7 Etika Saat Berada di Pesawat

Ngomongin perjalanan, tentunya gue akan membutuhkan transportasi yang cepat dan yang paling penting nyaman. Gue memilih untuk menggunakan pesawat. Ya, meskipun pesawat itu kurang berpetualang dibanding naik BUS, tapi pertualangan gue nanti ketika dateng ke kota tujuan itu sendiri.

Alasan paling sederhana kenapa gue memilih pesawat, ya karena harga tiket pesawat makin lama makin berbaur dengan kantong gue yang bukan mahasiswa lagi. Belum lagi, banyak promo tiket pesawat dari maskapai penerbangan baru seperti Wings Air, Kalstar, Nam Air dan juga layanan pendukung yang paling gue suka yaitu Traveloka.

Memilih menggunakan pesawat tentunya gue harus siap dengan semua konsekuensi selama di perjalanan. Termasuk etika di dalam pesawat. Memang, sih, gak jauh beda etika di pesawat dengan transportasi lainnya. Tapi, supaya tidak ada dusta di antara kita, gue akan sedikit berbagi tentang 7 Etika Saat Berada di Pesawat. Apa saja etika yang harus kalian taati? Mari kita bahas.

1. Duduk Sesuai Nomor Kursi

Ketika sudah masuk ke dalam pesawat, silahkan kalian duduk sesuai nomor kursi di bording pass yang kalian miliki. Ini sebenarnya sangat sederhana dan gak perlu gue ajarin. Tapi, terkadang banyak yang melupakan etika sederhana ini. Misalnya, ketika tau nomor kursinya berada jauh dari jendela, banyak orang dengan seenaknya berpindah ke kursi yang berada dekat jendela. Ya, memang indah banget bisa ngeliat awan dari atas.

Hanya saja, cobalah menjadi penumpang yang bijak. Kalo memang nomor kursi kalian jauh dari jendela, ya kalian harus menerimanya. Kalo kalian melakukan seperti contoh gue barusan, ini jelas akan mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Saran gue, kalo memang pengen berada di kursi dekat dengan jendela, silahkan pesan nomor tiket yang berada dekat dengan jendela sejak awal. Mari kita tumbuhkan jiwa beretika yang baik dan benar.

2. Perhatikan Prosedur Keselamatan

Ngomongin Prosedur, biasanya ketika akan landas, akan ada awak pesawat yang biasanya gue panggil Mbak-mbak Pramugari yang akan menjelaskan bagaimana prosedur keselamatan yang benar.

Nah, ketika Pramugari menjelaskan, silahkan cermati dan pahami dengan baik. Jangan karena udah sering denger, kalian mengabaikan informasi ini. Siapa tau, di akhir kata ada PIN BBnya yang bisa diinvite. Kan lumayan. Makanya, jangan pernah melewatkan ketika Pramugari menjelaskan prosedur keselamatan.

Inget! Patuhi semua prosedur yang ada mulai dari menonaktifkan gadged, memasang sabuk pengaman, menegakkan kursi, memastikan baju keselamatan di bawah kursi dan memastikan hati ini hanya untuk yang terbaik. “Ukhuk.”

Tapi, buat kalian yang gampang lupa. Biasanya di depan kursi akan ada kartu keselamatan yang bisa kalian baca. Kalo lupa, sebaiknya dibaca dengan baik. Jangan ketiduran pas bacanya.

3. Batasi Jumlah Barang Bawaan

Ketika kalian menaiki pesawat, jangan lupa perkirakan barang bawaan yang pelu kalian bawa. Kalo rasanya terlalu banyak kenangan mantan, titipin aja di bagian bagasi. Sebenarnya itu ada kaitannya ketika kalian duduk di kursi kalian nanti. Kalo kalian membawa barang terlalu banyak, jelas akan menyulitkan penumpang lain mendapatkan ruang. Dan usahakan barang yang kalian bawa jangan terlalu berat. Kasihan nanti kalo terjadi sesuatu seperti penyimpanan terbuka dan itu bisa membuat penumpang lain cidera.

Gak cuman itu, usahakan barangnya jangan tergeletak di lantai, ini jelas akan menyulitkan saat melakukan evakuasi jika terjadi sesuatu.

4. Menjaga Kebersihan

Budaya menjaga kebersihan memang sudah seharusnya ditanamkan dalam diri. Bukan dibatasi oleh tempat-tempat tertentu. Terkadang, hal sederhana seperti ini sering sekali gue melihat banyak yang mengabaikan.

Contohnya, ketika kalian selesai makan jajan atau makanan yang kalian pesan di pesawat, ada baiknya sampahnya dibuang pada tempatnya. Kalo memang membawa kantong sendiri, silahkan dimasukkan ke kantong tersebut sambil menunggu tempat sampah datang.

Menjaga kebersihan itu tentunya tidak merugikan. Malah, diberikan kenyamanan. Lagian, ketika kalian membuang sampah pada tempatnya, artinya kalian menghargai penumpang yang akan duduk selanjutnya di kursi kalian. Jadi, budayakan kebersihan di manapun dan kapanpun.

5. Menjaga Ketenangan

Menjaga ketenangan tidak kalah penting dengan menjaga kebersihan. Misalnya ketika kalian membawa anak-anak atau bayi, pastikan membuat mereka aman dan nyaman.

Walaupun menangis adalah kodrat anak-anak, tapi harapannya kalian bisa menenangkan mereka sehingga penumpang lain tidak merasa terganggu dengan keadaan seperti itu. Sama halnya ketika kalian mendengarkan musik dari telepon selular atau alat pemutar musik lainnya. Gue harap, supaya tidak mengganggu penumpang lain, ada baiknya suara dangdut koplo itu kalian dengerkan dengan earphone. Ini jelas tidak akan menggangu.

Selain itu, ketika kalian ngobrol, diharapkan untuk mengendalikan volume yang kalian miliki. Jangan mentang-mentang lagi asik bahas mantan yang malah pacaran sama temen sendiri, kalian tertawa terbahak-bahak sampe lupa kalo kalian hampir dikeluarkan dari pintu darurat. Jadi, bersikaplah yang baik dengan mengobrol menggunakan volume sedang saja.

6. Menghargai Orang Lain

Menghargai orang lain ketika di dalam pesawat adalah poin yang paling sederhana. Tapi, sering tidak dipedulikan. Contohnya, ketika ada yang membaca majalah, tapi kalian justru mencoba mengintip apa yg mereka baca. Ya, mungkin mereka tidak langsung marah. Tapi, coba perbaiki sikap seperti itu dan saling menjaga privasi orang lain. Tentunya, kalian juga akan dihargai.

Hal lain yang paling penting adalah menghargai Pramugari yang akan berinteraksi langsung dengan kalian. Contoh sederhanya jangan pernah menggoda mereka. Itu adalah hal paling sederhana dan gue yakin kalian bisa menjaga itu. Selain itu, jangan merepotkan promugari dengan hal-hal yang bisa kalian lakukan sendiri. Seperti menarik resleting atau membuka kunci smartphone kalian. Inget!! Jangan lakukan itu.

7. Sering ke Kamar Mandi

Etika yang terakhir ini, sebenarnya sudah tidak cocok untuk gue jelaskan. Tapi, kok kadang suka risih sama orang-orang yang masih aja gak ngerti sama etika sederhana ini.

Misalnya kalian adalah tipikal orang yang suka buang air kecil, ada baiknya kalian memilih tempat duduk yang dekat dengan lorong. Tujuannya, supaya gampang bolak-baliknya. Gak ganggu kenyamanan orang lain. Nanti, orang di sampingnya lagi tidur, karena sudah ditahan, akhirnya kalian harus bangunkan orang di sebelah kalian supaya gak kencing di celana.

Ya, saran terbaik gue kalo memang kalian suka buang air kecil, bawa toilet sendiri. Biar gak mondar-mandir dan menggangu kenyamanan orang lain.

—o0o—

Begitulah etika-etika sederhana yang memang terkadang sangking terlalu sederhana, banyak yang melupakan itu. Ayo, kita sama-sama menjadi pelopor penumpang yang saling menjaga etika. Supaya hidup lebih baik kedepannya.

Mungkin itu dulu yang bisa gue bagikan kali ini. Semoga bermanfaat. Pangeran Wortel pamit.. See you…

Pangeran Wortel

Blogger dari Kab. Bengkalis. Sukanya ngisi waktu luang untuk buat video, nulis di blog, desain feed instagram #bukanfakta dan kadang suka sendiri di pantai. Salam kenal..

55 thoughts to “7 Etika Saat Berada di Pesawat”

  1. Menurut apa yg udah "temen gue alamin" (bukan gue. Hihi) bener, jangan banyak2 bawa barang, apalagi sampe dibagasi. Takut ilang, sering tuh yg gak tau kemana kopernya ilang.

    Yaps.. Pake traveloka emang terbukti nyaman lah pesen2 tiket. Gak ribet. Apalagi banyak diskon nya 🙂

  2. Alhamdulillah. Ada yang punya rencana mau silahturahmi dengan sesama blogger kawasan pulau Jawa nih. Semoga segera terwujud ya, Pange. Kalau bisa, seluruh Indonesia sekalian. Jadinya Tur Tulisan Wortel gitu. Huehehehe.

    Ini Pangeran nulis begini, menggambarkan kalau Pangeran ini pramugari-able. Ya, cocok kalau dipakein seragam ketat pramugari. EH ENGGAK. Maaf maaf. Maksudnya, berjiwa memberi yang terbaik dan melayani dengan apik. Apalagi yang poin jangan ngerepotin pramugari itu. Kalau mau naikin resleting, naikin sendiri. Nggak perlu minta bantuan pramugari. Duh, Pangeran menjunjung kepramugarian banget. Untung aja sarannya nggak ditambah, "Nggak perlu minta bantuan pramugari kalau mau naikin resleting. Kalau mau nurunin resleting, boleh lah."

    Sekali lagi, semoga segera terwujud rencananya itu ya, Pangeran. 😀

    1. Iya cha. Alhamdulillah kalo dimudahkan rezekinya bisa ke jawa. Hahahaha Tour Tulisan Wortel ya.. Boleh juga konsepnya.

      Gak cocoklah kalo gue pake yg ketat. Adanya malah mirip nangka dibungkus. Buat tambahannya lupa sih, cha. Karena nurunin resleting emang bolehlah.. Hahahaha

      Aminnn makasih doanya cha..

  3. Wih pangeran udah naek pesawat aja. Tapi klo untuk petualangan naek motor lebih banyak pengalaman. Apalagi naek sepeda atau jalan kaki dari pekanbaru.. wkwk

    Selamat berpetualang.. :)))

  4. Untung ada info kayak gini dari Pangeran. Emang sih aku belum pernah naik pesawat. Tapi kalo misalkan nanti naik pesawat, minimal nggak malu-maluin dan nggak keliatan ndeso.

    Emang bener ya Pang kalo pramugarinya nggak boleh digoda? Tapi kan cantik Pang. Siapa tau pramugarinya belum punya pacar dan belum nikah.

    Yowes, semoga bisa ke Jawa ya bang. Sekalian main-main ke Pacitan, banyak pantainya loh (promosi)..

    1. Nah… Semoga bermanfaat maher. Biar lo gak kelihatan ndeso2 amat. Hahahaha.

      Bukan gak boleh, boleh aj. Tapikan itu gak sopan bro. Mereka melayani itukan tuntutan kerja, bukan karena pengen digoda. Di situlah cara kita menghargai. Kalo mau kenalan aja, gk ada yg ngelarang kok.

      Buset… Pacitan ya? Lumayan itu… Semoga bisa ke sana ya..

  5. Cie kayaknya ada rencana berubah jadi blog traveling nih bentar lagi.
    Keren bang Pang, jadi pemuda backpacker gitu, jangan lupa bikin Vlog juga biar kekini-kinian. Ngenalin kota-kota yang indah di Pulau Jawa. Trus kalo ada rencana, Main main lah ke dua kota yang gue recommend in.
    Gue tunggu di kota Malang, klo beneran kesini hubungi gue aja.
    Trus mampir juga di kota Yogya, klo beneran kesini juga hubungi gue aja. Gue siap menyambut. 🙂
    Pokok jangan mepet2 ngehubunginnya, biar bisa ngatur jadwal. Ahahaha 😀
    Sendirian kah bang Pang waktu ke Jawa ??

    Mmm terkait etika naek pesawat ya ??
    Gue belum pernah ngrasain sih, dan semoga ja bakal ngerasain. 🙂

    1. Gak sampe sejauh itu juga, ka. Tapi, kalo ada rezeki, ya gue mah, nurut sama Rezeki Allah. 🙂

      Hahaha, buat Vlognya, nanti deh, kalo gue udah banyak karya. Jadi, isi Vlognya juga ada manfaatnya, gak cuman bangun-makan-jalan-tidur.

      Malang sama Jogja ya? Oke, keknya gue milih Malang nih. 🙂 Nanti deh, gue kabarin. Soalnya ada juga Blogger yg mau gue temui di sana. 🙂

      Pertanyaanmu agak nyesek Azka. Iya, sendiri. XD

      Yoi, semoga deh.. Sinih, jalan-jalan ke Riau..

  6. Ya Allah ini kenapa aku banget yang bagian suka duduk di deket jendela. Rasanya gak pernah bosen liat gumpalan awan. Tapi tenang aku pindah kursi kalo emang gak ada penumpangnya. Hehehe

    Iya tuh paling gak suka lihat penumpang yang kebanyakan bawa barang, beberapa kali aku jadi gak kebagian kabin. Biasanya di Lion. Kalo garuda gak pernah ngalamin begitu.

    Aku malah gak pernah ke toiletnya.. -_-

    Meskipun biar kata pramugari cantik cantik tapi aku gak pernah godain mereka kok. Serius….!! -_#

    1. Hahaha, karena emang posisinya memuaskan banget ya Arum.. XD

      Nah, iya rum. Kan jadi kasihan yang lain gak kebagian, karena merekanya sibuk sama barangnya yg buwanyak.

      Sesekali nyoba rum? Sensasi buang di atas langit. XD

      Yaiyalah… Kan Arum Cewek… -_-

  7. semoga keinginannya terkabul pakai traveloka ya. 😀 Anu, gimana ya caranya bawa toilet sendiri hahaha… iya pipislah sebelum kebelet pipis pas mau perjalanan jauh. Dan buang air besar juga sih hehe..

    1. Aslinya gitu rob. Tapi, tetep aja bedanya ini terbang. Kan Angkot belum ada yg terbang. XD

      Nah.. itu dia. Karena terlalu sederhana, sampe kebanyakan orang lupa.

  8. Point pertama, beberapa kali gue pernah gini. Yang tadinya Deketan jendela, eh malah diserobot duluan. Mau di tegur, tapi gak enak. Ikhlaskan ajalah.

    Point kedua paling penting ini. Tiap pramugari menjelaskan gue biasanya pake kacamata hitam pura pura tidur, padahal biar bisa ngeliatin mbak mbak pramugari.

    Ngomong ngomong etika di pesawat, gue pernah sekali nemu anak kekinian. Grasak-grusuk, Kirain ngapain taunya cari pulpen sama kertas. Terus nulisin nama sesorang, terus kertasnya di tempelin ke jendela, abis itu di Poto. Ini termasuk menganggu gak sih. Soalnya kan dampaknya gue jadi ngakak. Terus ganggu yang lain deh

    1. Hahaha, emang banyak yg gitu ben. Namanya juga bisa lihat keindahan awan dari dalem pesawat emang moment langka. XD

      Hahaha, parah lo ben. Keknya gue perlu nyoba. XD

      Ya lonya jangan ketawa keras-kerasa juga ben.. Kan terganggu yg lain. -_-

      Tapi, emang banyak sih, yg gitu. XD

  9. Ahahahahaa ini di setiap poinnya ada punchlinenya. Bikin ngakak.
    Pangeran banget nih yang kalo bahas mantan, volume suaranya nggak bisa dikecilin. Hahahahaaha

    Waah waaah yang mau jalan jalan ke Jawa. Seru ih. Semoga bisa ketemu sama temen temen blogger kece yang di Jawa ya.

    1. Hahaha, Wulan2. Jangan sering ngakak sendiri lan. Entar dikira…. XD Hahaha, iya Lan, mantan kadang bisa jadi becandaan. XD

      Doakan ya lan, bisa lancar semuanya. 🙂

  10. dan kalau tiket yang di dekat jendela habis terjual, maka para penumpang yang ingin duduk dekat jendela bisa pesan tiket, di maskapai lain yang lebih mahal, atau bisa bawa jendela sendiri kali ya, biar gak ribet kalau pengen duduk deket jendela, ru :v

    Gue belum pernah naik pesawat nih, bisa lah ini jadi pembelajaran kalau nanti gue punya rejeki buat main ke eropa hahahaha

  11. Bawa toilet sendiri gimana ceritanya dah. Wkwkwkwk.

    Tapi gimana dong, duduk di samping jendela itu rasanyaaaa emejing. Btw, mau ke kota mana aja nih yang ada di Pulau Jawa, Pangeran?

    1. Hahaha, bawa aja asoy. XD

      Emejing emang bener, tapikan kitanya juga harus saling menghargai penumpang lain. Susah memang, tapi kalo dicoba pasti bisa.

      Tujuan awal Cirebon, terus Bandung, dan.. blm tau ni mau ke man? Cha di mana? Jakarta ya?

  12. Betul kan mau ke luar pulau. Hahahahhahaha.

    Btw, sering banger ya naik pesawat? tau aja hal jelek penumpang pesawat.

    Pertama naik pesawat pernah tuh ketukar duduknya antara kursi a dengan c atau d dengan f. Hahahhahahaha. Norak gue.

    Dan gue selalu nggak dapat dekat jendela. 🙁
    Tiap habis cek in ternyata sudah dapat sendiri nomer duduknya.
    Bisa nggak tuh tawar sama petugas cek in untuk dapat kursi dekat jendela?

    Iya untuk bawaan lebih nyaman bawa seperlunya.dan taruh bagasi dalam dekat duduk saja.
    Kalau pakai bagasi tambahan suka terjadi hilang.

    Hmm. Kalau pramugarinya minta digoda, piye?
    Hahhahahaha

    1. Iya2… 🙂

      Sering sih, nggak. Tapi, lumayan.. XD

      Ya Allah, itu ketuker apa lupa ingatan? Mikirn Wulan mulu sih.. XD

      Itu emang untung2an bro. Harusnya bisa, tapi nggak tau juga, sih. Gue gak terlalu suka di deket jendela. Suka Parno. XD

      BIasanya gitu, kalo gak hilang, kemungkin barang entah ke mana. XD

      Yo digarap. XD

  13. lucu juga ya kalau di pesawat, ketika duduk bersebelahan sama org yg lagi asik baca majalah. kita malah juga nyolot liatin majalah dia. padahal setiap penumpang dpt majalah yg sama.

    asik pangeran bakal jalan2 ke pulau jawa. kayaknya bakal jadi petualangan seru nih di serial pangeran wortel hehe

    1. Lucu sih, tapi kurang beretika feb. Entahlah, kadang penasaran sama kepo itu saudaraan. Cuman beda nama. XD

      Yoi, Serial Heru dan arya juga bakalan jalan2 ke Jawa. Settingnya bakal gue buat sesuai yg gue lihat di sana. Asek..

  14. Wah, mau menyisiri pulau Jawa nih? Semangat mewujudkan resolusinya 😀

    Duduk di dekat jendela emang paling enak, apalagi kalo jadwal penerbangannya pas masih dapet cahaya matahari. Sayangnya gua jarang dapet yang kursi deket jendela. Sekalinya dapet, gua akan takjub mandangin daratan & lautan di bawah (saat take-off & landing) dan juga penampakan awan.

    Yang masalah prosedur keselamatan itu ngena banget di gua, karena hal itu jarang gua perhatiin hehe. Biasanya begitu nemu majalah dan koran yang ditawarin di pesawat, gua malah sibuk baca :p cuma palingan gua akan sesekali liat pengarahannya lewat monitor kecil. Ah, poin ketiga juga ngena di gua, karena barang bawaan gua banyak haha, dan gua jarang titip di bagasi :p

    Untuk toilet di pesawat, belom pernah coba sama sekali.

    Mau bepergian dengan transportasi apapun, toh etika tetep harus ditegakkan ya, terima kasih postingannya, bisa jadi self reminder 😀

    1. Iya bay.. Tapi gak seluruh jawa kok. 😀

      Yoi, itu moment yang paling dicari2 semua orang, sih. Yoyoi,, pemandangannya itu lho.. Nyesss banget bay.. 😀

      Hahaha, parah lo yu. Ya memang sepele, sih. Tapi, jangna gak diperhatikan juga. Duh.. ngelanggar mulu lo yu. 😀

      Perlu nyoba yu, biar tau sensasinya. hahaha

      Nah, bener banget. Apapun transportasinya, soal etika harus tetap dijaga. Sama-sama yu..

    1. Hahaha. Ya sama kek bawa kantong plastik gitu. XD

      Nah… Itu pasti bakalan sering ketemu. Makanya, diharapkan untuk menjaga ketenangan si anak kecil itu. Biar penumpang lain gak galau karena ribut. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *