Kebiasaan yang Baru Dimulai

kebiasaan baru

Tenang. Sepertinya, cuman itu kata yang aku butuhkan beberapa bulan terakhir ini. Soalnya, aku ngerasa entah kenapa dalam diriku sedang benar-benar rumit.

Entah itu persoalan Personal, Teman, Istri dan mungkin juga Keluarga.

Aku melihat secara benar, sepertinya semua memang baik-baik saja. Namun pada akhirnya semua manusia akan menyadari bahwa berpindah dari satu sisi ke sisi lain itu butuh penyesuaian.

Siapapun orangnya, sehebat apapun orangnya akan melakukan hal yang saya. Penyesuaian.

Pertama

Setelah menikah, rasanya kehidupanku dan me time jadi bener-bener hilang entah ke mana. Padahal, setiap bulan aku selalu meluangkan waktu untuk sendiri dan ke manapun yang aku mau. Sekarang? Nggak pernah.

Aku juga bingung, padahal kalau dibilang kerjaan banyak. Ya wajar, namanya juga kerjaan. Gak ada habisnya. Selagi aku tidak memutuskan untuk berhenti, maka semuanya akan terus berjalan.

Makanya, akhir-akhir ini aku hampir 100% meninggalkan kegiatan ngeblog yang seharusnya aku kerjaan setiap minggu sekali atau duakali. Ini memang aneh.

Lalu, terlepas dari semua kekacauan di dalam diriku ini. Aku coba mencari solusi terbaiknya. Ya. TENANG.

Sepertinya, hanya itu yang dapat membantu aku benar-benar menjadi diri sendiri.

Dulu, setiap bangun tidur aku langsung duduk dan cuci muka terus lanjut ke layar.

Sekarang, bangun tidur ada orang lain di samping dan ya, aku harus membangunakannya. Semuanya yang serba sendiri, sekarang sudah alih tangan oleh dia (istri).

Makanya, di sisi lain aku ngerasa jenuh dengan apa yang sudah aku lakukan setiap hari. Bukan jenuh punya istri, tapi jenuh dengan pekerjaanku sendiri. Sampai akhirnya aku melupakan pekerjaan yang membuatku sampai punya bisnis offline sebesar ini.

Kadang pengen marah! Tapi kok ke diri sendiri marahnya. Makanya, setelah lebaran kemaren aku bener-bener memutuskan buat meninggalkan dunia Maya (Blog dan Sosial Media) demi keberlangsungan hidup. HALAH!!

Kalau boleh jujur, aku juga masih belum tenang. Tetap saja Me time adalah caraku paling tepat untuk membuatku tenang.

Mau diam di kamar seharian. Ada istri. Mau jalan sendirian, istri mau ikut. Mau desain seharian, istri kadang pengen manja-manjaan.

Dunia emang lagi gini banget, ya?

Hehehehe.

Itu yang pertama.

Kedua

Sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H kemaren, aku memutuskan resign dari pekerjaan kantoranku. Kalau ada yang nanya Kenapa?

TANPA ALASAN.

Aku resign karena tanpa alasan.

Bohong, sih kalau tanpa alasan.

Mungkin alasan dasarnya karena aku udah gak nyaman sama feedback yang dikasi dengan pekerjaan yang aku terima. Maaf, aku memang tipikal orang yang kalau pekerjaan lebih besar dari pendapatan, aku akan memutuskan untuk resign.

Dan ini bukan kali pertama.

Terus, setelah resign dari kerja kantoran (yang maaf itu-itu saja setiap hari). Aku memutuskan membangun bisnis offline dan sekarang aku bersyukur semuanya sesuai rencana.

Tapi, dari bisnis ini yang ternyata membuat aku bener-bener gampang jenuh.

Soalnya, offline kalau dirunutkan sama saja seperti kerja kantoran. Ya gitu-gitu aja. Sama seperti ngeblog, ya gitu-gitu aja. Sama seperti Ngevlog, ya gitu-gitu aja.

Semenjak kenal makna gitu-gitu aja, akupun jadi gampang remeh sama suatu hal.

Saat kondisi seperti ini, ada istri yang ternyata ia yang membuatku sadar. Bahwa kerja, usaha dan doa itu harus related. Makanya, setelah disadarkan aku seperti orang yang baru hidup kembali. Penuh semangat, tidak gampang jenuh, tapi tetap aku masih sering bosan.

Tidak ada cara lain.

Sudah banyak cara yang aku tempuh untuk membuatku benar-benar merasakan hidup dengan badanku sendiri. Tapi, sebanyak carapun ternyata tidak dapat menyelesaikan itu.

Jawabannya simple, AKU HARUS BERKARYA LAGI.

Rasanya, tanpa karya aku ngerasa hidup ini cuman gitu-gitu aja. Gak ada tantangan, gak ada lagi keripik pedas. Semuanya seolah baik-baik saja. Hidupku, bangun kerja, ngitung uang, bayar gaji karyawan, tiap bulan masukkan uang ke BANK.

UDAH. GITU AJA TERUS.

Ketiga

Aku kurang jalan-jalan. Sejak memutuskan pulang kampung, menikah dan mengurus kedua orang tua. Aku seperti mesin. Ngurus usaha Pagi, Siang, Sore dan Malam. Hasilnya apa?

Iya, dapet uang. Tapi aku gak bahagia.

Makanya, perlu kalian tau bahwa uang bukanlah segalanya. Tapi segalanya butuh uang. Terpenting dan utama bagiku saat ini adalah bahagia.

Soalnya, bener kata temenku waktu kuliah dulu : “Uang gak bisa jadi ukuran kita itu akan bahagia atau tidak sama hidup kita. Sebenarnya yang dapat membuat kita bahagia itu adalah bersyukur. Itu aja ru.”

Pengen rasanya jalan-jalan yang jauh. Tinggal di apartemen harian murah di Jakarta mungkin, atau melihat MRT yang katanya keren itu.

Atau ngumpul sama temen-temen blogger di Pulau Jawa biar bisa ngobrol dan tukar pendapat.

Semoga sajalah. Doakan saja waktu dan Tuhan mengizinkan aku untuk menjadikan diri sendiri kembali seperti dulu.

Kurang bicara tapi banyak karya.

Kalau aku yang sekarang, banyak bicara dan gak punya karya. Lagi. ☹

Mohon supportnya buat aku supaya bisa berkarya lagi, apapun bentuknya supaya hidupku gak gitu-gitu aja.

Pangera Wortel pamit. See you…

About Pangeran Wortel

Blogger dari Kab. Bengkalis. Sukanya ngisi waktu luang untuk buat video, nulis di blog, desain feed instagram #bukanfakta dan kadang suka sendiri di pantai. Salam kenal..

View all posts by Pangeran Wortel →

One Comment on “Kebiasaan yang Baru Dimulai”

  1. uang bukanlah segalanya. Tapi segalanya butuh uang.

    Deep.

    Untung ya pange pas ngerasa gitu gitu aja, masih ada istri yang bikin sadar Bahwa kerja, usaha dan doa itu harus related.

    Tapi. Aku juga lagi ngerasa kayak pange nih.
    Udah 5 tahun diJakarta, niatnya kerja sambil kuliah. Tapi setelah sebentar lg kuliah selesai.. kayaknya masih gitu gitu aja.

    pengen pulang kampung juga, ngurus orang tua. Nikah.
    Tapi nanti tetep bakal ada fase “ko gitu gitu aja”.
    Kayaknya emang kita harus pinter2 cari cara supaya tetep bahagia ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.