Hotel di Bandung dan Kisah yang Tak Sampai

hotel di bandung
Jika ada catatan sejarah hidup mengenai hal-hal yang gak tercapai dan dibukukan, mungkin gue orang pertama yang akan mendaftakan diri menulisnya.

Kenapa?

Karena tahun 2016 adalah tahun di mana banyak catatan hidup gue yang tak sampai. Bahkan, rencana yang udah gue atur dari 1 tahun yang lalu, harus kandas dengan 2 alasan yang cukup membuat gue sendiri gak tau harus berbuat apalagi.
Mungkin, kalo gue ceritain semua, butuh 60 lembar kertas A4 dan 140 lembar kertas A5. Tapi, gue gak akan ceritain yang udah berlalu cukup lama.

Tapi, gue akan menceritakan tentang tanggal 13 dan 14 Agustus 2016. Dua hari itu adalah sebuah impian dari 1 tahun yang lalu. Bahkan, sangking pengen mewujudkan impian itu, gue menuliskan lumayan besar di kamar gue.

Sekarang, tulisan itu udah gue bakar. Bukan karena gue pengen mengubur impian itu. Tapi, setelah gue pikir tulisan itu kebesaran dan ganggu yang lain, sih. Hehehe.


Impian apakah yang gue lewatkan itu?

#KOPDARNASIONALBE yang pertamakali dilaksanakan di kota kembang yaitu Bandung. Ini adalah moment paling nyesek yang pernah gue alami dalam urusan gagal. Biasanya, kalo gue gagal akan sesuatu, cukup hitungan jam, gue udah bisa kembali optimis lagi.

Kali ini beda. Kali ini gak sama. Kali ini berbading tebalik. Kali ini gak mirip. Terus aja gitu. πŸ˜€

Yang jelas, setelah gue tidak bisa mewujudkan impian yang udah lama ini, gue butuh menata hati cukup lama. Bahkan, kalo disinggung dikit, gue bisa nge-bacok, ngebunuh dan jadi pemarah serta ngencintai-kamu-yang-sudah-menjadi-miliknya. Wortel…… Makasa abis.. 

Intinya gue gundah dan pasrah banget. Pengen rasanya gue nyeritain ke temen-temen yang udah menyiapkan acara ini sejak lama atur waktu, tempat, dana dan semuanya. 
Meskipun mereka setiap hari punya kesibukan masing-masing yang gue tau parah banget sibuknya. Tapi, dedikasi mereka untuk acara ini luar biasa. Terimakasih Team BE yang udah sukseskan KOPDAR NASIONAL BLOGGER ENERGY yang pertama kemaren. 

Sebanarnya, apa yang terjadi dengan gue ?

Kenapa gue gak bisa ikutan?

Ada begitu banyak alasan jika kalian tanya kenapa? Tapi, mungkin dua alasan ini yang bener-bener gak bisa gue paksakan untuk berangkat dan berjabat tangan dengan sahabat yang sudah lama gue kenal melalui grup Blogger Energy.

KONDISI GUE BELUM MEMBAIK. 

Kondiri kesehatan belum membaik

1 Minggu sebelum pergi ke acara #KopdarNasionalBE kemaren, gue memutuskan untuk mengecek kondisi badan gue. Apakah sudah bisa untuk perjalan jauh? Apakah sudah bisa duduk untuk waktu yang lama? Apakah sudah bisa mencitai tanpa harus memiliki?


Baca juga : AADP2 – Kecelakaan dan Sebuah Tanda

Setelah gue cek. Hasilnya BOOM!!! 

Bukan. Gue bukan meledak dan tubuh gue bertebaran di mana-mana. Tapi, kondisi gue belum bisa dipaksakan. Tangan gue masih beberapakali mengalami sakit.
Pinggang gue yang paling parah (karena gue sempet maksain buat kerja keras, besoknya gue tumbang). Ketakutan ini sempet membuat gue semacam telur di atas tanduk.
Terombang-ambing. Salah langkah, gue akan gagal untuk berangkat.

Tanggal 12 Agustus 2016, Pinggang gue masih mengalami rasa sakit yang lumayan membuat gue gak nyaman seharian.

Bahkan, nulis post inipun, terkadang gue butuh semacam refleksi untuk meluruskan beberapa saat supaya badan gue tetep kuat. Ya, walaupun kenyataannya gak gitu.

Gue gak mau cerita ke temen-temen Panitia. Karena, kebetulan gue juga bagian dari Panitia #KopdarNasionalBE kemaren. Tapi gue berdalih untuk berbohong ke mereka, kalo gue ada ketemu customer untuk urusan usaha gue.

Beberapa terlihat SANGAT kecewa dengan sikap gue. Tapi, gue gak bisa apa-apa. Gue cuman bisa hening lama setelah mengirim chat di grup WhatsApp itu. Kemudian gue tak pernah berani membuka setiap notif di grup itu, sampai acara selesai.

USAHA GUE MENGALAMI TITIK TERBURUK.

usaha sedang mengalami titik terendah
Ya, tahun 2016 mungkin saatnya gue berdiam diri untuk waktu yang lama. Mengkoreksi semua hal yang sudah gue lewati selama ini.

Bukan artinya gue menyalahkan tahun 2016. Bukan. Tapi, gue menyalahkan diri gue sendiri. 
Tahun 2015 gue punya kejayaan yang di luar dugaan gue. Usaha berkembang sampai mendapatkan customer di Kalimantan bahkan pernah 2x di Papua.
Itu suatu prestasi yang gak pernah gue bayangkan. Bahkan, saat itu gue memberanikan diri untuk menggunakan uang makan sebagai modal memulai usaha. 
Dan cara terbaik adalah gue berpura-pura gak punya duit untuk melalukan ritual ngemis ke orang tua supaya gue tetep bisa makan. 
Hanya saja. Allah punya cerita lain. 
Ini tepatnya gue bukan lupa diri, tapi ada sistem kerjasama yang harusnya gue pikirkan sematang mungkin, tapi gue gak melakukan itu.

Sekali lagi. Gue juga gak akan menyalahkan itu. Meskipun hal itu adalah pemicu meledaknya kegagalan gue. 

Sekarang? Gue sedang tertatih-tatih bahkan lebih tepatnya jatuh dalam hal yang gak pernah gue duga sebelumnya. Jatuh yang memang remuk. Hanya saja, belum hancur lebur.
Yang membuktikan itu adalah kepulangan gue lebih awal sebelum hari raya kemaren. Gue udah gak kuat, gue butuh waktu sendiri, gue butuh dekat dengan orang yang bisa mengerti gue.
Setelah mengalami semua kejadian itu, tepat di tanggal 12 Agustus 2016, gue juga baru tertipu sebuah perusahaan yang menawarkan pekerjaan A tapi, nyatanya bukan itu pekerjaanya. Jauh dari ekspekstasi gue.
Sudah jatuh, tertimpa tangga, terpegang kecoak. Mampuslah gue.

Terus, kenapa sekarang Pangeran masih mau bangkit dan maju lagi?

Gak ada alasan gue harus diam. Yang jelas, alasannya simple. Karena ada Allah, Orang tua dan Dia. Tiga hal itu yang kembali menguatkan gue. Meratapi jatuhnya diri bukan cara paling baik yang pernah gue lakukan. 

Gue bukan orang yang seharusnya lemah. Gue bukan orang yang seharusnya pasrah. Gue Heru Arya, mampu berdiri meski sudah terlalu banyak luka di sekujur tubuh. Guepun bangkit, optimis, usaha dan do’a untuk memulai semuanya kembali.

Ow, ya Pangeran. Seandainya Pangeran jadi ke Bandung kemaren, apa yang akan Pangeran lakukan?

Hem… Membaca pertanyaan di atas sebenarnya membuat gue sedih. Tapi, mungkin dengan menuliskan rencana ini, jalan gue untuk bisa bertemu sahabat yang sudah lama gue kenal ini akan dimudahkan.
Begini cerita rencana gue 1 tahun yang lalu.
Sebelum ada keputusan di mana tempat pelaksanaan #KopdarNasionalBE yang pertama itu, gue sudah menyarankan mereka semua untuk ke Bandung. Tanpa alasan. Gue pengen banget ke kota kembang itu.

Sampai akhirnya semua setuju memilih Kota Bandung sebagai tempat #KopdarNasionalBE pertama kala itu. 
Nah, setelah tempatnya ditentukan. Guepun mencari hotel di bandung yang punya tempat untuk bisa gue jadikan ajang foto yang tak terlupakan.

Di saat gue mencari hotel di bandung, ada salah satu panitia menyarankan untuk melakukan kegiatan #KopdarNasionalBE di Villa yang berada di bandung. Hanya saja, setelah survei dilakukan oleh temen-temen di bandung, biaya untuk per orangnya lumayan besar.
Memasuki hari kedua mencari hotel di bandung. Bahkan gue sampe mencari hotel murah di bandung yang punya view keren. Gue akhirnya menemukan Banana Inn Hotel. 
Tapi, sayangnya gue gak berani merekomendasikan hotel ini. Sebenarnya, bukan karena budget hotelnya, sih. Tapi karena hotel ini direkomendasikan oleh teman gue yang ada di bandung dan deket dari tempat ia tinggal. Sedangkan, gue gak tau bandung. 
Yasudah, guepun memilih diam. 

Temen gue itu, sekarang sedang kuliah S1 di Universitas Kristen Maranatha. Dia juga bilang kalo hotel ini berdekatan dengan Paris Van Java Mall yang tentunya gue gak akan belanja di sana, sih. Tapi, bisa gue jadikan tempat foto-foto dan…. Cuci kaki. Eh, cuci mata. 

Kan mumpung di kota kembang… Maklum, guekan kota Asap. Jadi, agak susah nemu yang bening di sini. Nggaklah.

Sebenarnya, bukan cuman karena hotel ini deket dari kampus temen gue, tapi karena fasilitasnya pas gue cek, udah buat gue ngiler banget. 

Nih, beberapa view yang harusnya jadi tempat untuk #KopdarNasionalBE kemaren (harusnya) :

Ballrom Banana Inn Hotel
Duh…..

B’Leaf Cafe Banana Inn Hotel
Gue bakalan duduk yg di pojok sebelah kiri.

Banana Inn Hotel
Seandainya…

Swimming Pool Banana Inn Hotel
Gue gak mau foto aja, pasti nyebur. Soalnya gak dalem. πŸ˜€
Gimana? Gue yakin pasti akan keren banget kalo #KopdarNasionalBE yang pertama kemaren ada di Banana Inn Hotel ini. Memang, masih ada banyak hotel lainnya di bandung yang bisa gue temukan dengan view-view keren lainnya.
Cuman, begitulah rencana yang udah gue siapkan 1 tahun yang lalu. 
Rencana teteplah rencana. Gue gak bisa memaksakan suatu hal yang gak bisa gue lakukan. Mungkin Allah masih punya cerita lain dari semua yang udah gue alami tahun ini.

“Bertubi-tubi gue jatuh dalam urusan patah hati. Tapi, lebih sakit dalam urusan janji. Entah bagaimana gue harus bersikap. Yang jelas, gue harus tetap tegap dan sigap untuk hidup yang tak melarat.-Heru Arya

—o0o—
Sebelum gue tutup, gue mau ngucapin terimakasih banget buat semua panitia #KopdarNasionalBE kemaren yang diadakan di Bandung. 

Mungkin gue udah ngecewain kalian. Tapi, mudah-mudahan gue bisa bertemu kalian semua di lain waktu.
Okelah, sepertinya itu dulu yang bisa gue bagikan kali ini. Pangeran Wortel pamit. See you….
Image by : 
  • traveloka.com

  • tulisanwortel.com