10 Hari Tanpa Internet


Hallo sahabat Wortel’s semua. Akhirnya jumpa lagi, ya. Gimana kabar kalian? Apakah gebetan kalian lebih memilih mantan, daripada kalian? “Tabah, ya…”
Sebelumnya gue minta maaf sama kalian semua, sudah hampir 10 hari gue gak ada kabar, ngeblog, nyapa, atau sekedar ngetweet : “Makasih waktunya. Udh mau nemenin aku belanja kolor.” Ya meskipun begitu, ada alasan bukan klise ataupun klasik gitu, ini emang alasan yang real kenapa gue bisa ngilang 10 hari lebih. Apakah gue diculik duo serigala? “Ya enaklah gue. hahahaha.”
“Jadi, cerita sebenarnya seperti ini.”
—-o0o—-
Sepuluh hari yang lalu, tepatnya hari Selasa, gue mengalami masa berat dalam hidup gue. Bukan karena badan gue tiba-tiba mirip kingkong. Berat yang gue maksud adalah masa di mana gue mengalami sulitnya berfikir, berimajinasi, berhijab. (Ya enggaklah) Gue berada di antara keadaan putus asa dan lelah dengan sandiwara hidup ini. 
Kejadian ini bukan tanpa alasan, seumur-umur hidup gue, baru kali itu gue mengalami semacam Frustasi Tingat Dewa. Bisa-bisanya gue make odol gigi buat cuci muka. Suer, ini bener-bener kejadian. Begonya gua baru sadar pas nyuci pake airnya.. Bego ya… Frustasinya gue ini, dimulai sejak laptop gue yang hardisknya rusak dan datanya malah hilang setelah 3 hari sebelum gue ujian Seminar Hasil. Yoi, gue galau berat hampir istirahat nyekripsi kalo datanya emang bener-bener gak bisa gue ambil.
Meskipun data skripsinya bisa gue selamatkan, tapi data olahannya masih di dalem hardisk. Sekali lagi, Tuhan masih mengizinkan gue untuk mengambil data itu, hardisknya kebuka cuman 3 menit dan gue buru-buru mengambil data itu dan dipindah serta langsung gue upload di dropbox. Hati gue emang tenang, tapi kegalauan gue mulai lagi setelah inget kalo foto, file design, template blog, foto unyu gue, foto mantan yg kehidden. Pokoknya gue mengalami masa sulit banget setelah laptop gue hardisknya rusak. Cuman yg foto mantan itu gue becanda, ya.. Hahahaha.
Selama seminar hasil, gue emang digembleng, dicicang, dan ditinggalin PR yang seharusnya gue bisa jawab kalo aja hardisk gue gak rusak. Asli, hidup gue kala itu ngerasa kampret banget. Setelah selesai, gue bener-bener gak jauh-jauh mirip sama ikan busuk. Mata gue merah, perut gue buncit, bau gue busuk, baju gue kumal. Pokoknya gue emang pasrah banget sama keadaan. Dari rumah gue udh berdoa: “Ya Allah, kalo emang ini jalanku, mudahkanlah, jika bukan, lancarkanlah. Amin…”
Karena kejadian itu, Hari Kamis gue memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang bener-bener bisa menenangkan hati gue selama mood gue berantakan. Nama tempatnya gak bisa gue sebutin, tapi gue sebut Tempat Ketenangan. Gue membutuhkan kurang lebihnya 4 jam untuk sampai di tempat itu. Setelah melalui perjalanan yang panjang dengan kuda terbang gue, akhirnya gue sampai di Tempat Ketenangan jam 23.00. Hal yang paling gue rindukan adalah aroma rumah itu dengan sedikit embun berbaur aroma khas dari hujan. 
Karena gue udah kedinginan, tanpa pikir panjang lagi, gue masuk, mandi dan langsung merebahkan diri gue untuk melihat langit-langit transparan yang bisa melihat indahnya bintang di awan. Guepun tertidur pulas melepas lelah yang panjang.
—o0o—
Paginya, gue terbangun lebih awal dari biasanya. Kebiasaan bangun lebih awal memang selalu gue jadikan acuan bahwa gue sudah mulai tenang dan mood gue mulai membaik. Karena, ketika gue stress, kecepatan gue bangun selalu berbanding tebalik. Alias gue selalu kesiangan, meskipun alarmnya pake suara mantan sekalipun.
Kegiatan gue di Pagi itu adalah ngajak jalan kucing yang emang suka berjemur. Sebagai majikan yang baik, gue ikut-ikutan tidur ala kucing dengan telentang. Gue dan kucing gue melepas lelah dengan melihat langit biru tanpa batasan apapun. Setelah berjemur, gue main kejar-kejaran sampai capeknya maksimal. Tapi seru, gue semakin tenang dan tanpa merasakan beban apapun.
Gue lihat jam dinding sudah menuju Jam 10.00 Pagi. Guepun masuk ke rumah buat bersih-bersih dan duduk santai melihat langit lepas dari teras rumah ketenangan ini. Sejenak gue baru sadar, sudah sejak berangkat gue gak ada ngecek notif di gadget gue. Akhirnya, aktivitas gue lanjutkan dengan harapan bisa membalas semua notif. Rupanya benar, ada puluhan notif dari sosmed dan aplikasi chat gue. Satu per satu gue bales. Tapi… Jaringan provider internet gue bertanda ‘x’ itu artinya tidak ada jaringan internet yang bisa gue gunakan selama di tempat ketenangan ini. “Yasudahlah, sangat mendukung untuk ketenangan gue.”
Berhubung koneksi internet hilang, artinya gue bener-bener menjadi pribadi baru dengan gaya hidup baru tanpa internet. Syukurnya, masih ada TV untuk menjadi penghibur dikala gue sedang rindu informasi. Gak lama setelah duduk ganteng di teras, gue lanjut ke dapur buat masak. Kebetulan gue membawa beberapa bahan masakan menjelang gue ke pasar lagi. 
Ya meskipun gue cowok yang dulunya tinggal di kost, gue boleh dibilang cowok yang jago soal masak. Gue gak cuman jago soal ngejomblo aja, tapi masak juga bisa gue banggakan. Pagi itu, gue memasak menu biasa saja, meskipun dulu gue senang sekali menciptakan menu baru dan selalu berhasil dengan komentar temen kost dulu : “Gak nyangka ya, ru. Jomblo bisa masak juga.”
“@&$%#&@%@%<.”
Setelah masak selesai, gue lanjut istrahat sambil makan siang dan  menggonta-ganti channel TV supaya kelihatan ada kerjaan. Setelah kelar, tidur di bawah pohon menjadi pilihan gue saat itu. Ya, itu pohon rindang dengan ayunan yang bisa membuat kalian menikmati hembusan angin dan memandangi indahnya langit.
Kegiatan gue terus berlanjut dan berakhir pada nonton TV sampai tengah malam.
—o0o—
Keesokan harinya, tepatnya hari kedua. Gue yang biasanya setiap bangun pagi langsung Online. Sekarang sudah berbeda, gue pagi-pagi sebelum matahari terbit sudah joging keliling ke daerah itu. Sesekali gue menyapa bapak dan ibu-ibu yang berpapasan. 
Masih seperti hari sebelumnya, gue melakukan hal yang sama. Hanya saja, kali ini gue lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan. Gue ke warung, pesen kopi. Ngobrol bareng bapak-bapak di sana. Ketawa gak jelas dan sampe gue lupa kalo gue belum masak waktu itu. Niat pengen ketawa lagi gue urungkan, gue berlanjut dengan pamit duluan untuk pulang.
Kejadian ini terus terjadi sampai hari ke 10 gue tanpa koneksi internet. Tidak ada kata ketergantungan, penasaran, atau bahkan merasa ada yang hilang dari hidup gue. Semuanya masih berjalan baik dan yang pasti mood gue sudah benar-benar membaik.
Memang, jika secara sikap. Gue mengalami perubahan mental yang cukup hebat. Dari yang maniak internet, berubah menjadi manusia biasa tanpa melihat sandiwara dunia maya yang kadang banyak jomblo-jomblo yang bikin hoax dan berakhir teragis pada malu sama kemaluannya sendiri. Maksudnya malu sendiri. 😀
Tapi, dari segi ketenangan batin dan jiwa gue saat itu, mengalami ketenangan yang tiada tara. Kepala gue belakang yang awalnya serasa gendong Anak Kingkong, setelah melalui masa itu, gue merasa tanpa membawa apapun. Semua kembali menjadi benar-benar membaik.
—o0o—
Memang, menghilangnya gue kali ini adalah keadaan yang bener-bener mengejutkan, banyak temen-temen pada nanyain setelah gue kembali ke Pekanbaru. Mereka jelas kaget, gue yang biasanya selalu muncul dan terhubung dengan internet. Menghilang tanpa bekas dan jejak apapun. 
Akhirnya gue harus membuat postingan ini untuk kalian semua. Maaf gue gak ada ngepost selama 10 hari menghilangnya gue kemaren. Sekarang gue sudah kembali dengan diri gue yang baru serta semangat baru. Apalagi, sebentar lagi akan ada kejutan baru. Gue bener-bener mengalami masa berat, tapi pada akhirnya gue akan selalu butuh orang lain dalam hidup gue.
“Hidup emang gak soal terkoneksi atau tidaknya dengan hal apapun, tapi hidup selalu mengajarkan bahwa terhubung itu lebih baik daripada pending ataupun cuman diread. Heru Arya.”

42 thoughts on “10 Hari Tanpa Internet

  1. Hm… turut berduka ya atas meninggalnya hardiskmu. Meski akhirnya mengajak kamu gak internetan, paling nggak kamu bisa main kejar2an sama pus, dan itu memang sangat menyenangkan. :3

    Tidak menyentuh internet selama 10 hari ity waw. Biasanya orang bertahan 1-2 hari *pengalaman pribadi*. Ujung-ujungnya gak tahan, ngewarnet juga. Atau kalo gak ada warnet, terpaksa pinjem hape sodara, pinjem sekedar buka facebook.

    Sekarang yg aku lakuin cuma mengurangi intensitas chatting dengan mengalihkan ke dunia nyata. Itu lebih menyenangkan. Dunia maya itu palsu dan penuh kesombongan, ego, individualis, dan kepasifan sosialisasi. Ini betewe aku komen bahas apa sih? Ya pokoknya begitulah, selamat datang kembali. Gunakan internet seperlunya. Jangan lupa bahagia.

    1. Iya vin, makasih buat dukanya… 😀 Ya, meskipun dalam keadaan sulit. Gue tetep biasa bahagia karena ada pus nemenin gue untuk menjadi diri gue yang sebenarnya.

      Hahaha, ternyata Vindy ketagihan internet juga rupanya… Pokonya semoga keduanya menjadi seimbang, jadi tidak ada yang terpenuhi lebih dari yang seharusnya. 🙂 Yup, jangan lupa bahagia.

  2. Setiap orang pasti memiliki rumah ketenangannya sendiri.

    Kita sebaiknya memang menyeimbangkan antara dunia nyata dan dunia maya. Jangan sampai ada yang mendominasi. Karena dunia nyata itu bersosialisasi yang sebenarnya, sedangkan dunia maya jadi hiburan dikala dunia nyata terasa membosankan.

    Semangat untuk skripsinya bg. Jangan menyerah, gitu sih kata D'Massiv

    1. Yoi yu, mu bener. Pasti punya rumah ketenangan sendiri. Meskipun ini adalah tempat yang masih baru, gue tetap saja bisa menikmati dengan baik.

      Harusnya begitu ya yu. Kedua hal itu harus balance, tidak boleh ada yg dilebihkan. Tapi, setidaknya dengan 10 hari tanpa internet mengajarkan gue banyak hal.

      Yoi…. SEMANGAT!!!!

  3. bisa dibayangkan kalau nggak ada tv. udah nggak ada internet, nggak ada tv. makin stress lah kau. bukan cuci muka pakai odol, pake sabun cuci piring kali bisa-bisa. lagi-lagi masalah laptop, sepertinya laptop mu bermasalah terus ya

    1. Iya jev, tapi kalopun gak ada TV, gue tetep aja bisa bahagia. Karena Tempat Ketenangan itu sungguh hebat. Hahahaha, kalo cuci pake sabun cuci piring, entar wajah gue jadi kinclong dan keset….. 😀

      Emang bermasalah jev. Lo belum merasakan, sih…

  4. Hallo pangeran wortel udh lama banget ni ga nongkrong di sini
    btw selamat mengerjakan skripsinya ya, btw emg saat saya menulis skripsi pun saya banyak menyimpan file skripsi saya di Email dll, agar tidak terjadi hak yang di inginkan,
    semangaat yaa

  5. Hallooww pangeran! Udh lama ya aku gak mampir ke sini. Udh lama gak promo jg lg. Huhuu, kangeenn 🙁
    Pgn nanya kabar pangeran, tp smuanya udh dijelasin di sini. Dan nampaknya kabar pangeran kurang baik, smpe cuci muka pake odol gtu. Untung gak pake sabun colek 🙁
    Ah, lagi2 smua gara2 laptop… Kyaknya kalo mau bkin skripsi ada aja gtu ya cobaannya? Yg paling banter ya memori ilang 🙁 Sumpah itu mnyedihkan banget ya materi skripsinya ada di harddisk yg rusak itu :'( Memori laptop ilang, tp memori tentang mantan gak ilang2 yah? 🙁 #eh #lahcurhat

    10 hari tanpa internet. Hebaaatt! Kyaknya tenang bgt ya hidup sprti itu. Dan bsa lebih bersosialisasi di dunia nyata.
    Aku jg bsa hidup 10 hri tnpa internet, asal ada bacaan, klo bisa sih novel yg banyak, biar gak bete 😀 Oya, sama musik juga.
    Tv jg penting sih..

    Yaudah aku doakan yg terbaik buat pangeran yah 🙂

    1. HALLO LULU………………. Iya, ni. Lulu ke mana aja? Pangerankan jadi kangen juga…

      Iya, harus bener-bener dijaga dan selalu duplikat di tempat yang aman. Apalagi foto memori mantan hilang… hahaha curhat banget lu…

      Gue sih, ini belum apa-apa. Kemaren gue pernah 1 bulan tanpa internet. It's fine Lu. Yang penting niatnya…

      Amin…. makasih doanya lu…

  6. Astagfirullah. Gue jadi takut kenapa-kenapa sama nih laptop. Banyak data pentingnya euy. Apalagi foto kenangan dari zaman SMK. Kudu buru-buru back up nih. Btw, turut berduka ya, Her. 🙁

    Keren euy 10 hari tanpa internet, lah gue mah seharian tanpa internet udah merasa sakaw. Kebutuhan banget kalo zaman sekarang. Tapi pernah, sih, waktu itu. Seminggu bener-bener nggak ada koneksi internet, alhasil baca-baca novel dan bisa fokus nulis. Berasa lebih fresh dan nggak ada gangguan notif-notif. 😀

    1. Iya Ga, harusnya dijaga banget, biar aman. Soalnya banyak banget data penting gue ilang gitu aja. Sedih banget, sumpah!!

      Harus belajar ga, buat ninggalin internet beberapa waktu, karena kalo terlalu sering, juga gak baik ga.

      Aslinya iya, kita kek beneran hidup menurut gue…

  7. Saran gue sih, kalau seandainya punya data-data yang maha penting di laptop, sebaiknya banyakin backupnya, Om. Dan juga, usahakan backupnya itu lebih dari satu. Bisa backup di flashdisk, terus backup lagi di laptop teman serumah, bisa juga backup di gagdet, atau sekarangkan udah bisa di simpan di cloud. Dan proses backupnya itu, usahakan juga sebelum dan sesudah mengerjakan. Jadi, pas mau mulai ngerjakan, di backup dulu. nanti kalau udah selesai, backup lagi. Karena kita gak bakalan tau kapan laptop kita bakalan bikin ulah. Gitu sih pelajaran yang gue dapat di matakuliah Basis Data. Muehehehe.

    Semoga setelah menghilang beberapa hari, Om bisa kembali semangat lagi.

    Jadi, kapan wisuda?

    wekawekawekaweka 😀

    1. Iya, di. Emang untuk data penting gitu, bagusnya di clound service gitu. Ya, namanya juga gak tau akan rusak separah itu. Jadi, gue hanya bisa menikmati apa yang ada. Menjalani hidup baru dan menjadi kuat dalam urusan hidup kedepan. Apapun yang terjadi, gue belajar tangguh aja, die.

      Yoi, i am back. Kapan-kapan die.. hahahaha

  8. Nyuci muka pake odol itu piye rasanya?
    Panas-panas gitu nggak kebakar kulit mukamu? walah…
    Yah mudah-mudahan cepet lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan.
    gimana kalo gue skripsi nanti yah…
    O_O

    1. Rasanya seperti Jomblo tapi ngakunya punya pacar. "NYESEK!!!"

      Enggaklah, begitu sadar kalo odol, gue langsung cuci. Amin…. semoga ketika lo skripsi nanti, semuanya berjalan sebaik mungkin… Amin…

  9. Gue juga sempet ngerasa, ni Heru kok tumben ya gak pernah nongol… kenapa tuh anak?

    Btw, niat banget lo Her nyari tempat ketenangan sampai sejauh itu.. tapi gue bisa ngebayangin mungkin situasinya masih asri ya.. lo bisa tiduran di bawah pohon juga sih.. keren juga, bisa sosialisasi sama orang baru di warung.. tapi gue salut, 10 hari tanpa internet itu pasti sulit banget.. gue setengah hari gak ada internet aja udah gelisah.. hehe

    Selamat datang kembali Her. 😀

    1. Aduhhhhhh Terheru gue bang. Denger lo ngerasa kehilangan juga. Maaf ya bg.

      Iya, bg. Itu udah gue planning banget sejak lama. Tapi guenya baru bisa bener-bener nemuin waktu yang pas buat pergi. Iya bg, seru banget masih asri dan banyak orang yang seru di sana.

      Aslinya gak terlalu sulit bg, karena gue bener-bener pengen menikmati kesendirian gue bg. Hahahaha lu kecanduan internet itu bg.

      Oke bg. I am back….

  10. Hai pangeran apa kabar nih? Kirain ngilang 10 hari lagi bertapa di tujuh gunung supaya diberikan jodoh ternyata, emang lagi menyendiri sih. Sudah sendiri, menyendiri di tempat yang tenang lagi. Kabar hatinya gimana tuh?

    Itu rasanya cuci muka pake pasta gigi gimana ya, gak ada rasa panas-panasnya gitu ya? Ternyata masalah laptop emang krusial banget ya, terus sekarang skripsinya masih lanjut kan?

    10 hari tanpa internet kayaknya susah sih, tapikalo selama itu ada banyak yang kegiatan bisa deh.

    Yaudah deh cemungudh ya pangeran 😀

    1. Hai juga ki. Sehat aja gue, alhamdulillah masih diberikan kesehatan. Yaelah kenapa semua dikaitkan dengan jomblo ki… Hati tenang juga, ki. Tenang dalam ketidak pastian.

      Iya gitu ki. Coba aja.. Masih ki, masih lanjutlah. Masa gue berhenti?

      Yakin bisa 10 hari ki?

      Cemungut……

  11. Nggak ngenet 10 hari itu rasanya … aku juga bakalan frustrasi, kecuali kalo emang terjebak di pedalaman sih ya mau gimana. turut sedih sama meninggalnya harddisk-mu.

    But, btw welcoma back 😀

  12. Kayaknya berat juga ya kehilangan data kaya gitu, bikin bad mood segala hal , kayak cerita elu di atas tadi bang. jadi cerita elu tadi liburan ya bang?? buat refreshing gitu

    emang sulit sih ga connect internet apalagi di zaman skarang. dan hebatnya elu bisa lakuin selama 10 hari *salut
    dan sekarang sering2 online ya bang. biar seru blogwalking hehe

    1. Iya, berat banget. Sampe mikulnya gak kuat. Yoi, gue refresh biar seger aja.

      Iya dong, harus sekali-sekali dicoba tuh.. Biar gak terlalu kecanduan. Hehehe, iya maaf baru bisa blogwalking.

  13. Wah, untung aja ya datanya bisa diselamatkan her, kalau enggak mungkin drop out adalah pilihan yang tepat kali ya. hahahaha

    Pantes, pangeran wortel nggak ada ribut di sosial media. Biasanya tiap hari kan ada aja promo promo post. oh iya bentar, katanya kamu nggak pakai gadget lagi ru? kok masih ada notif dari sosial media & sosial chat? -___-

    1. Mungkin kuh. Habis, mau gimana lagi?

      Hahaha, lo suka mantau gue juga ya kuh. Hahahah ciye… Iya, ceritanya panjang kuh. Semenjak laptop rusak, gue butuh bisa ngeblog dan cuman hape salah satu jalannya. habisnya mau beli laptop lagi? Keknya terlalu berat kuh.

  14. Surem banget kalo file skripsi sampe hilang. Mungkin nanti bakal ada berita 'Seorang Mahasiswa Rela Menikahi Dijah Yellow Karena File Skripsinya Hilang'. Serem banget.

    Kalo aku kuat 10 hari tanpa internet, asal ada buku. Kalo nggak ada buku, baru itu surem banget.

  15. Aku ngerti gimana rasanya data penelitian hilang, mau nangis tapi nggak bisa nangis, mau marah tapi bingung mau marah ke siapa. mau panik berlebihan ntr malah tambah stress. serba salah. tapi klo sabar insyaAllah pasti adaaa aja cara data itu balik ke kita.
    eh, serunya, tempat yang tenang emang selalu bikin senang dan damai ya? syukurlah klo bebannya dah berkurang. selamat beraktivitas kembali, Heru.

  16. Yakin ini yang paling bikin kepala stress? Stress mana waktu blognya itu sempat bermasalah gara-gara ngutak-atik template? :v

    Berhijab :v Absurd banget :v

    Alarm pake suara mantan? Penemuan yang bagus, kak :v

    Ada yang janggal atau saya yang gak nyadar? -_- Gini. Harddisk rusak? Laptopnya gimana? Trus kok bisa ada hari tanpa internet? Bisa aja, kan, internet pake hape gitu?

    1. Wah… pembaca setia banget ini mah.. hahahaha masih inget aja lo Dimas. Stressnya parah inilah bro. Masa depan soalnya.

      Iya, biar kebangunnya cepet. Emang gak ada pake hape dan laptop. Makanya bener2 tanpa internet.

  17. Jadi karena semacam depresi segala hal yg menimpa lo, memituskan untuk menghindar sejanak dalam hibgar bingar dunia maya dan nyata. Kan kata lo, lo hris ke tmpat itu dgan perjalanan mencapai 4 jam. Dan itu lo sampe d rmh nenek ato gmana kok kayaknya agak pelosok. Tapi emng kdang kita harus rehat juga yah. Refreshing!! Kapan kapan gue jga mau nyoba. Memutuskan hubungan dgan dunia luarr tanpa social media..hmm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *