Indonesia : Sulawesi

Hallo guys, ketemu lagi di hari Kamis. Time to…. WORTELINFO. Kali ini kita bakalan bahas apa? Serpihan mantan di Planet Mars ? atau Butiran Debu dan seonggok hati yang telah Rapuh?. “Opening macam apa, ini? Hahaha.”
Oke, WORTELINFO kali ini, bakalan membahas tentang pulau-pulau di Indonesia. Yoi, Pangeran akan ngomingin Sulawesi. “Ciyeee yang pengen diomingin?…”

DESKRIPSI
Sulawesi adalah pulau terbesar ke-11 di dunia. “Terus kamu terbesar ke berapa di hatinya?” Buat yang belum tau, Sulawesi itu deketan sama KaliMANTAN. “Kenapa mantannya dicapslock Pangeran?” Abaikan pertanyaan barusan. Jadi, buat yg belum tau juga soal Kalimantan, kalian bisa baca di post ini Indonesia : Kalimantan. Selain deketan sama Kalimantan, Sulawesi merupakan pulau yang unik. Karena gak ada pulau lain di Indonesia yg bisa nyamain huruf alfabet ‘K’ artinya, kalo ada level kekerenan, Sulawesi levelnya Pangeran kasi keren banget. 
Sejarah Nama Sulawesi  berasal dari kata dalam bahasa-bahasa di Sulawesi Tengah yaitu kata sula yang berarti nusa (pulau) dan kata mesi yang berarti besi (logam). Ada kemungkinan nama Sulawesi berkaitan dengan hasil produksi tambang-tambang yang terdapat di sekitar Danau Matano, dekat Sorowako, Luwu Timur.
BUDAYA
Kalo lagi ngomongin budaya Sulawesi, tentunya kalian pasti terbenak Suku Bugis. Ya, Suku Bugis adalah suku yang paling banyak ada di Pulau Sulawesi. Bahkan, kalo kalian mau keliling Sulawesi dari Sulawesi Selatan sampe Gurontalo sekalipun, pasti ketemu Suku bugis.
 “Kok bisa gitu ya, Pangeran?”
Ternyata alasan simple, rupanya Suku bugis ini kebanyakan atau bahasa kerennya mayoritasnya adalah pedagang. Jadi, gak heran kalo kalian jalan ke mana aja di sulawesi, bakalan ketemu sama orang bugis. Selain itu, ternyata Suku bugis bisa dibilang penguasa dari pasar yang ada di Sulawesi. Suku bugis juga terkenal dengan suku yg taat beragama dan menjunjung tinggi harga diri serta martabat. “Jadi pengen ta’aruf.” #Baper
Di Sulawesi gak cuman Suku Bugis aja yg ngehitz. Tapi ada suku bernama Toraja. “Kemaren masuk On The Spot lho….” Suku Toraja adalah suku yang banyak tinggal di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Dari data yg Pangeran baca, Populasinya diperkirakan sekitar 1 juta jiwa dan memiliki banyak bahasa yaitu : Toraja-Sa’dan, Kalumpang, Mamasa, Ta’e, Talondo’ dan Toala’. “Banyak juga ya.” Nah, kebanyakan orang Suku Toraja memeluk agama Kristen, sementara sebagian menganut Agama Islam dan kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Aluk To Dolo. 
Yang unik dari Suku Toraja adalah Proses pemakaman. Emang rada serem kalo bahas soal kematian gini. Tapi gak apalah, inikah pengetahuan. Teryata, Suku Toraja memiliki proses pemakaman yang unik, yaitu perbedaan jenis pemakaman bedasarkan kelas masing2. “Kek tiket nonton gitu, ada VIP ada paling pojok kejepit sama pintu.” Ada tiga level kelas sosial: bangsawan, orang biasa, dan budak (perbudakan sendiri telah dihapuskan pada tahun 1909 oleh pemerintah Hindia Belanda).
Jadi, dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal pula. 
Dalam agama aluk (kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk, atau “jalan” kadang diterjemahkan sebagai “hukum”), hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Bahkan, jika ada orang bangsawan yang meninggal, biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan berlangsung selama beberapa hari. Selain itu, akan dilengkapi dengan Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja. Tetapi sedihnya, semua itu gak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah. 
Ini yang paling serem, biasanya Upacara pemakaman baru digelar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sejak kematian dari orang yg di Suku Toraja tersebut. Sebenarnya, tujuannya baik, sih, supaya keluarga yang ditinggalkan dapat mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman. Ada juga semacam kepercayaan Suku Toraja bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba tetapi merupakan sebuah proses yang bertahap menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Nah, selama nunggu upacanya, jenazah akan dibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Suku Toraja yg pekat akan budaya ini, percaya bahwa Arwah orang mati tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai. “Waduh.”
Selesai bahas tentang macam-macam sukunya, kita lanjut ke Rumah Adat di Sulawesi. Pasti tadi ada yg bingung sama istilah Tongkonan sebagai tempat meletakkan jenazah sebelum upacara tadikan? Tongkonan itu adalah rumah tradisional Toraja yang berdiri di atas tumpukan kayu dan diberi hiasan dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja tongkon (“duduk”). Kek gini rumahnya :

Keren, ya?

Menurut cerita rakyat dari Toraja, tongkonan pertama dibangun di surga dengan empat tiang. Ketika leluhur suku Toraja turun ke bumi, dia meniru rumah tersebut dan menggelar upacara yang besar. “Gitu cerita rakyatnya gaes..”

KULINER



Jalangkote : sejenis makanan khas Sulawesi yang wajahnya mirip pastel. Perbedaannya, kulit jalangkote lebih tipis dan isi bagian dalamnya biasanya diisi dengan potongan wortel dan kentang berbentuk dadu, tauge (kecambah), dan soun, yang ditumis bersama bawang putih, bawang merah, garam dan merica. “Keknya Pangeran bakalan doyan bgt makan Jalangkote, ada wortelnya lho…”

Buras : buras atau burasa ini, agak mirip sama lemper, sejenis kue basah khas Jawa. Bedanya, lemper terbuat dari beras ketan, sedangkan buras menggunakan beras sebagai bahan dasarnya. Mau buras atau lemper, keduanya sama-sama dibungkus pake daun pisang, cuman buras ngebungkusnya rada antimainstream. “Mungkin biar isinya gak lompat, ya?” hehehehe

Gogos : agak serem namanya. Tapi, gogos adalah makanan yang terbuat dari beras ketan hitam yang dimasak dengan santan, lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian dipanggang. “Rasanya gak seserem ngeliat mantan bawa pacar baru kok.”

Sebenarnya masih banyak kuliner unik lainnya, biar kalian gak penasaran, cek aja di sumber di bawah, ya.

—–o0o—–

Gimana? Panjang? Bosen? Kalo iya, daripada dipemdem, tulis aja di komentar. Pangeran gak mau buat penutup yg panjang lagi. Intinya, semoga bermanfaat… 
Sampai jumpa di WORTELINFO selanjutnya, jangan lupa like, comment, and subscribe ya…
Bye….

Thanks to : Bugis, Toraja, Wikipeda, dan Cara Makan

Pangeran Wortel

Blogger dari Kab. Bengkalis. Sukanya ngisi waktu luang untuk buat video, nulis di blog, desain feed instagram #bukanfakta dan kadang suka sendiri di pantai. Salam kenal..

37 thoughts to “Indonesia : Sulawesi”

  1. Hahaha, saya orang Jawa yang baru pertama kali keluar kandang, Mas Heru.

    Sekarang ini, saya sedang bertugas di ujung Sumatra, Aceh πŸ™‚

    Ketika berada di Aceh, saya tersadar, betapa luasnya Indonesia itu.

    Betapa banyak daerah yang belum dijelajahi.

    Target saya selama setahun ini di Aceh adalah keliling Sumatra.

    Sulawesinya nyusul πŸ˜€

    Oh ya, Mas Heru, foolback dong.

    Blognya Mas Heru udah saya follow tuh.

    πŸ˜€

    1. Iya dong… Indonesia itu indah bgt… Masih banyak yg blm kita ketahui.

      Wah… Mas Yoni lagi di Aceh. Selamat melihat dunia baru ya mas. Bagi2 view di aceh dong…

      Maaf, y mas, saya blm ada on PC. Jadi, gak bisa follow dulu. Kalo udh On, saya usahakan mas. πŸ™‚

    1. Waduh… Anak Makasar ni… Gue suka sama bubur makasar. Enak bgt bro…

      Iya, masih banyak bgt. Kalo gue bahas semua, keknya pada bakar blog nanti… Hahahaha

      MudahΒ²an gue bisa ke sana, ya. Amin..

  2. Sulawesi mah gitu pulaunya, apasih..

    Kuliner yang aku tau dari Sulawesi itu cuma es palu butung sama es pisang ijo, kan lumayan tuh panas-panas sambil nyeruput es, bisa bikin adem hati dan melupakan semua masalah yang ada. Hahah.

    Kalo suku Toraja gimana ya, ngeri gitu kan makamnya di gua-gua yang di tebing paling tinggi dan katanya yang paling tinggi jadi lebih dekat sama Tuhannya dan mesti sembelih kerbau gitu dan banyak ritualnya. Tapi disitu letak uniknya.

    1. Iya ni… Apaan sih, mblo.. Hahahaha

      Iya, pisang ijo ngehitz bgt ki. Gue juga pernah makan. Dibuatin dosen gue yg asli dari makasar, tapi ngajar di Pekanbaru. Jomblokan masalah hidupmu ki? Hahahaha

      Emang ki, yg soal kerbau itu bener banget. Makin tinggi tempat dimakamkan, maka bakalan deket sama tuhan… Yg paling serem, kalo tahunan di bawah rumah. Baunya kek apa, ya?

      Yoi… Di situ yg buat Indonesia kaya budaya.

    2. Maklum jomblo pikiran suka kemana-mana :v

      Bayangin siang bolong kayak gini sambil nyeruput es pisang ijo enak banget, apalagi ada yang nemenin sayangnya itu cuma mimpi.

      Lah iya juga sih kalo udah lama dibawah rumah bakal kayak apa ya baunya, tapi kayaknya gak bau sih mungkin ada ramuan apa gitu atau jenazahnya dibalsem kayak mumi. Setelah uangnya ngumpul baru dimakamkan

  3. pangeran tahu info gini search di google atau memang tahu dari temen yang tinggal di sana ya.

    perahu pinisi kok nggak dibahas sih pangeran. kan itu jenis perahu yang udah di kenal sama dunia.

    1. Semuanya gue lakuin, survei dari temen, info blog, website resmi, dan sumber yg lain.

      Nah. Gini ya mas Ara. Gue punya list sendiri soal apa yg mau gue bahas. So, hal yang udah terkenal, menurut gue gak bisa gue sampaikan. "Gue pengen ngasi yg beda." gue juga tau Perahu itu terkenal sampe dunia.

      Beginilah informasi, tak akan semuanya diberikan, supaya kita punya semangat dan rasa ingin tau lebih.

      Dari awal gue buat konsep ini, gue udah buat list yg harus dibahas. Jadi, ini yg bisa gue bahas. Selamat menikmati..

  4. pangeran, kalo ada kenalan asli bugis, bolehlah sebar cv ke saya hehe :3

    dari informasi yang pangeran telah sampaikan, ada beberapa poin yang saya tangkap. pertama sulawesi itu keren, kedua, makanannya yahud yahud, ketiga cewenya cakep cakep haha

    ohya ada suku toraja muslim?, baru denger ._.

  5. Upacara kematian di Toraja emang eksklusif ya Her… mahal banget, sebenernya karena ada perbedaan kelas, hal ini menurut gue nggak keren.. kasian yang miskin, bahkan kalo gak salah gue pernah denger, kalo ada yang meninggal mesti nyembelih sapi atau kerbau.. padahal harganya mahal banget. itu malah memberatkan sih,,,, kasian..

    makanan yang namanya gogos itu kayaknya enak Her.. kayaknya seru ketan htitam terus dipanggang haha

  6. Kereenn… indonesia penuh dengan cita rasa… ternyata masih banyak hal-hal di negeri kita yang belum gue tau… OMG OMG…

    Awalnya emang ini cerita agak nyeremin gimana gitu, masalah pemakaman yang beda kelas segalalah, kasian juga dong buat yang miskin, budak, dan anak-anak. Oh iya ini cara dimakamkannya juga dikubur kan? Agak begidik gimana gitu pas tau disana ada pesta pemakaman, mungkin karena udah tradisinya juga disana…

    BTW kulinernya layak dicoba tuh, jetangkole sama kayak pastel kayaknya, kalo buras udah pernah makan, nah kalo gogos tuh kayaknya seru…
    Tengkyu pangeran, informasinya…

  7. curiga gue kenapa kalimantan nya di capslock. apa disana ada sesuatu yg buat lu baper?? gw jg jd baper klo ngomongin kalimantan. friendzone hw ada disana. hahhaa #yaolo malah curhat

    klo sulawesi, pengen ke toli-toli. pengen ke makassar juga. ketemu temen smp gue disana

  8. Sulawesi ternyata sekeren ini ya? baru tau…
    jadi, mayoritas masyarakat di sulawesi itu suku bugis ya…
    waduh, kalo udah ngeliat makanan bawaannya ga nahan nih…
    duh jadi pengen makan pas liat makanan tradisional sulawesi…
    makin keren aja nih tulisannya, membahas dari berbagai sisi *apalagi makanan, itu yg paling penting

  9. Itu referensimu dari google ya???
    Aku tau tu makanan yg kyk lemper itu hehehe
    Emang tiap daerah pny keunikan msg2, apalagi pulau sulawesi mirip huruf K.. Keren hihihi
    Kalo Suku, emg yg paling terkenal adl Bugis. Lainnya aku kurang paham. Thx infonya

  10. Wow, kuliner nya agak mirip dgn yg di sini (jawa) πŸ˜€
    Aku sejak kecil bingung dgn bentuk pulau kaliMANTAN, sulawesi, ama irian.
    Bentuknya mainstream dgn benda2 yg kita kenal…

    tradisi nya mirip ama mesir kuno, ada mumifikasi jg ternyata.
    Jangan2 suku toraja adalah keturunan dari para rakyat mesir kuno yang nyasar di pulau sulawesi… Karena di sulawesi impossible buat bikin piramid, jd nya cukup di taruh di tongkonan
    #cocoklogi :v

  11. Terinakasih pelajaran geografi dan sejarahnya kakak..dari dulu gue jga tertarik sama toraja krena mreka keren sekaliiii….i mean unik bangettt apalagi pemakaman dan bntuk rumahnya yg artistik bingit. Nice info. Gue bangga jadi anak Indonesia

  12. Kok nama makanannya sama kayak di jawa barat ya Ru hahaha buras sama jalkote

    Gue punya temen yg keturunan bugis sih. Anaknya tatoan. Serem…

    Gue kira biar lebih menarik yg kuburan fan cara pemakamannya dikasih gambar Ru biar kece.. Hehe

  13. thanks infonya bang! jd bnyak tw ttg Sulawesi. itu Gogos kok aneh gt namanya ya. rada nyeramin haha.

    kasian jg klo pemakaman orng yg mninggal pakai kasta kasta gt. kasian yg mskinnya.

    ah, jd pngn k sulawesi biar bsa blajar lbih dlam dsna. haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *