah membaca tulisan2 mas Arya sebelumnya 'tentang catatan-catatan hariannya' tapi keputusan untuk menjadi diri sendiri, membagikan apa yang ingin dibagikan mungkin akan lebih baik lagi. Apalagi tutorial-tutorial ngeblog yang pernah saya baca disini sangat membantu saya dalam belajar tentang blog

    1. Siap mas Rudhy… Terimakasih sudah memberi dukungan kepada Pangeran buat terus jadi diri sendiri.

      Wah…. Seneng rasanya bisa membantu, mas. Jangan lupa ditunggu panduan selanjutnya, ya mas.

  20. Mungkin ini jawaban dari cuitan gue yang kemarin nyamber twit lo, ciyee yang sekarang jadi blogger tutorial ~
    Bukannya apa2 loh Her, ya seperti yang gue bilang belakangan lo emang kayaknya lebih suka nulis tutorial dan tips.. Dan karena gue perhatian, uhuk. Makanya gue nyadar, lo udah mulai lepas dari kebiasaan nulis personal.

    Tapi ini blog lo yang bisa lo anggap sebagai rumah lo, jadi lo bebas ngisi rumah lo dengan apapun yang lo suka sehingga lo bisa nyaman dengan rumah lo sendiri. Asalkan jangan lo isi rumah lo dengan milik orang lain (baca: copas).

    Ya apapun keputusannya gue dukung sih, lo punya jalan sendiri, dan lo punya pilihan. Pria punya selera, Her. Kalo nyamannya jadi blogger tutorial, sikat aja. Asal jangan pelit ngajarin kalo ada yang minta bimbingan haha

    Dulu gue ngurusin blog semua serba google karena gue gak kenal sama orang2 yang ngasih blog tutorial, gue nggak bisa minta diajarin sama yang punya. Sekarang, gue kenal sama lo.. Jadi kalo sewaktu2 gue minta direpotin masalah blog, lo jangan sungkan2 bantuin gue ya. Biar gue nggak sia2 punya kenalan blogger tutorial yang selalu cemunguth~ 😀

    1. Bener bang. Inilah jawaban itu. hehehe. 😀 Hem… Sebenarnya gue udah mulai jenuh banget, bg. Pengen segera pindah ke apa yang gue suka. Tapi, apalah daya, gue gak sanggup.

      Ups… Tulisan WOrtel sangat anti dengan COPAS, bg.. Semuanya dibuat dari pengalaman sendiri dan hasil riset. Ya, untuk menghindari itu.

      Makasih dukungannya, bg. Siap bg. Sejauh ini banyak pertanyaan udah gue jawab di postingan blog, kok. 🙂

      Hahaha. Siap bg… Kabari saja daku jika abang membutuhkan bantuan..

      Cemungut….

  21. Halo yang mulia Pangeran Wortel, inget aku kan? Nggak inget nggak papa sih, aku biasa dilupakan soalnya. *lalu sedih*

    Jadi ini pangeran mau minta maaf atas perubahan genrenya gitu? Yah kayaknya aku juga ngerasa sih, pas cek dashboard blognya jadi berisi tutorial ngeblog. Tapi ya siapa sih yang nggak ingin berkembang, kalau merasa cocoknya disini ya lakuin aja. Aku sebagai pembaca cuma bisa membaca dan beri semangat.

    Intinya jadi diri sendiri itu penting, asal jangan kebablasan kek aw****n. Heheh 🙂

    1. Hallo juga Rizki.. Masih inget dong… Kan udah jadi temen blogger dari dulu. 😀

      Iya, ki. Sebenarnya gak berubah total, sih. Tetep fokus personal, tapi sekarang lebih ke Personal Guide Blogger. Makasih semangatnya, ya ki. Doakan gue bisa lebih baik.

      Hahaha. Nggak akanalah seperti orang itu. 😀

  22. Aduh bang, kenapa baca post ini gue jadi baper. Sumpa ini baper beneran bukan cuma ketikan.
    berasa kayak baca surat dari pacar untuk perpisahan.

    Dooh semoga jalan yang engkau plih bener2 sudah mantap dengan apa yang engkau (engkau?) inginkan bang Pang.
    Maupun postnya Insya, juga kalo ada waktu pasti bakal gue kunjungi kok. nggak dikunjungi doang, tapi juga dibaca loh.

    Emang ada baiknya sih, post seperti catatan harian dan tag personal lainnya dijadiin pribadi aja, dan coba kirim ke penerbit lagi. Siapa tau rejeki.

    Masih nungguin post2 informatif yang akan coba dikeluarkan bang Pang. Apalagi soal trik dan tips SEO nya.
    Tapi gaya bahasanya jangan yang formal dan ala-ala teknik ya bang, Ntar malah sama kayak artikle SEO lain. Huhuhu
    #PembacaKebanyakanRequest

    1. HAahahaha. Lo sama kek Riska, ya. Baperan gitu. Tapi, bener juga, sih. Emang bikin baper kalo dipikir. 😀

      Terimakasih, ya Ka. udah mau berkunjung di sini. Semoga selalu bermanfaat.

      Tapi, mungkin gue udahan soal itu.

      Siap… Ditunggu aja postingannya. Nanti akan gue share lagi. Nggak dong, gue nulisnya akan tetep sama seperti biasa. Enjoy…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *